Monday, November 26, 2007

Tentara Israel:Kami Tuhan yang Bisa Berbuat Apa Pun Terhadap Orang Palestina

Disebabkan media2 besar dunia, juga nyaris seluruh kantor berita internasional, dikusai jaringan Zionis internasional, maka kekejaman dan kebiadaban tentara Zionis-Israel tidak diketahui banyak orang.Termasuk bagaimana cara dan perasaan tentara penjajah ini saat menyiksa warga Palestina, baik itu bayi dan anak2 kecil, para gadis dan para muslimah, dsb.
Sebuah foto dimuat dalam situs Kavkazcenter.com. Situs perjuangan mujahidin Cechnya ini pada hari Kamis(25/10) pukul 12.51, waktu Cechnya merilis sebuah foto yang sangat menyesakkan dada di mana seorang muslim akhwat Palestina sedang dikeroyok tidak kurang dari 3 tentara Israel dan tangnan si muslimah tersebut sedang digigit anjing besar yang dibawa oleh para biadab tersebut.
Terkait hal itu, Harian Observer(21/10) memuat kesaksian seorang psikolog Klinik Universitas Hebrew bernama Nufar-Yishai Karin. Psikolog tersebut memeriksa dan mewawancarai 18 tentara Zionis Israel yang banyak bertugas di daerah pendudukan. ”Mereka banyak yang mengaku senang bisa menyiksa orang2 tersebut.”
Beberapa jawaban yang disampaikan tentara Zionis kepada Psikolog sungguh sangat memprihatinkan. Dan memperlihatkan bahwa mereka memang bukan manusia, namun makhluk biadab yang justru jauh lebih kejam daripada iblis terkejam di jagad ini. Inilah sebagian kutipannya :
“Menyiksa mereka seperti minum anggur yang lezat…”
“Jika saya ditugaskan ke Rafah atau daerah yang mana banyak Orang Palestinanya dan tak menyiksa mereka, sepekan saja, maka saya merasakan badan ini kurang sehat.”
Beberapa tentara Israel bahkan mengakui bahwa menyiksa orang Palestina ini merupakan bagian dari keimanan mereka.
Kamu akan merasa kamu adalah hukum itu sendiri. Kamu adalah hukum. Kamu bebas untuk berbuat apa saja, bahkan terhadap anak2 kecil dan tentu saja perempuan muda….”
“Saya pernah melakukan yang amat saya suka. Seorang pemuda Palestina saya tendang kemaluannya. Saya pecahkan, hingga dia tidak akan pernah punya anak.” Seorang tentara Israel lainnya dengan bangga bercerita bagaimana dia menyiksa seorang muslimah Palestina,” Saya pukul wajahnya dengan gagang senjata ini hingga hancur dan dia tidak bisa lagi meludahi saya sampai kapanpun…”
Yang lain berkata,” Kami sedang patroli di Rafah. Tidak ada anjing2 di jalanan, yang ada hanya seorang bocah kecil tengah bermain dengan pasir. Dia sedang membuat rumah dari pasir. Teman kami mulai membidikkan senjatanya,tapi komandan kami melarang dan berkata,’Jangan, dia hanya anak2. Tidak perlu ditembak. Patahkan saja leher atau tulang rusuknya.’ Lalu kami hampiri dia dan mematahkan tulang-tulangnya. Kami pergi meninggalkan anak itu…”

No comments: