KNOWLEDGE, THE POWER OF DREAMS
Artinya : “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak mereka ketahui.” (QS. Al-Alaq : 1-5)
Jika antum antunna perhatikan ayat di atas yang merupakan wahyu pertama, maka terlihat betapa besar perhatian Allah pada manusia. Kata “insan” dalam wahyu pertama tersebut sampai dilafalkan 2 kali. Jujur saja, seharusnya tidak ada seorang muslimpun yang bodoh. Sebab perintah yang datang pertama kali kepada Muhammad adalah “membaca”. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa wujud perhatian Allah pada manusia adalah ilmu yang disebarkan-Nya di muka bumi untuk dicari. Sebenarnya berbicara tentang ilmu tidak lepas dari peran pikiran manusia itu sendiri. Ilmu-pikiran-belajar, terserah bagaimana antum antunna mau membuat hubungannya. Dan ilmu itu sendiri ada berbagai macam jenisnya. (Kalo yang ini, rasanya hampir mustahil untuk disebutin satu persatu)
Nah, untuk menggapai ilmu itu sendiri, Allah telah memberi “tool”-nya kepada manusia yaitu akal pikiran. Hanya manusia yang diberi “tool” ini. Makhluk lain tidak. Setelah itu tindakan untuk menggapai ilmu adalah dengan belajar. Belajar tidak harus dengan membaca namun kebanyakan orang menganut dogma bahwa belajar adalah membaca. Bukankah qta juga bisa belajar dari pengalaman yang merupakan guru terbaik qta?
Sesuai hal yang tersurat dalam ayat di atas (membaca), potensi ini besar artinya bagi manusia. Manusia akan mendapat ilmu dari potensinya sehingga bisa berkembang maju, membangun peradaban dan memakmurkan bumi. Tanpa ilmu, manusia hanya akan menjalani hidup berdasarkan insting saja.
Untuk itulah Allah menurunkan Al Qur’an sebagai sumber ilmu. Dan Al Qur’an pula yang menjadi kerangka penguat dan pemisah antara ilmu mana yang diridhoi Allah untuk dikembangkan. Karenanya salah besar jika ada yang menganggap Al Qur’an sebagai penghambat gerak kehidupan dan kreativitas manusia.
Agama sama sekali tidak membelenggu kebebasan berpikir. Sebab dengan begitu justru memunculkan ide-ide atau ilmu-ilmu baru. Bayangkan saja jika Allah membelenggu kebebasan berpikir, agama tak pernah berkembang dan manusia tetap bodoh. Walau ilmu manusia hanya setetes dari ilmu Allah yang seluas samudra namun pikiran manusia diberi wewenang di urutan ketiga atau dalam bahasa arabnya,”Ijtihad.” Banyak penetapan ilmu fiqih, aqidah, akhlak dan ilmu tafsir merupakan hasil “Ijtihad.” (Kita harus ucapkan Alhamdulillah untuk satu ini) Selain itu ada ijma’, maslahah mursalah, bahkan madzhab pemikiran. Tidak ada satu ajaranpun yang tak boleh dijamah akal. Justru dengan cara ini hukum syari’at terus berkembang.
Para ilmuwan, filsuf dan imam besar adalah contoh nyata bahwa ilmu adalah hal mutlak yang harus ada pada pribadi manusia. Orang yang tidak tahu ilmu atau sedikit ilmu, ia hanya semakin jauh dari Allah. Justru dari ilmu itulah manusia mengenal ALLAH. Ilmuwan masa lampau bahkan lebih tangguh keagamaan mereka dibanding para kaum agamis. Mereka kenal benar dengan ALLAH melalui hasil temuan mereka. Tak ada yang menafikan kekuasaan ALLAH terhadap ilmu yang mereka miliki.
Singkatnya, semakin tinggi ilmu seseorang seyogianya semakin tunduklah mereka pada ALLAH. Antum antunna mesti pernah dengar denngan slogan “knowledge is power”.Jika antum antuna pahami maknanya maka slogan itu adalah arti terdalam sebuah ilmu.Jika dicermati lebih dalam lagi, slogan ini sebenarnya menjadi jawaban mengapa bangsa lain khususnya Eropa menjadi bangsa yang amat maju dan mengapa umat islam zaman Dinasti Ummayyah maupun Dinasti Abbasiyah jauh lebih berkembang daripada umat islam sekarang.
Jadi, jelaslah semua betapa berarti ilmu bagi setiap insan. Ilmu yang membuat manusia itu ‘menjadi manusia’ dan dengan ilmu itu pula mereka (manusia.red) mengenal siapa Pencipta mereka.
Terakhir, Antum antunna dan sobat KARISMA semua kagak perlu khawatir bagaimana dengan ilmu yang sudah diperoleh di SMA kita yang tercinta ini. “Untuk apa?” mungkin itu yang pernah terpikir di benak kita. Pada disiplin ilmu tertentu mungkin telah antum antuna ketahui jawabnya. Pada ilmu-ilmu yang lain kita cuma bisa menerka-nerka. Tapi, yakinlah bahwa entah suatu saat ilmu yang kita peroleh itu bisa kita aplikasikan walau sekali saja.
Monday, November 26, 2007
AKHLAKUL KARIMAH
Sobat karisma, tema qta kali ini khan ilmu….So, qta harus taw yang namanya ilmu.Ilmu itu adalah sesuatu petunjuk untuk melakukan sesuatu.
Cara qta untuk mendapat ilmu adalah dengan belajar. Ada beberapa penyebab terganggunya qta dalam belajar, a.l:
· Memikirkan pacar dalam belajar.
· Dalam keadaan sakit
· Kurang konsentrasi
· Tidak berniat belajar, tetapi dalam keadaan menerima pelajaran.
· Suasana yang tidak kondusif
· Pengajar yang kurang professional ketika mengajar
Untuk meminimalisir gangguan tersebut, maka diperlukan beberapa cara:
Ø Awalilah belajar dengan niat, tanpa niat pelajaran sulit ditangkap.
Ø Cari suasana yang kondusif untuk belajar
Ø Jaga kesehatan jasmani n rohani
Ø Cobalah untuk berkonsentrasi
Di dalam AL-QUR’AN, ilmu yang bermanfaat adalah amalan yang gak kan terputus walau kita sudah mati. Tanpa ilmu kita tidak kan bisa menjalani hidup dengan baik. Seprti pepatah,”Ilmu adalah pelita hidup”
Belajar adalah suatu kewjiban bagi seorang manusia, terutamabagi pelajar. Belajar dan menuntut ilmu adalh suatu bekal atau pendorong kita untuk meniti masa depan. Adapun kiat-kiat untuk sukses dalam belajar bagi siswa antara lain:
§ Dahului niat dan membaca do’a sebelum belajar
§ Carilah motivator untuk meningkatkan belajar kita
§ Kalau bisa tinggalkan yang namanya “pacaran”
§ Cari teman belajar yang bisa diajak belajar bersama
§ Berusahalah membagi waktu antara belajar dengan kegiatan yang lain.
Cara qta untuk mendapat ilmu adalah dengan belajar. Ada beberapa penyebab terganggunya qta dalam belajar, a.l:
· Memikirkan pacar dalam belajar.
· Dalam keadaan sakit
· Kurang konsentrasi
· Tidak berniat belajar, tetapi dalam keadaan menerima pelajaran.
· Suasana yang tidak kondusif
· Pengajar yang kurang professional ketika mengajar
Untuk meminimalisir gangguan tersebut, maka diperlukan beberapa cara:
Ø Awalilah belajar dengan niat, tanpa niat pelajaran sulit ditangkap.
Ø Cari suasana yang kondusif untuk belajar
Ø Jaga kesehatan jasmani n rohani
Ø Cobalah untuk berkonsentrasi
Di dalam AL-QUR’AN, ilmu yang bermanfaat adalah amalan yang gak kan terputus walau kita sudah mati. Tanpa ilmu kita tidak kan bisa menjalani hidup dengan baik. Seprti pepatah,”Ilmu adalah pelita hidup”
Belajar adalah suatu kewjiban bagi seorang manusia, terutamabagi pelajar. Belajar dan menuntut ilmu adalh suatu bekal atau pendorong kita untuk meniti masa depan. Adapun kiat-kiat untuk sukses dalam belajar bagi siswa antara lain:
§ Dahului niat dan membaca do’a sebelum belajar
§ Carilah motivator untuk meningkatkan belajar kita
§ Kalau bisa tinggalkan yang namanya “pacaran”
§ Cari teman belajar yang bisa diajak belajar bersama
§ Berusahalah membagi waktu antara belajar dengan kegiatan yang lain.
Teladan dan hikmah
Abu Hurairah dan Pencuri
Sekilas judul di atas gak ada koneknya dengan pertanyaan berikut (tapi jangan terlalu cepat berkomentar). Ada yang tahu rahasia atawa manfaat dari ayat kursi??? Alhamdulillah jika ada yang sudah tau. Kalau belum tau, dengerin nih kisahnya.Diceritakan, bahwa pada suatu hari Abu Hurairah mendapat amanat dari Rasulullah SAW untuk menjaga gudang zakat di bulan suci Ramadhan. Abu Hurairah dengan sigap menyanggupi tugas itu. Ia pun bersiap-siap.
Malam hari, tanpa diduga oleh Abu Hurairah ada pencuri berhasil masuk ke gudang. Mengetahui hal ini, Abu Hurairah bersiap-siap menangkap pencuri ulung itu. Karena kesiap-siagaannya, ia pun berhasil menangkap pencuri itu. “Akan kulaporkan kau pada Rasulullah.” Ancam Abu Hurairah.Mendengar ancaman Abu Hurairah, pencuri itu pun takut sambil merengek minta belas kasihan. “Aku ini orang miskin, banyak anggota keluarga yang menjadi beban tanggunganku. Sementara ini aku sangat membutuhkan makanan untuk mereka.”
Karena merasa kasihan, lalu pencuri itu dilepaskannya. Keesokan harinya dia laporkan kejadian semalam pada Rasulllah yang kemudian menanyainya,”Apa yang dilakukan tawananmu semalam,hai Abu Hurairah??”. Dijawab oleh Abu Hurairah,”Ia mengeluh Yaa Rasulullah, ia berkata kalau dirinya keluarga miskin dan keluarga yang harus ditanggungnya sangat butuh makanan. Dan karena aku merasa kasihan, aku membebaskannya.”
“Sesungguhnya dia itu pembohong, lihatlah nanti malam dia akan kembali”,kata Nabi. Karena itu, penjagaan pun lebih ditingkatkan lagi. Dan benarlah kata Nabi, pencuri itu kembali beraksi. Akan tetapi kali ini pencuri ditangkap lagi oleh Abu Hurairah sendiri.
“Akan kulaporkan kau pada Rasulullah”, ancam Abu Hurairah seperti malam sebelumnya. Dan sekali lagi pencuri itu pun meminta belas kasihan,”Aku ini orang miskin dan keluarga yang menjadi tanggunganku sangat butuh bahan makanan. Aku berjanji besok aku tak akan kembali lagi ke sini.”Rupanya Abu Hurairah tersentuh perasaannya mendengar keluhan pencuri itu. Lalu diampuninya, apalagi dia telah berjanji. Abu Hurairah pun kembali menceritakan kejadian semalam.Beliau pun menanyai hal yang sama seperti kemarin. Setelah mendapat jawaban yang sama, Nabi menegaskan bahwa pencuri itu berbohong dan akan kembali lagi seperti yang sudah-sudah.
Pada malam berikutnya, Abu Hurairah benar-benar waspada dan bertekad akan menawannya. Ia sungguh telah merasa geram karena dipermainkan pencuri kelas teri.Ketika malam semakin larut, tiba2 ada bayangan hitam menuju gudang zakat. Ia bergumam apa yang dikatakan Rasulullah terbukti kembali. Dengan hati-hati ia dekati pencuri itu dan ia pun berhasil menangkapnya kembali.“Kali ini kau pasti akan kulaporkan pada Rasulullah. Aku tidak mau lagi kau perdaya karena sudah dua kali kau membohongiku.”,gertak Abu Hurairah dengan tegas. Pencuri itu memohon kembali, namun sia-sia saja. Abu Hurairah teguh pada pendiriannya. Dengan putus asa sang pencuri pun berkata,”Tolonglah, engkau lepaskan aku. Nanti tuan akan saya ajari sesuatu yang sangat berharga.”
Karena tertarik pada tawaran sang pencuri, ia pun bertanya,”Sesuatu apakah yang akan kau ajarkan padaku??”.Pencuri pun menjawab,”Apabila tuan hendak tidur, maka bacalah ayat kursi. Niscaya tuan akan dijaga oleh ALLAH dan tidak ada satu setan pun yang berani mengusik tuan hingga pagi.” Akhirnya pencuri pun dilepaskannya, tampaknya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya daripada nalurinya sebagai penjaga gudang.
Esok hari ia laporkan kejadian semalam pada Rasulullah. Beliau pun bertanya apa yang telah diajarkan sang pencuri pada Abu Hurairah. Ia pun menjawab,”Katanya, jikalau aku hendak tidur, maka aku disuruhnya membaca ayat kursi. Dengan begitu, ALLAH akan menjagaku sampai pagi dan tak ada setan yang berani mengusik tidurku.” Rasulullah menanggapinya seraya berkata,”Pencuri itu telah berkata benar, meskipun ia sebenarnya seorang pembohong.” Lalu lanjut Beliau,”Tahukah kau wahai Abu Hurairah, siapa sebenarnya sosok pencuri yang kau tangkap tiap malam itu??”
Abu Hurairah yang memang tak tahu menahu tentang hal itu balik bertanya,”Siapa wahai Rasulullah??”. Rasulullah menerangkan,”Dia adalah iblis yang menyerupai wujud seorang laki-laki.”
Sekilas judul di atas gak ada koneknya dengan pertanyaan berikut (tapi jangan terlalu cepat berkomentar). Ada yang tahu rahasia atawa manfaat dari ayat kursi??? Alhamdulillah jika ada yang sudah tau. Kalau belum tau, dengerin nih kisahnya.Diceritakan, bahwa pada suatu hari Abu Hurairah mendapat amanat dari Rasulullah SAW untuk menjaga gudang zakat di bulan suci Ramadhan. Abu Hurairah dengan sigap menyanggupi tugas itu. Ia pun bersiap-siap.
Malam hari, tanpa diduga oleh Abu Hurairah ada pencuri berhasil masuk ke gudang. Mengetahui hal ini, Abu Hurairah bersiap-siap menangkap pencuri ulung itu. Karena kesiap-siagaannya, ia pun berhasil menangkap pencuri itu. “Akan kulaporkan kau pada Rasulullah.” Ancam Abu Hurairah.Mendengar ancaman Abu Hurairah, pencuri itu pun takut sambil merengek minta belas kasihan. “Aku ini orang miskin, banyak anggota keluarga yang menjadi beban tanggunganku. Sementara ini aku sangat membutuhkan makanan untuk mereka.”
Karena merasa kasihan, lalu pencuri itu dilepaskannya. Keesokan harinya dia laporkan kejadian semalam pada Rasulllah yang kemudian menanyainya,”Apa yang dilakukan tawananmu semalam,hai Abu Hurairah??”. Dijawab oleh Abu Hurairah,”Ia mengeluh Yaa Rasulullah, ia berkata kalau dirinya keluarga miskin dan keluarga yang harus ditanggungnya sangat butuh makanan. Dan karena aku merasa kasihan, aku membebaskannya.”
“Sesungguhnya dia itu pembohong, lihatlah nanti malam dia akan kembali”,kata Nabi. Karena itu, penjagaan pun lebih ditingkatkan lagi. Dan benarlah kata Nabi, pencuri itu kembali beraksi. Akan tetapi kali ini pencuri ditangkap lagi oleh Abu Hurairah sendiri.
“Akan kulaporkan kau pada Rasulullah”, ancam Abu Hurairah seperti malam sebelumnya. Dan sekali lagi pencuri itu pun meminta belas kasihan,”Aku ini orang miskin dan keluarga yang menjadi tanggunganku sangat butuh bahan makanan. Aku berjanji besok aku tak akan kembali lagi ke sini.”Rupanya Abu Hurairah tersentuh perasaannya mendengar keluhan pencuri itu. Lalu diampuninya, apalagi dia telah berjanji. Abu Hurairah pun kembali menceritakan kejadian semalam.Beliau pun menanyai hal yang sama seperti kemarin. Setelah mendapat jawaban yang sama, Nabi menegaskan bahwa pencuri itu berbohong dan akan kembali lagi seperti yang sudah-sudah.
Pada malam berikutnya, Abu Hurairah benar-benar waspada dan bertekad akan menawannya. Ia sungguh telah merasa geram karena dipermainkan pencuri kelas teri.Ketika malam semakin larut, tiba2 ada bayangan hitam menuju gudang zakat. Ia bergumam apa yang dikatakan Rasulullah terbukti kembali. Dengan hati-hati ia dekati pencuri itu dan ia pun berhasil menangkapnya kembali.“Kali ini kau pasti akan kulaporkan pada Rasulullah. Aku tidak mau lagi kau perdaya karena sudah dua kali kau membohongiku.”,gertak Abu Hurairah dengan tegas. Pencuri itu memohon kembali, namun sia-sia saja. Abu Hurairah teguh pada pendiriannya. Dengan putus asa sang pencuri pun berkata,”Tolonglah, engkau lepaskan aku. Nanti tuan akan saya ajari sesuatu yang sangat berharga.”
Karena tertarik pada tawaran sang pencuri, ia pun bertanya,”Sesuatu apakah yang akan kau ajarkan padaku??”.Pencuri pun menjawab,”Apabila tuan hendak tidur, maka bacalah ayat kursi. Niscaya tuan akan dijaga oleh ALLAH dan tidak ada satu setan pun yang berani mengusik tuan hingga pagi.” Akhirnya pencuri pun dilepaskannya, tampaknya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya daripada nalurinya sebagai penjaga gudang.
Esok hari ia laporkan kejadian semalam pada Rasulullah. Beliau pun bertanya apa yang telah diajarkan sang pencuri pada Abu Hurairah. Ia pun menjawab,”Katanya, jikalau aku hendak tidur, maka aku disuruhnya membaca ayat kursi. Dengan begitu, ALLAH akan menjagaku sampai pagi dan tak ada setan yang berani mengusik tidurku.” Rasulullah menanggapinya seraya berkata,”Pencuri itu telah berkata benar, meskipun ia sebenarnya seorang pembohong.” Lalu lanjut Beliau,”Tahukah kau wahai Abu Hurairah, siapa sebenarnya sosok pencuri yang kau tangkap tiap malam itu??”
Abu Hurairah yang memang tak tahu menahu tentang hal itu balik bertanya,”Siapa wahai Rasulullah??”. Rasulullah menerangkan,”Dia adalah iblis yang menyerupai wujud seorang laki-laki.”
FIQIH
RAMALAN BINTANG
Menurut Dr. Yusuf Qaradhawi, cendikiawan muslim asal Doha, Qatar, ramalan bintang (astrologi/horoskop) adalah ilmu reka-rekaan orang yang menghubung-hubungkan pergerakan atau perubahan perbintangan dalam sistem tata surya dengan nasib atau sesuatu yang akan terjadi kemudian dalam kehidupan manusia. Tujuan ramalan bintang yang notabene untuk mengetahui perkara gaib merupakan ilmu jahiliyah yang jelas. Jelas ditolak oleh Islam. Menurut Islam, bintang-bintang itu tidak lain hanyalah sebagian dari makhluk Allah SWT yang tundak akan sunnah-Nya.
Dalam istilah Arab, ramalan bintang sama dengan ilmu nujum. Ilmu nujum yang didasarkan pada tanggal kelahiran merupakan ide jahiliyah yang tidak didukung oleh dalil naqli (wahyu), aqli (rasio), dan Iptek.
Oleh karena itu, orang yang mempercayai Ramalan Bintang sebagai sesuatu yang benar, maka dia termasuk orang yang kufur. Lebih parah lagi bagi orang yang menekuni atau mencoba-coba mempelajari bidang ini.
“Barang siapa mendatangi ahli nujum (dukun/paranormal) kemudian ia mempercayai terhadap apa-apa yang diucapkan, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.” (Al Qur’an dan Sunah) (HR. AL Bazzar)
So, Islam melarang umatnya mempercayai ramalan yang tidak didasarkan pada dalil wahyu, akal sehat maupun Iptek. Sesungguhnya, perkara ajaib mutlak utusan Allah. Nabi Muhammad saja tidak tahu tentang perkara gaib.
Persoalan nasib, jodoh, rezeki, mati dan hari baik itu yang tahu hanyalah Allah. Manusia diberi kesempatan oleh Allah untuk merencanakan dan berusaha semaksimal mungkin agar mendapatkan hasil yang terbaik. Itu artinya, kita bisa merancang masa depan nasib, jodoh, rezeki-kecuali mati- dengan kemampuan yang baik pula. Kalau sudah berusaha maksimal, baru tawakal kepada Allah.
Gimana dengan kamu? Pilih PD atau Ramalan Bintang? Kalau mau PD dan membekali kemampuan dalam menghadapi masa depan, isnya Allah akan sukses.
Menurut Dr. Yusuf Qaradhawi, cendikiawan muslim asal Doha, Qatar, ramalan bintang (astrologi/horoskop) adalah ilmu reka-rekaan orang yang menghubung-hubungkan pergerakan atau perubahan perbintangan dalam sistem tata surya dengan nasib atau sesuatu yang akan terjadi kemudian dalam kehidupan manusia. Tujuan ramalan bintang yang notabene untuk mengetahui perkara gaib merupakan ilmu jahiliyah yang jelas. Jelas ditolak oleh Islam. Menurut Islam, bintang-bintang itu tidak lain hanyalah sebagian dari makhluk Allah SWT yang tundak akan sunnah-Nya.
Dalam istilah Arab, ramalan bintang sama dengan ilmu nujum. Ilmu nujum yang didasarkan pada tanggal kelahiran merupakan ide jahiliyah yang tidak didukung oleh dalil naqli (wahyu), aqli (rasio), dan Iptek.
Oleh karena itu, orang yang mempercayai Ramalan Bintang sebagai sesuatu yang benar, maka dia termasuk orang yang kufur. Lebih parah lagi bagi orang yang menekuni atau mencoba-coba mempelajari bidang ini.
“Barang siapa mendatangi ahli nujum (dukun/paranormal) kemudian ia mempercayai terhadap apa-apa yang diucapkan, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.” (Al Qur’an dan Sunah) (HR. AL Bazzar)
So, Islam melarang umatnya mempercayai ramalan yang tidak didasarkan pada dalil wahyu, akal sehat maupun Iptek. Sesungguhnya, perkara ajaib mutlak utusan Allah. Nabi Muhammad saja tidak tahu tentang perkara gaib.
Persoalan nasib, jodoh, rezeki, mati dan hari baik itu yang tahu hanyalah Allah. Manusia diberi kesempatan oleh Allah untuk merencanakan dan berusaha semaksimal mungkin agar mendapatkan hasil yang terbaik. Itu artinya, kita bisa merancang masa depan nasib, jodoh, rezeki-kecuali mati- dengan kemampuan yang baik pula. Kalau sudah berusaha maksimal, baru tawakal kepada Allah.
Gimana dengan kamu? Pilih PD atau Ramalan Bintang? Kalau mau PD dan membekali kemampuan dalam menghadapi masa depan, isnya Allah akan sukses.
NISA’
KEWAJIBAN WANITA DALAM PENDIDIKAN
Assalamu’alaikum . . . sobat karisma!!??
Ukhti. . . apakah antunna sudah merasa memiliki ilmu yang cukup untuk menghadapi dunia ini??? Dunia yang penuh dengan masalah, tanpa ilmu kita tidak dapat menyelesaikan masalah itu dengan baik!
Sobat karisma. . . kaum wanita (akhwat) berhak untuk mendapatkan pengajaran dan pendidikan.
Pada zaman jahiliyah kaum wanita tidaklah boleh keluar rumah, mereka tidak tahu akan kemajuan zamannya, mereka tidak boleh mengenyam pendidikan di luar rumahnya. Setelah Islam datang Rasulullah memproklamirkan akan risalah yang dibawanya. Di antaranya yang diplokamirkan ialah untuk belajar. Dengan belajar seseorang akan mengerti sesuatu yang dicarinya, dengan belajar akan terbukalah wawasan luas alam pikirannya, dengan belajar mereka akan mengetahui akan hakikat dirinya yang sebenarnya, dan pada akhirnya dengan belajar seseorang akan mengetahui siapa sebenarnya yang menciptakan dirinya & alam sekitarnya.
Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Abdilbar : “THOLABUL ‘ILMI FARIDDLOTUL ‘ALLA KULLI MUSLIMIN WA MUSLIMAT” artinya : “menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim laki-laki & muslim perempuan.
Berangkat dari sabda Rasulullah SAW yang sudah beratus-ratus tahun silam, bangsa kita Indonesia khususnya telah mencanangkan gerakan wajib belajar pada usia 7 tahun.
Kita sekarang hidup di zaman modern, serba canggih. Untuk bisa mengimbangi kita dituntut memiliki pengetahuan & berwawasan luas. Dengan berbekal ilmu pengetahuan yang tinggi & kecerdasan akal pikiran, maka kini kaum wanita banyak yang menduduki pos-pos yang terpenting dalam roda kehidupan berwarga negara ini, misalnya kini kita jumpai adanya menteri perempuan, dokter perempuan, presiden perempuan bahkan ada perempuan yang baik ke bulan. Memang Allah memberi penghargaan kepada orang-orang yang berpengetahuan ini dengan derajat/pangkat yang tinggi.
Dalam surat Al-Mujadalah ayat 11, Allah berfirman : “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman & orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” Dalam surat Az Zumar ayat 9 Allah berfirman : “. . . katakanlah (hai Muhammad). Adakah sama orang-orang yang mengetahui ndengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.”
Tuh khan ukhti. . . apa yang menghalangi kita untuk tidak belajar & menuntut ilmu, menuntut ilmu itu wajib bagi perempuan juga laki-laki. Nah. . . maka dari ayo donk kita tingkatin semangat kita tuk belajar jangan malah bolos sekolah. . . maen ke sana kemari yang tidak ada manfaatnya. . . mending baca buku biar luas wawasan kita sobat!!!
OK!!! Buat sobat Karisma semuanya met belajat & menuntut ilmu. GOOD LUCK!!!
Wassalamu’alaikum . . .
Assalamu’alaikum . . . sobat karisma!!??
Ukhti. . . apakah antunna sudah merasa memiliki ilmu yang cukup untuk menghadapi dunia ini??? Dunia yang penuh dengan masalah, tanpa ilmu kita tidak dapat menyelesaikan masalah itu dengan baik!
Sobat karisma. . . kaum wanita (akhwat) berhak untuk mendapatkan pengajaran dan pendidikan.
Pada zaman jahiliyah kaum wanita tidaklah boleh keluar rumah, mereka tidak tahu akan kemajuan zamannya, mereka tidak boleh mengenyam pendidikan di luar rumahnya. Setelah Islam datang Rasulullah memproklamirkan akan risalah yang dibawanya. Di antaranya yang diplokamirkan ialah untuk belajar. Dengan belajar seseorang akan mengerti sesuatu yang dicarinya, dengan belajar akan terbukalah wawasan luas alam pikirannya, dengan belajar mereka akan mengetahui akan hakikat dirinya yang sebenarnya, dan pada akhirnya dengan belajar seseorang akan mengetahui siapa sebenarnya yang menciptakan dirinya & alam sekitarnya.
Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Abdilbar : “THOLABUL ‘ILMI FARIDDLOTUL ‘ALLA KULLI MUSLIMIN WA MUSLIMAT” artinya : “menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim laki-laki & muslim perempuan.
Berangkat dari sabda Rasulullah SAW yang sudah beratus-ratus tahun silam, bangsa kita Indonesia khususnya telah mencanangkan gerakan wajib belajar pada usia 7 tahun.
Kita sekarang hidup di zaman modern, serba canggih. Untuk bisa mengimbangi kita dituntut memiliki pengetahuan & berwawasan luas. Dengan berbekal ilmu pengetahuan yang tinggi & kecerdasan akal pikiran, maka kini kaum wanita banyak yang menduduki pos-pos yang terpenting dalam roda kehidupan berwarga negara ini, misalnya kini kita jumpai adanya menteri perempuan, dokter perempuan, presiden perempuan bahkan ada perempuan yang baik ke bulan. Memang Allah memberi penghargaan kepada orang-orang yang berpengetahuan ini dengan derajat/pangkat yang tinggi.
Dalam surat Al-Mujadalah ayat 11, Allah berfirman : “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman & orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” Dalam surat Az Zumar ayat 9 Allah berfirman : “. . . katakanlah (hai Muhammad). Adakah sama orang-orang yang mengetahui ndengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.”
Tuh khan ukhti. . . apa yang menghalangi kita untuk tidak belajar & menuntut ilmu, menuntut ilmu itu wajib bagi perempuan juga laki-laki. Nah. . . maka dari ayo donk kita tingkatin semangat kita tuk belajar jangan malah bolos sekolah. . . maen ke sana kemari yang tidak ada manfaatnya. . . mending baca buku biar luas wawasan kita sobat!!!
OK!!! Buat sobat Karisma semuanya met belajat & menuntut ilmu. GOOD LUCK!!!
Wassalamu’alaikum . . .
Ensiklopedi
Bintang IndiA Shakhrukh Khan main film lawan Islamofobia
Enam orang ditangkap. Mereka dituduh berencana melakukan aksi terror di sejumlah bandara internadsional,Enam tahun pasca tragedy WTC .Tapi alasan penangkapan itu adalah karena mereka muslim. Dan memiliki nama seorang muslim yang kemudian memunculkan kecurigaan petugas imigrasi dan keamanan di bandara.
Tunggu dulu,…Tulisan di atas bukan fakta tapi hanya episode awal film India berjudul “My Name is Khan”. Film ini menampilkan fenomena islamofobia dan sikap rasialis yang dialami kaum muslimin pasca tragedy WTC. Film ini akan diputar pada awal tahun depan di layer lebar Bollywood.
Dalam keterangan pers yang dikutip harian Mombay terbitan India, pemeran utama film ini adalah Shakhrukh Khan. Menurutnya ia sangat menghayati sekali saat memainkan peran di film ini. Sebabnya dia mengatakan,”Karena memang setiap kali saya tiba di bandara London, Saya mengalami pemeriksaan ekstra,setelah mereka mengetahui nama saya.”
Di banyak bandara, tambah Khan, cukup karena memiliki nama seorang muslim, bisa dituduh berencana melakukan terror. Menurut organisasi HAM, perlakuan rasis yang menimpa umat islam pasca traged WTC menyebabkan sekitar 500 orang wisatawan islam dilarang memasuki wilayah AS setiap hari. Dan pelarangan itu bisa saja karena dugaan yang belum terbukti.
Khan, bintang film India yang sudah main di lebih dari 50 film mengatakan, ,”Sebelum peristiwa WTC, ia sangat mudah memasuki negara Eropa dengan hanya menyebutkan nama saja.Bahkan seringkali ada orang yang menawarkan ingin membawa koper saya Tapi hari ini, saya mendapat pemeriksaan ketat hanya karena nama saya.Dan tak satu pun orang sukarela mengangkat koper saya.”
Menurut Khan lagi, peristiwa seperti itu tidak akan dialami di bandara India. Meskipun negara sekuler, tambahnya, India tak menetapkan kebijakan rasis seperti itu.Semua pengalaman itulah yang memunculkan inspirasi filmnya yang paling baru. Karena semua peristiwaitu terkait dengan namanya yang berbau islam. Maka jadilah film itu. Berjudul “My Name is Khan”
Enam orang ditangkap. Mereka dituduh berencana melakukan aksi terror di sejumlah bandara internadsional,Enam tahun pasca tragedy WTC .Tapi alasan penangkapan itu adalah karena mereka muslim. Dan memiliki nama seorang muslim yang kemudian memunculkan kecurigaan petugas imigrasi dan keamanan di bandara.
Tunggu dulu,…Tulisan di atas bukan fakta tapi hanya episode awal film India berjudul “My Name is Khan”. Film ini menampilkan fenomena islamofobia dan sikap rasialis yang dialami kaum muslimin pasca tragedy WTC. Film ini akan diputar pada awal tahun depan di layer lebar Bollywood.
Dalam keterangan pers yang dikutip harian Mombay terbitan India, pemeran utama film ini adalah Shakhrukh Khan. Menurutnya ia sangat menghayati sekali saat memainkan peran di film ini. Sebabnya dia mengatakan,”Karena memang setiap kali saya tiba di bandara London, Saya mengalami pemeriksaan ekstra,setelah mereka mengetahui nama saya.”
Di banyak bandara, tambah Khan, cukup karena memiliki nama seorang muslim, bisa dituduh berencana melakukan terror. Menurut organisasi HAM, perlakuan rasis yang menimpa umat islam pasca traged WTC menyebabkan sekitar 500 orang wisatawan islam dilarang memasuki wilayah AS setiap hari. Dan pelarangan itu bisa saja karena dugaan yang belum terbukti.
Khan, bintang film India yang sudah main di lebih dari 50 film mengatakan, ,”Sebelum peristiwa WTC, ia sangat mudah memasuki negara Eropa dengan hanya menyebutkan nama saja.Bahkan seringkali ada orang yang menawarkan ingin membawa koper saya Tapi hari ini, saya mendapat pemeriksaan ketat hanya karena nama saya.Dan tak satu pun orang sukarela mengangkat koper saya.”
Menurut Khan lagi, peristiwa seperti itu tidak akan dialami di bandara India. Meskipun negara sekuler, tambahnya, India tak menetapkan kebijakan rasis seperti itu.Semua pengalaman itulah yang memunculkan inspirasi filmnya yang paling baru. Karena semua peristiwaitu terkait dengan namanya yang berbau islam. Maka jadilah film itu. Berjudul “My Name is Khan”
Tentara Israel:Kami Tuhan yang Bisa Berbuat Apa Pun Terhadap Orang Palestina
Disebabkan media2 besar dunia, juga nyaris seluruh kantor berita internasional, dikusai jaringan Zionis internasional, maka kekejaman dan kebiadaban tentara Zionis-Israel tidak diketahui banyak orang.Termasuk bagaimana cara dan perasaan tentara penjajah ini saat menyiksa warga Palestina, baik itu bayi dan anak2 kecil, para gadis dan para muslimah, dsb.
Sebuah foto dimuat dalam situs Kavkazcenter.com. Situs perjuangan mujahidin Cechnya ini pada hari Kamis(25/10) pukul 12.51, waktu Cechnya merilis sebuah foto yang sangat menyesakkan dada di mana seorang muslim akhwat Palestina sedang dikeroyok tidak kurang dari 3 tentara Israel dan tangnan si muslimah tersebut sedang digigit anjing besar yang dibawa oleh para biadab tersebut.
Terkait hal itu, Harian Observer(21/10) memuat kesaksian seorang psikolog Klinik Universitas Hebrew bernama Nufar-Yishai Karin. Psikolog tersebut memeriksa dan mewawancarai 18 tentara Zionis Israel yang banyak bertugas di daerah pendudukan. ”Mereka banyak yang mengaku senang bisa menyiksa orang2 tersebut.”
Beberapa jawaban yang disampaikan tentara Zionis kepada Psikolog sungguh sangat memprihatinkan. Dan memperlihatkan bahwa mereka memang bukan manusia, namun makhluk biadab yang justru jauh lebih kejam daripada iblis terkejam di jagad ini. Inilah sebagian kutipannya :
“Menyiksa mereka seperti minum anggur yang lezat…”
“Jika saya ditugaskan ke Rafah atau daerah yang mana banyak Orang Palestinanya dan tak menyiksa mereka, sepekan saja, maka saya merasakan badan ini kurang sehat.”
Beberapa tentara Israel bahkan mengakui bahwa menyiksa orang Palestina ini merupakan bagian dari keimanan mereka.
Kamu akan merasa kamu adalah hukum itu sendiri. Kamu adalah hukum. Kamu bebas untuk berbuat apa saja, bahkan terhadap anak2 kecil dan tentu saja perempuan muda….”
“Saya pernah melakukan yang amat saya suka. Seorang pemuda Palestina saya tendang kemaluannya. Saya pecahkan, hingga dia tidak akan pernah punya anak.” Seorang tentara Israel lainnya dengan bangga bercerita bagaimana dia menyiksa seorang muslimah Palestina,” Saya pukul wajahnya dengan gagang senjata ini hingga hancur dan dia tidak bisa lagi meludahi saya sampai kapanpun…”
Yang lain berkata,” Kami sedang patroli di Rafah. Tidak ada anjing2 di jalanan, yang ada hanya seorang bocah kecil tengah bermain dengan pasir. Dia sedang membuat rumah dari pasir. Teman kami mulai membidikkan senjatanya,tapi komandan kami melarang dan berkata,’Jangan, dia hanya anak2. Tidak perlu ditembak. Patahkan saja leher atau tulang rusuknya.’ Lalu kami hampiri dia dan mematahkan tulang-tulangnya. Kami pergi meninggalkan anak itu…”
Sebuah foto dimuat dalam situs Kavkazcenter.com. Situs perjuangan mujahidin Cechnya ini pada hari Kamis(25/10) pukul 12.51, waktu Cechnya merilis sebuah foto yang sangat menyesakkan dada di mana seorang muslim akhwat Palestina sedang dikeroyok tidak kurang dari 3 tentara Israel dan tangnan si muslimah tersebut sedang digigit anjing besar yang dibawa oleh para biadab tersebut.
Terkait hal itu, Harian Observer(21/10) memuat kesaksian seorang psikolog Klinik Universitas Hebrew bernama Nufar-Yishai Karin. Psikolog tersebut memeriksa dan mewawancarai 18 tentara Zionis Israel yang banyak bertugas di daerah pendudukan. ”Mereka banyak yang mengaku senang bisa menyiksa orang2 tersebut.”
Beberapa jawaban yang disampaikan tentara Zionis kepada Psikolog sungguh sangat memprihatinkan. Dan memperlihatkan bahwa mereka memang bukan manusia, namun makhluk biadab yang justru jauh lebih kejam daripada iblis terkejam di jagad ini. Inilah sebagian kutipannya :
“Menyiksa mereka seperti minum anggur yang lezat…”
“Jika saya ditugaskan ke Rafah atau daerah yang mana banyak Orang Palestinanya dan tak menyiksa mereka, sepekan saja, maka saya merasakan badan ini kurang sehat.”
Beberapa tentara Israel bahkan mengakui bahwa menyiksa orang Palestina ini merupakan bagian dari keimanan mereka.
Kamu akan merasa kamu adalah hukum itu sendiri. Kamu adalah hukum. Kamu bebas untuk berbuat apa saja, bahkan terhadap anak2 kecil dan tentu saja perempuan muda….”
“Saya pernah melakukan yang amat saya suka. Seorang pemuda Palestina saya tendang kemaluannya. Saya pecahkan, hingga dia tidak akan pernah punya anak.” Seorang tentara Israel lainnya dengan bangga bercerita bagaimana dia menyiksa seorang muslimah Palestina,” Saya pukul wajahnya dengan gagang senjata ini hingga hancur dan dia tidak bisa lagi meludahi saya sampai kapanpun…”
Yang lain berkata,” Kami sedang patroli di Rafah. Tidak ada anjing2 di jalanan, yang ada hanya seorang bocah kecil tengah bermain dengan pasir. Dia sedang membuat rumah dari pasir. Teman kami mulai membidikkan senjatanya,tapi komandan kami melarang dan berkata,’Jangan, dia hanya anak2. Tidak perlu ditembak. Patahkan saja leher atau tulang rusuknya.’ Lalu kami hampiri dia dan mematahkan tulang-tulangnya. Kami pergi meninggalkan anak itu…”
INFO
Hukum Rajam : Kejam…?
Bro, dah pada tahu kan kalo dalam hukum Islam itu, orang yang berzina musti dirajam? Sepintas… kaya’ yang kejam gitu loh. Tapi ternyata ada sebab-sebabnya yang bisa dilihat secara ilmiah gitu lho…
Begini ceritanya : Badan manusia tuh setiap saat ngeluarin sel-sel darah putih atau antibiotic yang dapat melawan penyakit. Dan sel-sel ini terdapat di dalam tulang belakang, berdekatan dengan sumsum tulang manusia.
Lelaki yang belom menikah, dia akan dapat mengeluarkan beribu-ribu sel ini, sedangkan lelaki yang sudah menikah hanya dapat mengeluarkan 10 unit sel ini sehari. Sebabnya ialah, karena sel-sel lain akan hilang karena (sorry neh…?) hubungan suami istri. So… jelaslah bila lelaki yang belum menikah di dapati salah karena zina, hendaklah dicambuk sebanyak cepek kali alias 100 kali (bayangin aja, 100 kali?). Ini adalah apabila dia dicambuk di belakangnya, suatu hukuman tentang kesakitan itu akan mengakibatkan atau membuahkan penghasilan beribu sel antibiotic yang dapat melawan virus HIV-AIDS. Jika virus itu sekiranya udah ada dibadannya, nah…boleh dipercaya boleh ngga’ (tapi, mending percaya aja deh!?) kalo dengan itu, dapatlah antibiotic melawan virus HIV itu.Tetapi jika lelaki itu sudah menikah walaupun dicambuk 100 kali, ia akan tetap menghasilkan 10 unit antibody saja. Jadi dengan itu hukumannya dirajam hingga mati agar ia tidak dapat merebakkan virus HIV itu. Subhanallah, sungguh bener-bener hukum agama kita itu juga komprehensif dengan ilmu kesehatan
Bro, dah pada tahu kan kalo dalam hukum Islam itu, orang yang berzina musti dirajam? Sepintas… kaya’ yang kejam gitu loh. Tapi ternyata ada sebab-sebabnya yang bisa dilihat secara ilmiah gitu lho…
Begini ceritanya : Badan manusia tuh setiap saat ngeluarin sel-sel darah putih atau antibiotic yang dapat melawan penyakit. Dan sel-sel ini terdapat di dalam tulang belakang, berdekatan dengan sumsum tulang manusia.
Lelaki yang belom menikah, dia akan dapat mengeluarkan beribu-ribu sel ini, sedangkan lelaki yang sudah menikah hanya dapat mengeluarkan 10 unit sel ini sehari. Sebabnya ialah, karena sel-sel lain akan hilang karena (sorry neh…?) hubungan suami istri. So… jelaslah bila lelaki yang belum menikah di dapati salah karena zina, hendaklah dicambuk sebanyak cepek kali alias 100 kali (bayangin aja, 100 kali?). Ini adalah apabila dia dicambuk di belakangnya, suatu hukuman tentang kesakitan itu akan mengakibatkan atau membuahkan penghasilan beribu sel antibiotic yang dapat melawan virus HIV-AIDS. Jika virus itu sekiranya udah ada dibadannya, nah…boleh dipercaya boleh ngga’ (tapi, mending percaya aja deh!?) kalo dengan itu, dapatlah antibiotic melawan virus HIV itu.Tetapi jika lelaki itu sudah menikah walaupun dicambuk 100 kali, ia akan tetap menghasilkan 10 unit antibody saja. Jadi dengan itu hukumannya dirajam hingga mati agar ia tidak dapat merebakkan virus HIV itu. Subhanallah, sungguh bener-bener hukum agama kita itu juga komprehensif dengan ilmu kesehatan
TAKON (TAnya KONsultasi)
Pertanyaan :
Apa maksud dari ta’wil dan apa tujuannya?
Jawaban :
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Ta’wil ialah pemahaman atau pemberian pengertian atas fakta-fakta tekstual dari sumber-sumber suci (Al Qur’an dan Al Sunnah) sedemikian rupa, sehingga yang diperlihatkan bukanlah makna lahiriyah kata-kata pada teks sumber suci itu, tapi pada “makna dalam” (batin, inward meaning) yang dikandungnya. Metode serupa ini (ta’wil) telan muncul sejak masa-masa diri sejarah Islam (jika tidak malah sejak masa Rasul Allah SAW sendiri, sebagaimana dikatakan kalangan Islam tertentu).
Karena itu persoalan interpretasi metamorfosis, mempunyai saham cukup besar dalam timbulnya perselisihan di kaum muslim.
Maka salah satu tujuan tulisan ini ialah menumbuhkan keinsyafan tentang bibit-bibit perselisihan paham dalam Islam, so qita harus tau/bisa menempatkan diri dalam kancah perselisihan itu secara adil.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Bila ada pertanyaan yang menyangkut agama bisa hubungi nomor 085642230112.
Apa maksud dari ta’wil dan apa tujuannya?
Jawaban :
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Ta’wil ialah pemahaman atau pemberian pengertian atas fakta-fakta tekstual dari sumber-sumber suci (Al Qur’an dan Al Sunnah) sedemikian rupa, sehingga yang diperlihatkan bukanlah makna lahiriyah kata-kata pada teks sumber suci itu, tapi pada “makna dalam” (batin, inward meaning) yang dikandungnya. Metode serupa ini (ta’wil) telan muncul sejak masa-masa diri sejarah Islam (jika tidak malah sejak masa Rasul Allah SAW sendiri, sebagaimana dikatakan kalangan Islam tertentu).
Karena itu persoalan interpretasi metamorfosis, mempunyai saham cukup besar dalam timbulnya perselisihan di kaum muslim.
Maka salah satu tujuan tulisan ini ialah menumbuhkan keinsyafan tentang bibit-bibit perselisihan paham dalam Islam, so qita harus tau/bisa menempatkan diri dalam kancah perselisihan itu secara adil.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Bila ada pertanyaan yang menyangkut agama bisa hubungi nomor 085642230112.
DIK RISMA
Sehabis melaksanakan sholat Dhuhur Dik Risma pergi ke kamar untuk mengerjakan PR dan tugas yang diberikan oleh Bu Guru di sekolah. Selang 2 jam Dik Risma keluar kamar dan duduk di depan TV sambil memainkan tombol remote TVnya. Tak lama Kak Afwan datang.
“Dik kok siang-singan cuma bengong? Keluar sana supaya dapat pelajaran!”
“Eh, Kak Afwan. Nggak ah Kak. Tadi saya sudah belajar. Dan yang namanya belajar ya di sekolah kan kak?”
Kak Afwan duduk disamping Dik Risma berkata sambil tersenyum. “Aduh ne Dik Risma belum paham ya?. . Gini, belajar/menerima pelajaran itu tidak cuma di sekolah saja!”
“Maksudnya Kak?!!” ujar Dik Risma tambah bingung.
“Dik Risma pernah mendengar kan pepatah “pengalaman itu adalah guru yang paling berharga”. Jadi misalnya Dik Risma itu tidak pernah mencari pengalaman dengan orang lain di luar yang salah satunya pelajaran yang dapat diambil adalah bersosialisasi dengan orang lain dan hanya mengandalkan sekolah sebagai tempat mendapatkan/mencari ilmu itu salah! Memang sekolah adalah ladang ilmu tapi itu sama saja Dik Risma mendapat teori dan tidak melaksanakan prakteknya, hal tersebut dapat dinamakan menyembunyikan!” ujar Kak Afwan panjang.
“Menyembunyikan, apa Kak?”
“Ya menyembunyikan ilmu yang sudah Dik Risma punya. Dan itu dapat menyebabkan dosa!”
“Oh gitu Kak. . .!” syukron ya kak, sekarang ya Kak, sekarang Dik Risma mengerti!”
“Sama-sama dik. . . . !” ya udah ya ne Kak Afwan mau pergi ikutan Karang Taruna! Dik Risma mau ikut apa tidak?”
“Ikut. . .!”
Semoga Dik Risma bisa mendapatkan pelajaran dan ilmu yang banyak dan baik ya!”
Amien. . .
“Dik kok siang-singan cuma bengong? Keluar sana supaya dapat pelajaran!”
“Eh, Kak Afwan. Nggak ah Kak. Tadi saya sudah belajar. Dan yang namanya belajar ya di sekolah kan kak?”
Kak Afwan duduk disamping Dik Risma berkata sambil tersenyum. “Aduh ne Dik Risma belum paham ya?. . Gini, belajar/menerima pelajaran itu tidak cuma di sekolah saja!”
“Maksudnya Kak?!!” ujar Dik Risma tambah bingung.
“Dik Risma pernah mendengar kan pepatah “pengalaman itu adalah guru yang paling berharga”. Jadi misalnya Dik Risma itu tidak pernah mencari pengalaman dengan orang lain di luar yang salah satunya pelajaran yang dapat diambil adalah bersosialisasi dengan orang lain dan hanya mengandalkan sekolah sebagai tempat mendapatkan/mencari ilmu itu salah! Memang sekolah adalah ladang ilmu tapi itu sama saja Dik Risma mendapat teori dan tidak melaksanakan prakteknya, hal tersebut dapat dinamakan menyembunyikan!” ujar Kak Afwan panjang.
“Menyembunyikan, apa Kak?”
“Ya menyembunyikan ilmu yang sudah Dik Risma punya. Dan itu dapat menyebabkan dosa!”
“Oh gitu Kak. . .!” syukron ya kak, sekarang ya Kak, sekarang Dik Risma mengerti!”
“Sama-sama dik. . . . !” ya udah ya ne Kak Afwan mau pergi ikutan Karang Taruna! Dik Risma mau ikut apa tidak?”
“Ikut. . .!”
Semoga Dik Risma bisa mendapatkan pelajaran dan ilmu yang banyak dan baik ya!”
Amien. . .
Resensi Buku
ESQ (Emosional Spiritual Quotient) oleh Ary Ginanjar Agustian
ESQ : Emosional Spiritual Quotient
Berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam
Penerbit : Arga (305 hal)
Membaca buku ini, seperti menguak tabir rahasia tentang adanya korelasi yang sangat kuat antara dunia usaha, profesionalisme dan manajemen modern, dalam hubungannya dengan intisari Islam, yaitu Rukun Iman dan Rukun Islam. Pemahaman dan pendalaman kedua unsur inti ini, telah melahirkan sebuah pemikiran baru yang segar yang dinamakan ESQ atau Kecerdasan Emosi dan Spiritual. Penulis buku ini, Ary Ginanjar, adalah seorang pengusaha muda yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal mengenai keagamaan atau psikologi. Ia mendalami bidang keagamaan dengan mandiri melalui metode “kemerdekaan berpikir”. Dalam buku ini, ia berusaha menggabungkan Emotional Intelligence (EQ) yang didasari dengan hubungan antara manusia dengan Tuhannya (SQ), sehingga menghasilkan ESQ : Emosional Spiritual Quotient. Ary Ginanjar memaparkan pemikirannya melalui sebuah ESQ model, yang menggambarkan seluruh pemahaman dan fenomena secara komprehensif. Bermula dari titik fitrah, berlanjut kepada pembangunan prinsip hidup yang membangun mental, hingga ketangguhan social yang dirangkumkan secara berintegrasi.
Buku ini terdiri dari empat bagian yang masing-masing memakarkan mengenai unsur-unsur yang terdapat pada ESQ model. Pada bagian satu (Zero Mind Process-Penjernihan Emosi), penulis mengharapkan pembaca dapat berpikir secara jernih terlepas dari belenggu pemikiran yang selama ini menghalangi kecerdasan emosi manusia. Hasil dari penjernihan emosi ini dinamakan “God-Spot” atau fitrah. Pada bagian kedua (Mental Building), Ary Ginanjar menjelaskan tentang arti pentingnya alam pikiran. Di tahap ini, penulis menjabarkan mengenai cara membangun alam berpikir dan emosi secara sistematis berdasarkan Rukun Iman yang diperkenalkan dengan istilah Enam Prinsip, yaitu:
Star Principle – Prinsip Bintang (Iman kepada Allah)
Angle Principle – Prinsip Matahari (Iman kepada Malaikat)
Leadership Principle – Prinsip Kepemimpinan (Iman kepada Nabi dan Rasul)
Learning Principle – Prinsip Pembelajaran (Iman kepada Al Quran)
Vision Principle – Prinsip Masa Depan (Iman kepada Hari Kemudian)
Well Organized Principle – Prinsip Keteraturan (Iman kepada Ketentuan Allah)
Pada bagian ketiga (Personal Strength-Ketangguhan Pribadi), berisi mengenai penjabaran mengenai tiga langkah pengasahan hati yang dilaksanakan secara berurutan dan sangat sistematis berdasarkan Rukun Islam. Langkah ini dimulai dengan Mission Statement (Dua Kalimat Syahadat), dilanjutkan dengan Character Building (Shalat 5 Waktu) dan diakhiri dengan Self Controling (Puasa). Dengan melakukan tiga langkah ini, pembaca diharapkan dapat memiliki ketangguhan pribadi. Menurut penulis, ketangguhan pribadi perlu diimbangi dengan ketangguhan social yang dapat diwujudkan dengan pembentukan dan pelatihan untuk melakukan sinergi dengan orang lain atau dengan lingkungan sosialnya. Pelatihan yang diberikan dinamakan Strategic Collaboration atau Langkah Sinergi (Zakat) dan Total Action atau Langkah Aplikasi Total (Haji).
Inti dari buku ini adalah untuk menjadi seorang yang sukses, tidak hanya dibutuhkan intelegensi yang tinggi tapi juga kecerdasan emosi yang tidak hanya berorientasi pada hubungan antar manusia semata tapi juga didasarkan pada hubungan manusia dengan Tuhannya. Buku ini mensinergikan kebenaran ajaran Islam dengan penemua ilmiah dan teori-teori dari para pakar ilmu pengetahuan di “Barat”, khususnya ilmuwan di bidang EQ atau kecerdasan emosi.
Buku yang perlu dibaca, tidak hanya oleh kalangan agamawan atau ilmuwan tetapi juga oleh masyarakat umum. Dan hendaknya dijadikan bahan acuan pemikiran dan langkah bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan umat Islam khususnya demi kemajuan bangsa dan Negara secara keseluruhan.
Sumber: Pustaka IPTEKnet
ESQ : Emosional Spiritual Quotient
Berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam
Penerbit : Arga (305 hal)
Membaca buku ini, seperti menguak tabir rahasia tentang adanya korelasi yang sangat kuat antara dunia usaha, profesionalisme dan manajemen modern, dalam hubungannya dengan intisari Islam, yaitu Rukun Iman dan Rukun Islam. Pemahaman dan pendalaman kedua unsur inti ini, telah melahirkan sebuah pemikiran baru yang segar yang dinamakan ESQ atau Kecerdasan Emosi dan Spiritual. Penulis buku ini, Ary Ginanjar, adalah seorang pengusaha muda yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal mengenai keagamaan atau psikologi. Ia mendalami bidang keagamaan dengan mandiri melalui metode “kemerdekaan berpikir”. Dalam buku ini, ia berusaha menggabungkan Emotional Intelligence (EQ) yang didasari dengan hubungan antara manusia dengan Tuhannya (SQ), sehingga menghasilkan ESQ : Emosional Spiritual Quotient. Ary Ginanjar memaparkan pemikirannya melalui sebuah ESQ model, yang menggambarkan seluruh pemahaman dan fenomena secara komprehensif. Bermula dari titik fitrah, berlanjut kepada pembangunan prinsip hidup yang membangun mental, hingga ketangguhan social yang dirangkumkan secara berintegrasi.
