Saturday, September 8, 2007

Fiqih

Mengubur Rasa Takabur

Takabbur (sombong) adalah salah satu penyakit hati. Bahaya, dan terlalu bahaya kalau dibilang. Sebab sombong bisa menghalangi kita masuk surga.
“Apakah q-ta sudah menjadi orang yang tawadu’?” Jika jawabnya “ya”, berarti q-ta masih memiliki sifat tersebut. Karena merasa menjadi orang yang tawa’du adalah salah satu bentuk ketakabburan.
Nah, antum dan antunna sekalian, bagaimana cara ampuh menjauhi rasa takabbur? So, look at carefully.
1. Menyadari kedudukan dihadapan Allah. “Siapa saya? Mengapa saya lebih baik dari orang lain?” itulah pertanyaan yang harus sering kita ajukan pada diri kita. Kita hanya berasal dari setetes air mani. Dan Allah juga menyebutkan bahwa manusia di mata Allah sejajar. Jikalau kita memiliki kelebihan, maka itu adalah suatu karunia sekaligus takdir uji keimanan.
2. Ingat Mati. Bukan berarti mengekang untuk beraktivitas. Akan tetapi maksudnya manusia itu punya kelemahan, kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok. Yang kemarin kuat tahu-tahu terbaring lemah tak berdaya di R.S. Manusia tak punya kuasa untuk mengatur takdir mubram.
3. Tawakal. Sudah di bahas di edisi sebelumnya. Segalanya kita pasrahkan kepada Allah namun kita juga wajib berusaha. Tidak mungkin Allah tidak menghargai usaha hamba-Nya. Yakinlah bahwa usaha antum dan antunna akan dibalas, entah cepat atau lambat.
4. Mengusir sebab timbulnya takabbur. Ada tujuh hal penyebab manusia menjadi takabbur, yaitu kekayaan, jabatan, ilmu, ketampanan/kecantikan, bentuk fisik yang sempurna, reputasi, dan pula agama. Mengusirnya bukan berarti menghilangkan karunia yang telah diberikan Allah, namun harus mensyukuri dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah.
5. Meresapi rahasia sujud. Sujud bukan semata-mata rukun sholat yang wajib dilakukan. Lebih dari itu sujud adalah simbol penghambaan kita kepada Allah, menunjukkan bahwa kita hanya bergantung pada-Nya. Menyadari kalau kita sebenarnya tak punya daya selain kekuatan Allah. Orang yang tidak mau bersujud tampak sekali kesombongannya pada Allah.
6. Banyak beramal shaleh. Orang yang suka amar ma’ruf nahi munkar dan mau beramal shaleh selalu mengerti bahwa iblis akan terus menerus menggoda maka dari itu iblis akan sulit mendekati sehingga sifat sombong si iblis akan menular kepada orang tersebut.
Nah itu tadi kiranya langkah-langkah yang tidak rumit dan muda diikuti antum dan atntunna sekalian agar tidak terbawa ketakabburan. Mari kita coba Jazakumullah khairan katsiran.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

No comments: