Monday, November 26, 2007

Teladan dan hikmah

Abu Hurairah dan Pencuri

Sekilas judul di atas gak ada koneknya dengan pertanyaan berikut (tapi jangan terlalu cepat berkomentar). Ada yang tahu rahasia atawa manfaat dari ayat kursi??? Alhamdulillah jika ada yang sudah tau. Kalau belum tau, dengerin nih kisahnya.Diceritakan, bahwa pada suatu hari Abu Hurairah mendapat amanat dari Rasulullah SAW untuk menjaga gudang zakat di bulan suci Ramadhan. Abu Hurairah dengan sigap menyanggupi tugas itu. Ia pun bersiap-siap.
Malam hari, tanpa diduga oleh Abu Hurairah ada pencuri berhasil masuk ke gudang. Mengetahui hal ini, Abu Hurairah bersiap-siap menangkap pencuri ulung itu. Karena kesiap-siagaannya, ia pun berhasil menangkap pencuri itu. “Akan kulaporkan kau pada Rasulullah.” Ancam Abu Hurairah.Mendengar ancaman Abu Hurairah, pencuri itu pun takut sambil merengek minta belas kasihan. “Aku ini orang miskin, banyak anggota keluarga yang menjadi beban tanggunganku. Sementara ini aku sangat membutuhkan makanan untuk mereka.”
Karena merasa kasihan, lalu pencuri itu dilepaskannya. Keesokan harinya dia laporkan kejadian semalam pada Rasulllah yang kemudian menanyainya,”Apa yang dilakukan tawananmu semalam,hai Abu Hurairah??”. Dijawab oleh Abu Hurairah,”Ia mengeluh Yaa Rasulullah, ia berkata kalau dirinya keluarga miskin dan keluarga yang harus ditanggungnya sangat butuh makanan. Dan karena aku merasa kasihan, aku membebaskannya.”
“Sesungguhnya dia itu pembohong, lihatlah nanti malam dia akan kembali”,kata Nabi. Karena itu, penjagaan pun lebih ditingkatkan lagi. Dan benarlah kata Nabi, pencuri itu kembali beraksi. Akan tetapi kali ini pencuri ditangkap lagi oleh Abu Hurairah sendiri.
“Akan kulaporkan kau pada Rasulullah”, ancam Abu Hurairah seperti malam sebelumnya. Dan sekali lagi pencuri itu pun meminta belas kasihan,”Aku ini orang miskin dan keluarga yang menjadi tanggunganku sangat butuh bahan makanan. Aku berjanji besok aku tak akan kembali lagi ke sini.”Rupanya Abu Hurairah tersentuh perasaannya mendengar keluhan pencuri itu. Lalu diampuninya, apalagi dia telah berjanji. Abu Hurairah pun kembali menceritakan kejadian semalam.Beliau pun menanyai hal yang sama seperti kemarin. Setelah mendapat jawaban yang sama, Nabi menegaskan bahwa pencuri itu berbohong dan akan kembali lagi seperti yang sudah-sudah.
Pada malam berikutnya, Abu Hurairah benar-benar waspada dan bertekad akan menawannya. Ia sungguh telah merasa geram karena dipermainkan pencuri kelas teri.Ketika malam semakin larut, tiba2 ada bayangan hitam menuju gudang zakat. Ia bergumam apa yang dikatakan Rasulullah terbukti kembali. Dengan hati-hati ia dekati pencuri itu dan ia pun berhasil menangkapnya kembali.“Kali ini kau pasti akan kulaporkan pada Rasulullah. Aku tidak mau lagi kau perdaya karena sudah dua kali kau membohongiku.”,gertak Abu Hurairah dengan tegas. Pencuri itu memohon kembali, namun sia-sia saja. Abu Hurairah teguh pada pendiriannya. Dengan putus asa sang pencuri pun berkata,”Tolonglah, engkau lepaskan aku. Nanti tuan akan saya ajari sesuatu yang sangat berharga.”
Karena tertarik pada tawaran sang pencuri, ia pun bertanya,”Sesuatu apakah yang akan kau ajarkan padaku??”.Pencuri pun menjawab,”Apabila tuan hendak tidur, maka bacalah ayat kursi. Niscaya tuan akan dijaga oleh ALLAH dan tidak ada satu setan pun yang berani mengusik tuan hingga pagi.” Akhirnya pencuri pun dilepaskannya, tampaknya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya daripada nalurinya sebagai penjaga gudang.
Esok hari ia laporkan kejadian semalam pada Rasulullah. Beliau pun bertanya apa yang telah diajarkan sang pencuri pada Abu Hurairah. Ia pun menjawab,”Katanya, jikalau aku hendak tidur, maka aku disuruhnya membaca ayat kursi. Dengan begitu, ALLAH akan menjagaku sampai pagi dan tak ada setan yang berani mengusik tidurku.” Rasulullah menanggapinya seraya berkata,”Pencuri itu telah berkata benar, meskipun ia sebenarnya seorang pembohong.” Lalu lanjut Beliau,”Tahukah kau wahai Abu Hurairah, siapa sebenarnya sosok pencuri yang kau tangkap tiap malam itu??”
Abu Hurairah yang memang tak tahu menahu tentang hal itu balik bertanya,”Siapa wahai Rasulullah??”. Rasulullah menerangkan,”Dia adalah iblis yang menyerupai wujud seorang laki-laki.”

0 comments: