Sehabis melaksanakan sholat Dhuhur Dik Risma pergi ke kamar untuk mengerjakan PR dan tugas yang diberikan oleh Bu Guru di sekolah. Selang 2 jam Dik Risma keluar kamar dan duduk di depan TV sambil memainkan tombol remote TVnya. Tak lama Kak Afwan datang.
“Dik kok siang-singan cuma bengong? Keluar sana supaya dapat pelajaran!”
“Eh, Kak Afwan. Nggak ah Kak. Tadi saya sudah belajar. Dan yang namanya belajar ya di sekolah kan kak?”
Kak Afwan duduk disamping Dik Risma berkata sambil tersenyum. “Aduh ne Dik Risma belum paham ya?. . Gini, belajar/menerima pelajaran itu tidak cuma di sekolah saja!”
“Maksudnya Kak?!!” ujar Dik Risma tambah bingung.
“Dik Risma pernah mendengar kan pepatah “pengalaman itu adalah guru yang paling berharga”. Jadi misalnya Dik Risma itu tidak pernah mencari pengalaman dengan orang lain di luar yang salah satunya pelajaran yang dapat diambil adalah bersosialisasi dengan orang lain dan hanya mengandalkan sekolah sebagai tempat mendapatkan/mencari ilmu itu salah! Memang sekolah adalah ladang ilmu tapi itu sama saja Dik Risma mendapat teori dan tidak melaksanakan prakteknya, hal tersebut dapat dinamakan menyembunyikan!” ujar Kak Afwan panjang.
“Menyembunyikan, apa Kak?”
“Ya menyembunyikan ilmu yang sudah Dik Risma punya. Dan itu dapat menyebabkan dosa!”
“Oh gitu Kak. . .!” syukron ya kak, sekarang ya Kak, sekarang Dik Risma mengerti!”
“Sama-sama dik. . . . !” ya udah ya ne Kak Afwan mau pergi ikutan Karang Taruna! Dik Risma mau ikut apa tidak?”
“Ikut. . .!”
Semoga Dik Risma bisa mendapatkan pelajaran dan ilmu yang banyak dan baik ya!”
Amien. . .
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment