Friday, September 14, 2007

Mutiara Hadits

Diriwayatkan dari Sahl r.a. bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda :

“Di surga ada sebuah pintu bernama Ar Rayyan yang kelak pada hari kiamat akan dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa, tanpa ada seorang pun selain mereka yang memasukinya. Dikatakan pada hari itu “Mana orang-orang yang berpuasa? Maka mereka pun bangkit untuk memasuki pintu itu tanpa seorang pun selain mereka yang memasukinya. Ketika mereka sudah masuk semua pintu itu ditutup dan tidak ada lagi seorang pun yang memasukinya”.

(Hadist Riwayat Al Bukhari)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. dia berkata :

Rasulullah SAW pernah bersabda,” Siapa yang berpuasa tanpa meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta / jelek, maka Allah tidak membutuhkan puasa”.

(Hadist riwayat Al Bukhari)

Info

Mengapa Al Qur’an Berbahasa Arab????


Assalamu’alaikum Wr.Wb

Taw gak se… mengapa Al-Quran Harus Berbahasa Arab?

Setelah periode satu kaum satu nabi dan satu kitab suci serta satu bahasa, pada bagian akhir dari masa kehidupan manusia, Allah SWT berkehendak untuk menyatukan semua bangsa-bangsa di dunia dengan hanya satu nabi, satu kitab suci dan tentunya satu bahasa kitab suci.

Untuk itu diperlukan satu bahasa yang memang punya kapasitas dan karakteristik yang unik, universal, serta istimewa. Cukup satu bahasa saja yang digunakan, namun bahasa ini adalah bahasa yang paling istimewa dari semua sisinya. Baik dari jumlah kosa-katanya, sampai kepada strukturisasi gramatikanya.

Yang pasti, bahasa sebuah kitab suci itu harus punya kemampuan prima dalam penyampaian pesan. Tiap kata yang digunakan benar-benar kata pilihan, gak asal sebut aja. Karena kitab suci itu akan menjadi sumber rujukan syariah sepanjang zaman. So, kata-kata yang digunakan berupa pilihan kata dari bahasa yang sangat sangat kuat sisi bahasanya.

Dan barangkali bahasa selain Arab tidak punya padanannya, sehingga ketika diterjemahkan, akan kehilangan rasa dan kekuatannya.

Emang se.. tiap bahasa punya idiom khas yang gak bisa diterjemahin secara sederhana ke dalam bahasa lain. Tetapi idiom dalam bahasa arab jauh lebih sempurna, banyak, serta bervariasi. Semua menggambarkan perasaan, pemikiran, ekspresi, sikap, pola pikir, budaya, moral, etika, seni dan budaya umat manusia.

Yang juga tidak kalah penting adalah faktor keindahan bahasa itu ketika dibunyikan. Agar jangan sampai kitab suci ini tidak enak didengar telinga, akhirnya just jadi ensiklopedi yang tersusun rapi di rak tanpa pernah disentuh, apalagi dibaca.

Semakin tua usia bahasa maka akan semakin luas kosa kata. Dengan demikian kapasitas bahasa itu untuk menyampaikan pesan menjadi jauh lebih lebar dan luas.

Adapun bahasa Arab uda dikenal sejak zaman nabi Ismail bin Ibrahim As. Bahkan sebagian ahli bahasa berpendapat bahwa nabi Adam sudah berbahasa Arab. Logikanya, karena beliau diciptakan di surga, sedangkan dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa bahasa penduduk surga adalah bahasa Arab. Tentunya sejak masih di surga beliau sudah bercakap-cakap dengan isterinya, Hawwa. Dan ketika keduanya mendarat di muka bumi yang saat itu belum ada makhluk cerdasnya, bahasa Arablah yang digunakan oleh generasi pertama manusia di muka bumi.

Wallahua'lam bishshawab, Wassalamu 'alaikum Wr.Wb.

Mukhasabah

Tak terasa Ramadhan kembali menyapa. Bulan penuh rahmat, kemuliaan, dan penuh ampunan. Namun mari kita renungkan sejenak. Sudahkah qta memanfaatkan semaksimal mungkin bulan Ramadhan kemarin??? Dah sempurnakah ibadah qta???

Sobat Karisma, mungkin selama ini puasa qta hanya sekedar menahan lapar dan dahaga. Makan sahur sebelum subuh, berbuka setelah adzan maghrib berkumandang. Bahkan melakukan serangkaian ibadah bukan karena Allah SWT, why??? mungkin dalam benak hati qta ada perasaan gengsi, takut dicemooh, bahkan hanya ikut-ikutan, Astaghfirullah……..

Akhi dan ukhti yang disayangi Allah, selama ini mungkin kita kurang menyadari betapa besar pahala yang dijanjikan Allah di bulan Ramadhan ini. Misalnya, Allah SWT akan membebaskan qta dari api neraka bahkan Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah qta perbuat, hanya dengan memberikan makanan untuk orang yang hendak berbuka puasa dengan hati yang ikhlas walaupun hanya dengan segelas air putih. Subhanallah….pahala yang sangat besar untuk amalan sekecil itu.

Tak hanya itu saja, masih banyak lagi hikmah-hikmah yang terkandung di bulan Ramadhan. Mulai dari qta mendidik kesabaran qta, sampe qta bias merasakan apa yang saudara-saudara kita yang tak seberuntung qta. Seharusnya qta bersyukur karena Allah masih memberikan kesempatan kepada qta berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan. Bulan yang selalu dinanti-nantikan oleh seluruh umat Islam. Bulan dimana qta diberi kesempatan untuk menyiapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupan kelak diakhirat. Tapi kenapa qta masih saja kurang memaksimalkan kesempatan emas ini, padahal masih banyak orang-orang yang tidak bias menikmati indahnya bulan suci ini.

Nah Sobat, mulai hari ini mari qta niatkan dalam hati, memperbaiki segala amalan di bulan Ramadhan yang masih belum sempurna. Qta jadikan tonggak optimalisasi ibadah dibula-bulan berikutnya. Manfaatkan semaksimal mungkin kesempatan emas ini, janga sia-siakan lagi!!! Karena qta tidak tahu kapan qta dipanggil oleh-Nya. Jangan tunda lagi Sobat, selamat berjuang….

Fiqih

Tiga Cara Bersyukur

''Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'' (QS An Nahl: 18).

Bersyukur merupakan salah satu kewajiban setiap orang kepada Allah. Begitu wajibnya bersyukur, Nabi Muhammad yang jelas-jelas dijamin masuk surga, masih menyempatkan diri bersyukur kepada Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan, Nabi selalu menunaikan shalat tahajud, memohon maghfirah dan bermunajat kepada-Nya. Seusai shalat, Nabi berdoa kepada Allah hingga shalat Subuh.

Bersyukur merupakan salah satu ibadah mulia kepada Allah yang mudah dilaksanakan, tidak banyak memerlukan tenaga dan pikiran. Bersyukur atas nikmat Allah berarti berterima kasih kepada Allah karena kemurahan-Nya. Dengan kata lain, bersyukur berarti mengingat Allah yang Mahakaya, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Penyantun.

Pertama, bersyukur dengan hati nurani. Kata hati alias nurani selalu benar dan jujur. Untuk itu, orang yang bersyukur dengan hati nuraninya sebenarnya tidak akan pernah mengingkari banyaknya nikmat Allah. Dengan detak hati yang paling dalam, kita sebenarnya mampu menyadari seluruh nikmat yang kita peroleh setiap detik hidup kita tidak lain berasal dari Allah. Hanya Allahlah yang mampu menganugerahkan nikmat-Nya.

Kedua, bersyukur dengan ucapan. Lidahlah yang biasa melafalkan kata-kata. Ungkapan yang paling baik untuk menyatakan syukur kita kepada Allah adalah hamdalah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, ''Barangsiapa mengucapkan subhanallah, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca la ilaha illallah, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdulillah, maka baginya 30 kebaikan.''

Ketiga, bersyukur dengan perbuatan, yang biasanya dilakukan anggota tubuh. Tubuh yang diberikan Allah kepada manusia sebaiknya dipergunakan untuk hal-hal yang positif. Ada tujuh anggota tubuh yang harus dimaksimalkan untuk bersyukur. Antara lain, mata, telinga, lidah, tangan, perut, kemaluan, dan kaki. Seluruh anggota ini diciptakan Allah sebagai nikmat-Nya untuk kita. Lidah, misalnya, hanya untuk mengeluarkan kata-kata yang baik, berzikir, dan mengungkapkan nikmat yang kita rasakan. Allah berfirman,


''Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).'' (QS Ad Dhuha : 11).

Teladan dan Hikmah

Al Auza’iy dan Penguasa


Abdullah bin Ali Al Abbasy menaklukkan kota Damaskus. Keangkuhannya bahkan membuatnya tak pernah tersenyum. Dalam sesaat ia membunuh sekitar 36.000 muslim. Baghol dan kuda dikandangkan di dalam Masjid Jami’ Bani Umayyah. Ia duduk dikelilingi banyak orang, kepada para menterinya ia bersuara lantang, “Adakah yang menentangku ?”, tanyanya angkuh. “Tidak!!” jawab para menterinya. “Apakah menurut kalian ada yang mungkin menentangku ?” tanyanya lagi mencari kemungkinan. “Kalaulah ada dialah Al Auza’iy” terka para menteri. “Panggil dia kemari !!” perintahnya.

Para tentara kemudian segera menjemput Al Auza’iy. Ulama karismatik itu tak beranjak dari tempat duduknya. “Abbdullah bin Ali memanggilmu !!” teriak para tentara. “Hasbunallah wabi’mal wakil, tunggu sebentar !” jawabnya penuh percaya hati dan tawakal.

Al Auza’iy bergegas memenuhi panggilan. Ia mandi dan memakai kain kafan, disusul baju pada lapisan luar. Ia sadar, persoalan berat terhampar didepan mata. Persoalan yang terkait dengan kematian, pembunuhan dan pertumpahan darah. Al Auza’iy bergumam, “Sekaranglah waktunya wahai Al Auza’iy uantuk menyampaikan kebenaran, janganlah engkau takut pada celaan para pencela jika kau ada dijalan Allah !.”

Al Auza’iy masuk dan mendapati para tentara berjajar dua shof seperti tiang sambil menghunuskan pedang. Ia pun lewat dibawah pedang-pedang itu dan sampailah ia dihadapan Abdullah bin Ali. Dia duduk diatas singgasana sambil menenteng tombak. Keningnya berkerut marah. Al Auza’iy sama sekali tidak ingat sesuatu pun, baik keluarga, harta maupun istri. Yang ia ingat hanyalah Arsy Ar Rahman ketika ditampakkan bagi manusia di hari hisab.

Abdullah berkata “ Wahai Al Auza’iy, apa pendapatmu tentang darah yang kami tumpahkan dan kami alirkan ?” Al Auza’iy menjawab “Telah menyampaikan kepada kami si fulan…telah menyampaikan kepada kami Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah SAW bersabda “Tidaklah halal darah seseorang muslim yang bersaksi bahwa tiada Illah selain Allah dan aku adalah Rasulullah, kecuali karena 3 perkara, seorang yang telah menikah lalu berzina, qisosh (hukuman bagi orang yang membunuh orang lain) dan orang yang meninggalkan diennya (murtad), keluar dari jama’ah”. Maka jika orang-orang yang telah kau bunuh termasuk salah satu dari ketiganya, engkau benar. Tetapi jika salah, maka darah mereka menjadi tanggunganmu!”

Raja menjatuhkan tombaknya, dan Al Auza’iy mengangkat sorban menunggu tebasan pedang. Abdullah bin Ali bertanya, “Lalu bagaimana pendapatmu tentang harta kekayaan ?” Ia pun menjawab, “Jika halal akan dihisab, jika haram akan diiqab (dibalas)!!”

Ambillah bungkusan ini” perintahnya sambil menyodorkan kantong penuh emas. “Aku tidak butuh harta!!” jawab Al Auza’iy. Seorang menteri membujuknya untuk menerimanya agar raja tidak memiliki alasan untuk membunuhnya. Ia memungut kantong tersebut dan dibagikan isinya kepada seluruh tentara sampai habis, lalu kantong itu dibuan. “Hasbunalla wani’mal wakil!!”

Nisa'

Indahnya Ramadhan


Assalamu’alaikum temen2 smua…khaifa khaluk ?? Gimana perasaannya di bulan Ramadhan ini ?? Haruz seneng dunk !!! Oya buwat temen2 jadikan Ramadhan kali ini lebih indah dari pada Ramadhan-ramadhan sebelumnya, coz qta gak taw apakah masih diberi kesempatan berjumpa dengan Ramadhan selanjutnya. So, keep spirit Oukey !!!

Sobat Karisma, kami ada THR nich alias Tips Hari-hari Ramadhan boeat temen2 semua, eittss… Ini ga cuman buwat akhwat lho.. tapi juga ikhwan. Biyar antum dan antunna semua tetep fit ngejalanin puasa and ibadah lain di bulan penuh berkah ini. So check this out…

  • Niat : Motivasi tak tertandingi

Telah diketahui kadar asam lambung bagi yang menetapkan niat berpuasa ternyata lebih rendah dari orang yang sekedar lapar. Ini terjadi karena niat menyebabkan penekanan pusat lapar diotak siap menahan sampai waktunya berbuka.

  • Arti penting sahur

Sahur sangat penting untuk cadangan energi dalam beraktifitas. Tanpa sahur, seseorang akan mudah mengalami Boglikemia, yaitu turunnya kadar gula dalam darah. Sehingga berakibat tubuh menjadi cepat lesu, loyo dan mengantuk, bahkan mudah marah.

  • Sahur jangan bergula

Makanan and minuman yang banyak mengandung kadar gula akan memacu tubuh memproduksi insulin guna menetralkan kadar gula dalam darah. Akibatnya badan jadi cepat lemah. Saat sahur utamakan makan makanan yang berprotein, karena protein akan diolah lebih lambat ketimbang jenis makanan lain.

  • Gigi dan mulut

Ketika berpuasa kegiatan makan dan minum berhenti, sehingga aktifitas kelenjar di mulut berkurang, mulut jadi cepat asam dan berbau. Karenanya, gosok gigi segera setelah menikmati santap sahur.

  • Olahraga

Buat temen2 yang hoby banget ama olahraga, salah satu penyebab cepat lelah dan cape’ ketika berpuasa adalah kebiasaan olehraga yang salah waktu (usai sahur/pagi/siang). Waktu yang paling tepat adalah beberapa jam (1-3 jam) sebelum berbuka puasa.

  • Segera berbuka

Nah.. untuk berbuka puasa makanlah makanan yang manis (korma, kolak, dll) terlebih dulu. Karena makanan yang manis lebih cepat diubah menjadi energi. Makan minum secukupnya. Jika terlalu banyak, menyebabkan sebagian besar darah mengalir ke alat pencernaan, aliran darah ke otak jadi berkurang. Maka tubuh menjadi lemah, mengantuk, malas berfikir dan beraktifitas.

Boeat antum and antunna praktekin dech THR diatas….Insya Allah puasa menjadi lebih lancar dan bersemangat teruzz….

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Dik Risma

Assolatu Kairu. Eitss….eits… itu bukan adzan subuh lho.. coz sekarang masih jam 2 pagi. Suara itu nada alarm yan dipilih Dik Risma untuk membangunkannya melaksanakan shalat lail. Dik Risma akhirnya terbangun juga, perlahan ia membuka matanya…dengan langkah sempoyongan ia harus maju 3 langkah dari tempat tidurnya untuk mengambil HP. “Uaahh…Astagfirullahaladzim Audzubillahiminasyaitanirrajim… Ayo semangat !!! Walaupun ngantuk ayo semangat !!! Yah.. begitulah Dik Risma menyemangati dirinya sendiri. Udara dingin masih menyelimuti sekelilingnya. Sayup-sayup dari kamar Dik Risma terdengar suara ikhwan tilawah Al Qur’an. Ternyata suara itu berasal dari kamar sebelah (kamarnya kak Afwan geto….) Kak Afwan memang baru saja pulang kampung kemarin sore dari Jogja. Setelah mengambil air wudhu, Dik Risma mendirikan shalat tahajjud dilanjutkan shalat witir dan tilawah Al Qur’an. Tepat jam 3 pagi, ummi mengetuk pintu kamar Dik Risma “Assalamualaikum….ayo sahur dulu, makanannya sudah siap…Kak afwan diajak sekalian, Ummi tunggu dimeja makan yaaa…” kata ummi dari luar kamar. “Wa’alaikumsalam iya ummi sebentar lagi…” Jawab Dik Risma.

“Kak ayo sahur, dah ditunggu tuh ama abah dan ummi tuh..!!!” kata Dik Risma kepada kakaknya. “ Sodaqaullahaladzim” kak Afwan menutup tilawahnya. Belum sempat Kak Afwan menjawab, Dik Risma bertanya “Kak ni daftar apaan se..??Target-target dibulam Ramadhan??? Maksudnya paan see…?? ”Oh.. itu, itu target-target kakak di bulan Ramadhan ini, coba aja baca”:

Target ana dibulan Ramadhan ini :

  1. Qiyamullail minimal 4 kali seminggu

  2. Tilawah khatam Al Qur’an 3 kali

  3. Shalat dhuha setiap hari

  4. Hafalan juz 30

  5. Riyadhah (olahraga) 3 kali seminggu

  6. Tadabur Al Qur’an 10 ayat perhari

  7. Membaca buku Islami 1 buku perminggu

  8. Tadarus bersama masyarakat 3 kali seminggu

  9. Mukhasabah/renungan everytime

  10. Silaturahim minimal ke temen-temen deket en tetangga

  11. Infaq pokoknya lebih dari hari-hari biasa

  12. Ikut iktikaf di 10 malam terakhir Ramadhan

“Ada yang kurang gak menurut kamu dik ???” Tanya kak Afwan. “Kakak curang nee… masak buat target kok ga bilang-bilang seee…..kan Dik Risma juga pengin buat target ibadah Ramadhan ini!!! Palagi Dik Risma udah kehilangan beberapa hari di bulan Ramadhan dehh!!!”rengek Dik Risma setelah paham isi kertas itu.

Rengek Dik Risma ternyata membuat kaget kak Afwan “Yah…afwan dek…maap geto…?? Kak Afwan kan baru saja pulang kampong ya mana sempet cerita-cerita ama kamu. Kakak kira Dik Risma dah punya target kayak gitu. Eh adek kecilku ini juga harus punya pikiran kedepan dunk !!!” jawab kak Afwan.

“Truz gimana ??” Tanya Dik Risma. “Yah….kan gak ada kata terlambat untuk membuat target-target sesuai kemampuan kamu adikku yang imut. Sistematikannya nyontek punyae kak Afwan gak papa koq!!” jawab kak Afwan.

“Lho….kok masih pada ngerumpi disini ?? ayo segera kemeja makan , kita sahur bareng, Abi dah nunggu lama tuh!!!” ajak ummi.yang dah kelamaan nunggu anak-anaknya. Akhirnya, Dik Risma makan sahur dengan ditemenin bolpoin and secarik kertas bowat nulis apa yang menjadi targetnya di bulan Ramadhan ini. Yaahhh…udah de, qta doain aja moga moga target yang dibuwat sedemikian hingga, bias terlaksana dengan baik. Amin…

Saturday, September 8, 2007

TaKon

Pertanyaan :
Bagaimana hukumnya kalo kotoran manusia (tinja) dijadikan Biogas dan digunakan untuk memasak ?
Jawaban :
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Afwan ya, baru bisa ngasih jawaban, nich jawabannya :
Ø Pada dasarnya segala sesuatu adalah halal, kecuali yang dilarang oleh Allah SWT.
Ø Pada dasarnya seluruh bentuk ibadah itu haram, kecuali ibadah yang diperintahkan Allah SWT.
Jadi walaupun itu tinja, kotoran sapi, pada dasarnya itu halal, karena “tidak ada larangan” didalamnya.
Tapi walaupun dihalalkan (boleh), qta juga harus berfikir manfaat atau tidak barang tersebut. Sehingga tidak mungkin qta langsung memanfaatkannya mentah-mentah tanpa melalui proses terlebih dahulu. Dengan kata lain, qta memanfaatkannya dengan teknik penemuan Biogas tersebut. Setelah diproses dan menjadi biogas, maka hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia sebagai sumber energi alternatif, so, hal itu tidak memberikan kemudharatan bagi manusia. OKE...Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Fokus

Realita dan Seni Dalam Dakwah Zaman Modern

“ Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musryik.”
Setelah melihat dan membaca petikan ayat Al-Qur’an di atas, antum dan antunna sekalian pasti sudah taukan tema pada edisi kali ini ?? Benar, tema kali ini adalah Dakwah. Ana yakin antum dan antunna sekalian dah ngetri maksud ayat di atas, begitu juga dengan sebab musabab turunnya ayat tersebut. Ayat diatas amatlah sederhana, namun dalam pelaksanaannya tidaklah sesederhana itu.
Sebelum membahas “ ngalor-ngidul “ tentang Dakwah, kiranya perlu sekali mengerti apa itu Dakwah. Definisi umumnya, Dakwah adalah berjihad ( berjuang geto...)
Dengan jalan menyampaikan dan menyeru (mengajak) pada amar ma’ruf nahi munkar. Yang perlu ditegaskan di sini ialah penyampaian, yaitu bukan asal menyampaikan tanpa memperhatikan tata cara seperti yang pernah dicontohkan Rasulullah SAW.
Di zaman modern seperti ini, Dakwah dan beragam medianya juga lebih modern . sekarang Dakwah sudah bisa kita akses via internet maupun SMS (Wuiiih.....canggih bener!!!). Bisa kita dengarkan melalui radio, melihat tayangan di TV atau kajian-kajian yang diadakan di sekeliling kita, serta tidak lupa pula melalui media tulisan. Sehingga bisa dikatakan kalau Dakwah masa kini sangat terang-terangan.
Meskipun demikian, semakin tinggi pohon semakin kencang angin meniupnya. Dakwah bukan tanpa hambatan. Walau media Dakwah sekarang semakin beragam dan gencar, ”Westernisasi” tetap melanda bahkan dengan arus lebih kuat. Cukup terbukti dengan menyaksikan tingkah polah dan gaya hidup masyarakat terutama pelajar sekolah. Lha, wong frekuensi antara menyaksikan “westernisasi” dengan mendengarkan petuah Ilahi kurang imbang seehh....
Sobat Karisma, setelah keluhan itu membahas sedikit realita dan Dakwah di sekitar kita, mungkin ada keluhan yang kerap kita alami (entah sengaja atau tidak terbesit di benak kita). Keluhan itu antaranya :
1) Menerima metode yang sama dari generasi ke generasi.
2) Mengkaji hal sama dari waktu ke waktu tanpa merasakan ilmu “Baru”.
3) Kadang merasa kurang internatif dalam suatu kajian.
4) Terkesan acak-acakan, “ngalor-ngidul” yang entah “ngalor-ngidul”nya ke mana.
Dan pada akhirnya, semua keluhan itu bermuara pada satu kata. BOSAN . Antum dam antunna sekalian, rasa bosan tersebut bsa diminimalisir ato bahkan bisa dihilangkan kalau énte mau aktif mengikuti berbagai kajian dari sumber yang berbeda dan melalui apa énte bisa menikmati kajian (seperti yang sudah disinggung di atas, banyak sekali media Dakwah yang bisa kita nikmati). Setelah énte mersa “enjoy” maka ikuti secara rutin (kontinyu_red). Nah, antum dan atunna udah tau bagaimana kita menjadi obyek Dakwah.
Lalu, berdakwah itu sendiri jangan diartikan sempit denagn menyamakannya dengan ceramah/menjadi pembicara atau semacamnya. Kalau antum dan antunna berbagi (sharing) ilmu agama dan kawan-kawan itu juga sudah cukup bisa dikatakan Dakwah (seperti Rasulullah SAW saat masih berdakwah secara sembunyi-sembunyi). Rasulullah mencontohkan bahwa Dakwah tidak boleh memaksa bahkan tdak boleh diwarnai kekerasan. Dengan cara yang halus dan sopan dan tanpa dibubuhi ejekan pada kaum lain. “Rasulullah selalu mengulangi perkataannya sebanyak tiga kali agar dapat dipahami.” (H.R: Bukhari)
Nah sobat Karisma dah taw lebih jauh tentang Dakwah. Kita menerima ilmunya dahulu baru disampaikan. Bukan sebaliknya. Sebab dakwah sungguh berguna besar dalam mendidik generasi penerus agar punya akidah agama yang lebih keras dari baja. Dakwah adalah jalan pendidikan paling efektif ketika kekerasan dianggap melanggar HAM. Jazakumullah Khairan Katsiran.

Mukhasabah

Memaknai Ibadah Sholat Sebagai ‘Masterpiece’ Amal

Sobat karisma yang dimuliakan Allah, Sebagai siswa SMA kita adalah remaja yang berusia beberapa belas tahun. Mungkin, kita baru saja merasakan apa yang namanya remaja. Namun, yang perlu kita ketahui dan perhatikan bersama adalah apakah sejauh ini, ketika kita sebagai mukallaf, dalam sholat merasakan bagaimana khusuknya sholat, walau hanya satu rekaat saja? Merasakan dampak nyata dari sholat kita? Atau sudahkah kita sholat menjadi control dalam setiap tindak-tanduk kita?
Akhi n ukhti sekalian, sholat adalah senjata bagi kita sebagai seorang muslim. Namun, kita jarang memakainya. Sholat adalah pelita ditengah gelapnya malam, namun kita tidak menghiraukan pelita itu dan malah bertahan ditengah gelapnya gulita. Sholat ibarat oase ditengah gurun pasir yang kering dan kerontang, namun kita lebih memilih fatamorgana. Betapa sering kita memaknai sebuah ibadah nan agung itu sebagai sebuah rutinitas belaka, tanpa mengindahkan fadillah akbar yang tersirat didalamnya. Mungkin bahkan, kita belum menjadikan sholat sebagai sebuah sarana berkomunikasi dengan sang khalik, Allah Yang Maha Kuasa.
Sobatku, mungkin untuk sholat tepat pada waktunya saja kita masih sulit. Kita lebih mementingkan urusan dunia. Kita lebih sering memilih yang fana daripada yang abadi. Cobalah merenung sejenak sobat! Hanya menyisihkan waktu 10 menit saja, untuk menetapi seruan-Nya, kita ogah-ogahan. Namun, coba bayangkan betapa banyak nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepada kita. Nafas kita, kesehatan kita, kelapangan kita, harta kita, adalah karunia-Nya. Apakah dengan hanya menyisihkan waktu 10 menit saja, akan membuat kita susah, jatuh miskin, atau mengganggu kehidupan kita.
Kita terlalu durhaka kepada Allah SWT jika berkata demikian. Apakah selalu terbesit dalam pikiran ini bahwa sholat adalah ibadah nan agung yang diperintahkan secara langsung oleh Allah SWT kepada umat Muhammad SAW di Sidratul Muntaha? Apakah kita selalu terngiang dalam telinga kita bahwa sholat adalah amal yang pertama kali dihisap di akhirat kelak? Sobat Karisma, Sholat adalah masterpiece dan pionir dari amal kita. Sholat adalah kunci dari amalan kita, jika sholat kita baik maka sudah barang tentu segala amal kita baik, Begitupun sebaliknya.
Sobat karisma, tidak ada kata terlambat untuk mulai memperhatikan ibadah sholat kita dan tidak ada kata “tidak” untuk menjadikan prinsip bahwa sholat adalah tiang agama kita. Sekarang jugalah saatnya kita ukir di lubuk hati kita bahwa sholat adalah bagian terpenting dari aktivitas kita setiap hari. Jangan tunggu esok, lusa atau menjelang senja. Toh kita tidak tahu kapan kita menutup mata dari kehidupan yang fana ini. Selamat berjuang!!