Buku ini terdiri dari empat bagian yang masing-masing memakarkan mengenai unsur-unsur yang terdapat pada ESQ model. Pada bagian satu (Zero Mind Process-Penjernihan Emosi), penulis mengharapkan pembaca dapat berpikir secara jernih terlepas dari belenggu pemikiran yang selama ini menghalangi kecerdasan emosi manusia. Hasil dari penjernihan emosi ini dinamakan “God-Spot” atau fitrah. Pada bagian kedua (Mental Building), Ary Ginanjar menjelaskan tentang arti pentingnya alam pikiran. Di tahap ini, penulis menjabarkan mengenai cara membangun alam berpikir dan emosi secara sistematis berdasarkan Rukun Iman yang diperkenalkan dengan istilah Enam Prinsip, yaitu:
Star Principle – Prinsip Bintang (Iman kepada Allah)
Angle Principle – Prinsip Matahari (Iman kepada Malaikat)
Leadership Principle – Prinsip Kepemimpinan (Iman kepada Nabi dan Rasul)
Learning Principle – Prinsip Pembelajaran (Iman kepada Al Quran)
Vision Principle – Prinsip Masa Depan (Iman kepada Hari Kemudian)
Well Organized Principle – Prinsip Keteraturan (Iman kepada Ketentuan Allah)
Pada bagian ketiga (Personal Strength-Ketangguhan Pribadi), berisi mengenai penjabaran mengenai tiga langkah pengasahan hati yang dilaksanakan secara berurutan dan sangat sistematis berdasarkan Rukun Islam. Langkah ini dimulai dengan Mission Statement (Dua Kalimat Syahadat), dilanjutkan dengan Character Building (Shalat 5 Waktu) dan diakhiri dengan Self Controling (Puasa). Dengan melakukan tiga langkah ini, pembaca diharapkan dapat memiliki ketangguhan pribadi. Menurut penulis, ketangguhan pribadi perlu diimbangi dengan ketangguhan social yang dapat diwujudkan dengan pembentukan dan pelatihan untuk melakukan sinergi dengan orang lain atau dengan lingkungan sosialnya. Pelatihan yang diberikan dinamakan Strategic Collaboration atau Langkah Sinergi (Zakat) dan Total Action atau Langkah Aplikasi Total (Haji).
Inti dari buku ini adalah untuk menjadi seorang yang sukses, tidak hanya dibutuhkan intelegensi yang tinggi tapi juga kecerdasan emosi yang tidak hanya berorientasi pada hubungan antar manusia semata tapi juga didasarkan pada hubungan manusia dengan Tuhannya. Buku ini mensinergikan kebenaran ajaran Islam dengan penemua ilmiah dan teori-teori dari para pakar ilmu pengetahuan di “Barat”, khususnya ilmuwan di bidang EQ atau kecerdasan emosi.
Buku yang perlu dibaca, tidak hanya oleh kalangan agamawan atau ilmuwan tetapi juga oleh masyarakat umum. Dan hendaknya dijadikan bahan acuan pemikiran dan langkah bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan umat Islam khususnya demi kemajuan bangsa dan Negara secara keseluruhan.
Sumber: Pustaka IPTEKnet
Mukhasabah
Ilmu
Senjata dunia akhirat
Sobat Karisma yang dimuliakan Allah S.W.T,Apa sih arti hidup bagi antum semua?
Ber-foya2, menghamburkan uang? Menikmati kesenangan yang fana tanpa mengingat Tuhn???Oo…Atau menghabiskan uang yang bisa didapat hanya dengan meminta hanya untuk ber-sms ria saat antum tengah menerima pelajaran???Sungguh sia2 dan betapa akecilnya arti hidup bagi antum.Ingatlah kembali bahwa hidup itu perjuangan di dunia untuk mencapai kebahagiaan di akhirat.Antum memang belum merasakannya saat ini.Tapi sungguh terlalu mereka yang menyia-nyiakan kesempatan mencari ilmu dan menukarnya dengan kesenangan tiada arti.
Padahal, paginya berangkat dan pamit untuk belajar.Namun kenyataan berkata lain.Itukah yang kita lakukan ketika menuntut ilmu?? harus belajar.Tak peduli dengan masa mendatang.Ohh…Kasihan.Sedangkan ora
Sobat Karisma, di zaman modern ini banyak sekali dari kita yang tidak mau ambil pusing dengan masalah ilmu.Capek jika nngtua qta susah-susah cari uang dengan harapan agar anaknya mampu menjadi seseorang dan berbakti pada orang tua, hingga kadang harus terbelit utang.
Menulis di atas batu jauh lebih mudah daripada di atas air.Ayolah,…Kita masih muda, kita dianugrahi ALLAH pikiran yang masih segar dan mampu untuk menerima ilmu dengan mudah.Bandingkan dengan orang tua yang sudah sulit untuk menerima ilmu untuk dicerna di dalam otak.Akankah kita teruskan kebiasaan lama qta yang cenderung menghalangi ilmu untuk masuk di otak qta ini??
Sobat Karisma, bayangkan betapa beratnya kita harus menerima ilmu jika otak qta tidak dibuat mini oleh Sang Pencipta.Beruntunglah otak qta dirangkum dalam bentuk sebesar tempurung kepala qta ini.Sejujurnya, anda telah menyia-nyiakan amanat dari ALLAH jika antum tidak mau mencari ilmu padahal qta telah diberi alatluar biasa semacam itu.
Barang siapa yang mencari ilmu, maka ALLAH akan memudahkan jalannya menuju surga.Sobat Karisma, sadarilah kalau ilmu itu adalah suatu senjata yang bisa digunakan di dunia dan bisa membahagiakan qta di akhirat kelak. Tanpa ilmu, apa yang kelak digunakan untuk memerangi kebodohan??Apa yang kelak membuat ibadah qta jadi bermakna??
Maka dari itu,hargailah waktumu dan manfaatkan ilmumu agar kita selamat dunia akhirat.
Senjata dunia akhirat
Sobat Karisma yang dimuliakan Allah S.W.T,Apa sih arti hidup bagi antum semua?
Ber-foya2, menghamburkan uang? Menikmati kesenangan yang fana tanpa mengingat Tuhn???Oo…Atau menghabiskan uang yang bisa didapat hanya dengan meminta hanya untuk ber-sms ria saat antum tengah menerima pelajaran???Sungguh sia2 dan betapa akecilnya arti hidup bagi antum.Ingatlah kembali bahwa hidup itu perjuangan di dunia untuk mencapai kebahagiaan di akhirat.Antum memang belum merasakannya saat ini.Tapi sungguh terlalu mereka yang menyia-nyiakan kesempatan mencari ilmu dan menukarnya dengan kesenangan tiada arti.
Padahal, paginya berangkat dan pamit untuk belajar.Namun kenyataan berkata lain.Itukah yang kita lakukan ketika menuntut ilmu?? harus belajar.Tak peduli dengan masa mendatang.Ohh…Kasihan.Sedangkan ora
Sobat Karisma, di zaman modern ini banyak sekali dari kita yang tidak mau ambil pusing dengan masalah ilmu.Capek jika nngtua qta susah-susah cari uang dengan harapan agar anaknya mampu menjadi seseorang dan berbakti pada orang tua, hingga kadang harus terbelit utang.
Menulis di atas batu jauh lebih mudah daripada di atas air.Ayolah,…Kita masih muda, kita dianugrahi ALLAH pikiran yang masih segar dan mampu untuk menerima ilmu dengan mudah.Bandingkan dengan orang tua yang sudah sulit untuk menerima ilmu untuk dicerna di dalam otak.Akankah kita teruskan kebiasaan lama qta yang cenderung menghalangi ilmu untuk masuk di otak qta ini??
Sobat Karisma, bayangkan betapa beratnya kita harus menerima ilmu jika otak qta tidak dibuat mini oleh Sang Pencipta.Beruntunglah otak qta dirangkum dalam bentuk sebesar tempurung kepala qta ini.Sejujurnya, anda telah menyia-nyiakan amanat dari ALLAH jika antum tidak mau mencari ilmu padahal qta telah diberi alatluar biasa semacam itu.
Barang siapa yang mencari ilmu, maka ALLAH akan memudahkan jalannya menuju surga.Sobat Karisma, sadarilah kalau ilmu itu adalah suatu senjata yang bisa digunakan di dunia dan bisa membahagiakan qta di akhirat kelak. Tanpa ilmu, apa yang kelak digunakan untuk memerangi kebodohan??Apa yang kelak membuat ibadah qta jadi bermakna??
Maka dari itu,hargailah waktumu dan manfaatkan ilmumu agar kita selamat dunia akhirat.
Subscribe to:
Posts (Atom)