Memaknai Ibadah Sholat Sebagai ‘Masterpiece’ Amal
Sobat karisma yang dimuliakan Allah, Sebagai siswa SMA kita adalah remaja yang berusia beberapa belas tahun. Mungkin, kita baru saja merasakan apa yang namanya remaja. Namun, yang perlu kita ketahui dan perhatikan bersama adalah apakah sejauh ini, ketika kita sebagai mukallaf, dalam sholat merasakan bagaimana khusuknya sholat, walau hanya satu rekaat saja? Merasakan dampak nyata dari sholat kita? Atau sudahkah kita sholat menjadi control dalam setiap tindak-tanduk kita?
Akhi n ukhti sekalian, sholat adalah senjata bagi kita sebagai seorang muslim. Namun, kita jarang memakainya. Sholat adalah pelita ditengah gelapnya malam, namun kita tidak menghiraukan pelita itu dan malah bertahan ditengah gelapnya gulita. Sholat ibarat oase ditengah gurun pasir yang kering dan kerontang, namun kita lebih memilih fatamorgana. Betapa sering kita memaknai sebuah ibadah nan agung itu sebagai sebuah rutinitas belaka, tanpa mengindahkan fadillah akbar yang tersirat didalamnya. Mungkin bahkan, kita belum menjadikan sholat sebagai sebuah sarana berkomunikasi dengan sang khalik, Allah Yang Maha Kuasa.
Sobatku, mungkin untuk sholat tepat pada waktunya saja kita masih sulit. Kita lebih mementingkan urusan dunia. Kita lebih sering memilih yang fana daripada yang abadi. Cobalah merenung sejenak sobat! Hanya menyisihkan waktu 10 menit saja, untuk menetapi seruan-Nya, kita ogah-ogahan. Namun, coba bayangkan betapa banyak nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepada kita. Nafas kita, kesehatan kita, kelapangan kita, harta kita, adalah karunia-Nya. Apakah dengan hanya menyisihkan waktu 10 menit saja, akan membuat kita susah, jatuh miskin, atau mengganggu kehidupan kita.
Kita terlalu durhaka kepada Allah SWT jika berkata demikian. Apakah selalu terbesit dalam pikiran ini bahwa sholat adalah ibadah nan agung yang diperintahkan secara langsung oleh Allah SWT kepada umat Muhammad SAW di Sidratul Muntaha? Apakah kita selalu terngiang dalam telinga kita bahwa sholat adalah amal yang pertama kali dihisap di akhirat kelak? Sobat Karisma, Sholat adalah masterpiece dan pionir dari amal kita. Sholat adalah kunci dari amalan kita, jika sholat kita baik maka sudah barang tentu segala amal kita baik, Begitupun sebaliknya.
Sobat karisma, tidak ada kata terlambat untuk mulai memperhatikan ibadah sholat kita dan tidak ada kata “tidak” untuk menjadikan prinsip bahwa sholat adalah tiang agama kita. Sekarang jugalah saatnya kita ukir di lubuk hati kita bahwa sholat adalah bagian terpenting dari aktivitas kita setiap hari. Jangan tunggu esok, lusa atau menjelang senja. Toh kita tidak tahu kapan kita menutup mata dari kehidupan yang fana ini. Selamat berjuang!!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment