Saturday, September 8, 2007

Info

The Story Of Transfigurasi Lidah Buaya
Hubungan Darah ‘n Lidah Buaya

Alkisah taon 2500SM terjadi peperangan dahsyat di dunia yang banyak memakan korban jiwa. Didaerah pertempuran, transfusi darah sangat, sangat, dan sangat dibutuhkan untuk menolong para prajurit yang kekurangan darah. Darah jadi most wanted thing. Pihak medis tidak bisa menyediakan kantung-kantung darah dalam jumlah banyak, apalagi dalam waktu yang singkat. Mereka sangaaat kebingungan. Sementara itu, para tentara yang terluka terus berjuang ‘n menantikan kedatangan tim medis. Akhirnya tim medis yang ditunggu-tunggu datang, tapi apa yang terjadi????? Para tentara yang terluka tidak diberi transfusi darah, melainkan transfusi ekstrak lidah buaya.
Emang udah ada penelitian kalo ekstrak lidah buaya bisa jadi cairan pengganti darah sementara. Penelitian ini emang belum 100% berhasil. Seenggak-enggaknya, tim peneliti udah nyoba beberapa kali percobaan. Korbannya???? Ya apalagi kalo bukan langganan binatang percobaan, yaitu tikus. Hiks…hiks…kasiyan yach…..
Ø Percobaan pertama, ada 20 ekor tikus yang diambil sebagian darahnya terlebih dahulu. Trus yang 10 ekor tikus dikasih cairan garam, yang 10 lagi dikasih cairan yang mengandung jus lidah buaya. Apa yang terjadi?? Setelah didiemin selama 4 jam, 5 dari 10 ekor tikus yang dikasih cairan garam bisa bertahan, ‘N dipihak laen ada 8 dari 10 ekor tikus yang dikasih cairan jus lidah buaya masih bisa bertahan hidup (Wow...hebat ya...!!)
Ø Percobaan kedua, masih pake tikus (sadis ya!!!). Kali ini ada 29 tikus yang diambil darahnya lebih banyak. Sama juga ada yang dikasih cairan garam, ada yang dikasih jus lidah buaya. And The Fact (walah...) hanya 1 dari 14 tikus yang dikasih cairan garam bisa bertahan hidup. Sementara itu ada 5 dari 15 tikus yang dikasih cairan jus lidah buaya yang bisa bertahan hidup.
Dari dua percobaan ini, akhirnya sampe pada satu kesimpulan, kalo ekstrak lidah buaya bisa bikin darah jadi lebih licin. (So whattt.....???) Karena licin itu, tekanan yang diperlukan darah untuk bergerak melalui pembuluh darah bisa dikurangi, apakah peningkatan kelicinan itu juga bisa meningkatkan resiko pendarahan ???? Itu yang jadi masalah, kenapa percobaan ini belum diterapkan pada tubuh manusia. Walopun begitu, bisa juga menjadi satu alternatif penyembuhan bagi penderita penyakit jantung, stoke, dan diabetes. Penelitian ini masih harus dikembangakan. Siapa yang mau jadi peneliti neeehhh......????

Buta Warna
Semua anjing tu buta warna !!!! (yang bener..???) Insya Allah bener...anjing tu gak bisa ngebedain warna. Hewan ini hanya menggantungkan indera penciumannya untuk membedakan sesuatu. Nah, kalo bagi kucing semua warna adalah kelabu. So...apa ada binatang yang gak buta warna ???? Satu-satunya Cuma ala kulli haal, yang menurut pemikiran Darwin sebagai nenek moyangnya manusia. Siapa dia ??? Yup dia adalah Monyet...

No comments: