Perkenalkan! Aku Arism si “Burung Gereja”. Mungkin diantara kalian ada yang sudah menjumpaiku. Aku sering mengunjungi tempat ini, tempat yang mereka sebut Masjid. Lihat….!!! Lagi-lagi wanita yang memakai penutup kepala itu berkumpul dipelataran Masjid ini. Sepertinya mereka sedang bercakap-cakap. Aku jadi penasaran nich…!! Apa sich yang mereka bicarakan, sampai betah banget berlama-lama duduk disana. Ku putuskan untuk terbang dan hinggap lebih dekat dengan posisi mereka, agar aku bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
Berda’wah itu wajib hukumnya bagi setiap muslim, sesuai dengan firman Allah SWT dalam Q.S Ali Imran ayat 104 yang artinya : “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar. Meraka itulah orang-orang yang beruntung.”
“Kita bisa mengumpamakan da’wah dan menuntut ilmu itu seperti makanan, bias bayangin gak?? Kalo kita makan, trus tanpa dikeluarin, wah…wah…! Bisa bulet donk q-ta. Begitu juga kalo dikeluarin terus tanpa ada pemasukan, bias jadi lemes dech tubuh q-ta…!!! Jadi segala sesuatu itu musti seimbang, begitu juga dengan da’wah dan menuntut ilmu,” Jelas salah seorang yang terlihat berbeda warna penutup kepalanya dari yang lain.
“Ukh…. kadang ana mungkin segan berda’wah kepada orang yang lebih tua dari kita, nggak usah jauh-jauh misalnya aja kepada ortu q-ta. Ntar, q-ta dibilang anak ingusan yang sok tau… trus gimana ya Ukh cara menanggapinya?” Tanya salah seorang dari mereka. Wajahnya tampak tak asing lagi bagiku, kalau tidak salah namanya Risma, yup Dik Risma.
“Good question!!! Berda’wah itu memang gampang-gampang susah ya adek-adek. Jangankan ama orang yang lebih tua, sama temen sebaya aja kadang sulit bagi kita untuk menegakkan syariat Islam. Mbak Nurul punya beberapa tips berda’wah ke orang tua q-ta. Pertama, q-ta bisa meletakkan buku yang berhubungan erat dengan tausiyah yang q-ta sampaikan, ditempat ortu kita biasa duduk-duduk santai, misalnya di ruang TV. Cara kedua, berikan alasan-alasan rasional yang sifatnya umum, usahain nggak ngehubung-hubungin dulu ama agama. Ketiga, dengan mencontohkan secara langsung. Jadi, langsung aja dech kita beramal dan memberikan teladan, buktikan aksimu…..!!! Dan yang terakhir q-ta bisa melontarkan opini ke mereka. Usahain senatural mungkin tanpa ada kesan menggurui ‘n pilih suasana yang ngefrend ama mereka. Yah… satu pesen Mbak Nurul, jangan pernah menyerah sebelum mencoba. Keep positive thinking…. OK!!!” jelas Mbak Nurul. Ehmmm…. Yah begitulah wanita berjilbab biru itu membahasakan dirinya.
Belum sempet aku mendengarkan percakapan mereka lebih jauh, ibuku sudah memanggilku. Aku akan mempraktekkan tips-tips tadi ke ibuku. Teman… doakan aku ya…!!!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment