KNOWLEDGE, THE POWER OF DREAMS
Artinya : “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak mereka ketahui.” (QS. Al-Alaq : 1-5)
Jika antum antunna perhatikan ayat di atas yang merupakan wahyu pertama, maka terlihat betapa besar perhatian Allah pada manusia. Kata “insan” dalam wahyu pertama tersebut sampai dilafalkan 2 kali. Jujur saja, seharusnya tidak ada seorang muslimpun yang bodoh. Sebab perintah yang datang pertama kali kepada Muhammad adalah “membaca”. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa wujud perhatian Allah pada manusia adalah ilmu yang disebarkan-Nya di muka bumi untuk dicari. Sebenarnya berbicara tentang ilmu tidak lepas dari peran pikiran manusia itu sendiri. Ilmu-pikiran-belajar, terserah bagaimana antum antunna mau membuat hubungannya. Dan ilmu itu sendiri ada berbagai macam jenisnya. (Kalo yang ini, rasanya hampir mustahil untuk disebutin satu persatu)
Nah, untuk menggapai ilmu itu sendiri, Allah telah memberi “tool”-nya kepada manusia yaitu akal pikiran. Hanya manusia yang diberi “tool” ini. Makhluk lain tidak. Setelah itu tindakan untuk menggapai ilmu adalah dengan belajar. Belajar tidak harus dengan membaca namun kebanyakan orang menganut dogma bahwa belajar adalah membaca. Bukankah qta juga bisa belajar dari pengalaman yang merupakan guru terbaik qta?
Sesuai hal yang tersurat dalam ayat di atas (membaca), potensi ini besar artinya bagi manusia. Manusia akan mendapat ilmu dari potensinya sehingga bisa berkembang maju, membangun peradaban dan memakmurkan bumi. Tanpa ilmu, manusia hanya akan menjalani hidup berdasarkan insting saja.
Untuk itulah Allah menurunkan Al Qur’an sebagai sumber ilmu. Dan Al Qur’an pula yang menjadi kerangka penguat dan pemisah antara ilmu mana yang diridhoi Allah untuk dikembangkan. Karenanya salah besar jika ada yang menganggap Al Qur’an sebagai penghambat gerak kehidupan dan kreativitas manusia.
Agama sama sekali tidak membelenggu kebebasan berpikir. Sebab dengan begitu justru memunculkan ide-ide atau ilmu-ilmu baru. Bayangkan saja jika Allah membelenggu kebebasan berpikir, agama tak pernah berkembang dan manusia tetap bodoh. Walau ilmu manusia hanya setetes dari ilmu Allah yang seluas samudra namun pikiran manusia diberi wewenang di urutan ketiga atau dalam bahasa arabnya,”Ijtihad.” Banyak penetapan ilmu fiqih, aqidah, akhlak dan ilmu tafsir merupakan hasil “Ijtihad.” (Kita harus ucapkan Alhamdulillah untuk satu ini) Selain itu ada ijma’, maslahah mursalah, bahkan madzhab pemikiran. Tidak ada satu ajaranpun yang tak boleh dijamah akal. Justru dengan cara ini hukum syari’at terus berkembang.
Para ilmuwan, filsuf dan imam besar adalah contoh nyata bahwa ilmu adalah hal mutlak yang harus ada pada pribadi manusia. Orang yang tidak tahu ilmu atau sedikit ilmu, ia hanya semakin jauh dari Allah. Justru dari ilmu itulah manusia mengenal ALLAH. Ilmuwan masa lampau bahkan lebih tangguh keagamaan mereka dibanding para kaum agamis. Mereka kenal benar dengan ALLAH melalui hasil temuan mereka. Tak ada yang menafikan kekuasaan ALLAH terhadap ilmu yang mereka miliki.
Singkatnya, semakin tinggi ilmu seseorang seyogianya semakin tunduklah mereka pada ALLAH. Antum antunna mesti pernah dengar denngan slogan “knowledge is power”.Jika antum antuna pahami maknanya maka slogan itu adalah arti terdalam sebuah ilmu.Jika dicermati lebih dalam lagi, slogan ini sebenarnya menjadi jawaban mengapa bangsa lain khususnya Eropa menjadi bangsa yang amat maju dan mengapa umat islam zaman Dinasti Ummayyah maupun Dinasti Abbasiyah jauh lebih berkembang daripada umat islam sekarang.
Jadi, jelaslah semua betapa berarti ilmu bagi setiap insan. Ilmu yang membuat manusia itu ‘menjadi manusia’ dan dengan ilmu itu pula mereka (manusia.red) mengenal siapa Pencipta mereka.
Terakhir, Antum antunna dan sobat KARISMA semua kagak perlu khawatir bagaimana dengan ilmu yang sudah diperoleh di SMA kita yang tercinta ini. “Untuk apa?” mungkin itu yang pernah terpikir di benak kita. Pada disiplin ilmu tertentu mungkin telah antum antuna ketahui jawabnya. Pada ilmu-ilmu yang lain kita cuma bisa menerka-nerka. Tapi, yakinlah bahwa entah suatu saat ilmu yang kita peroleh itu bisa kita aplikasikan walau sekali saja.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comments:
Hello. This post is likeable, and your blog is very interesting, congratulations :-). I will add in my blogroll =). If possible gives a last there on my blog, it is about the Home Theater, I hope you enjoy. The address is http://home-theater-brasil.blogspot.com. A hug.
Post a Comment