RAMALAN BINTANG
Menurut Dr. Yusuf Qaradhawi, cendikiawan muslim asal Doha, Qatar, ramalan bintang (astrologi/horoskop) adalah ilmu reka-rekaan orang yang menghubung-hubungkan pergerakan atau perubahan perbintangan dalam sistem tata surya dengan nasib atau sesuatu yang akan terjadi kemudian dalam kehidupan manusia. Tujuan ramalan bintang yang notabene untuk mengetahui perkara gaib merupakan ilmu jahiliyah yang jelas. Jelas ditolak oleh Islam. Menurut Islam, bintang-bintang itu tidak lain hanyalah sebagian dari makhluk Allah SWT yang tundak akan sunnah-Nya.
Dalam istilah Arab, ramalan bintang sama dengan ilmu nujum. Ilmu nujum yang didasarkan pada tanggal kelahiran merupakan ide jahiliyah yang tidak didukung oleh dalil naqli (wahyu), aqli (rasio), dan Iptek.
Oleh karena itu, orang yang mempercayai Ramalan Bintang sebagai sesuatu yang benar, maka dia termasuk orang yang kufur. Lebih parah lagi bagi orang yang menekuni atau mencoba-coba mempelajari bidang ini.
“Barang siapa mendatangi ahli nujum (dukun/paranormal) kemudian ia mempercayai terhadap apa-apa yang diucapkan, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.” (Al Qur’an dan Sunah) (HR. AL Bazzar)
So, Islam melarang umatnya mempercayai ramalan yang tidak didasarkan pada dalil wahyu, akal sehat maupun Iptek. Sesungguhnya, perkara ajaib mutlak utusan Allah. Nabi Muhammad saja tidak tahu tentang perkara gaib.
Persoalan nasib, jodoh, rezeki, mati dan hari baik itu yang tahu hanyalah Allah. Manusia diberi kesempatan oleh Allah untuk merencanakan dan berusaha semaksimal mungkin agar mendapatkan hasil yang terbaik. Itu artinya, kita bisa merancang masa depan nasib, jodoh, rezeki-kecuali mati- dengan kemampuan yang baik pula. Kalau sudah berusaha maksimal, baru tawakal kepada Allah.
Gimana dengan kamu? Pilih PD atau Ramalan Bintang? Kalau mau PD dan membekali kemampuan dalam menghadapi masa depan, isnya Allah akan sukses.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comment:
Ketika Rasulullah Saw. menantang berbagai keyakinan bathil dan pemikiran rusak kaum musyrikin Mekkah dengan Islam, Beliau dan para Sahabat ra. menghadapi kesukaran dari tangan-tangan kuffar. Tapi Beliau menjalani berbagai kesulitan itu dengan keteguhan dan meneruskan pekerjaannya.
Post a Comment