Akhlakul Karimah

TAWADHU’
Gambaran Keagungan Jiwa

Assalamu’alaikum, Sobat Karisma!! Di edisi ini kita akan membahas tentang sifat tawadhu.Tawadhu’ adalah lawan daripada sifat sombong. Ia berasal dari lafad Adl-Dla’a yang berarti rendah hati dan lemah lembut terhadap sesama manusia. Namun, tidak semua sikap merendahkan diri dikatakan tawadhu’. Ada sikap merendahkan diri yang dibenci oleh Rasulullah SAW, bahkan dianggap sebagai amalan yang kontra dengan keimanan. Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang menghinakan dirinya dengan suka rela, tanpa terpaksa, maka ia bukan dari (golongan)ku”. (H.R. Thabrani).
Untuk lebih jelasnya, ada beberapa sikap dan perilaku yang menjadi indikator sifat tawadhu’, antara lain :
1. Mau mengaku kesalahan dan kekurangan diri, meski hal itu dapat mengancam reputasinya. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Umar bin Khattab r.a. berpidato untuk membatasi mahar wanita. Kemudian sorang wanita berdiri dan berkata, “Wahai Umar, apa urusanmu dengan mahar kami, padahal Allah SWT berfirman,’….. Sedang kamu telah memberikan kepada seorang diantara mereka harta yang banyak…..’ (An-Nisa : 20)”. Menanggapi itu Umar r.a. berkata, “Benarlah wanita itu dan Umar salah. Semua orang lebih fiqih dari Umar.”
2. Mudah menerima nasihat dari siapa pun juga dan berterima kasih kepada orang yang memberikan nasihat, meski nasihat itu disampaikan dengan cara yang kurang baik.
3. Tidak suka menghina orang lain karena kekurangannya, baik dalam urusan dunia maupun urusan agama. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum lainnya (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)……” (Al Hujarat : 11)
4. Tidak menyukai orang yang berdiri untuk memberi penghormatan kepadanya. Para ‘ulama menyatakan, “Dianjurkan berdiri untuk menghormati kedua orang tua, pemimpin yang adil, dan orang-orang yang terhormat. Ini dianjurkan untuk orang yang berdiri memberi penghormatan. Namun, orang yang diberi penghormatan, hendaklah membenci hal tersebut dan menganggap bahwa ia tidak berhak mendapat perlakuan seperti itu.
5. Tidak suka ada orang yang berjalan di belakangnya (mengikutinya). Abu Drda’ berkata, “Seorang akan jauh dari Allah selama (ia menyukai) orang yang berjalan di belakangnya.”
6. Tidak merasa jijik duduk dengan orang-orang yang cacat, miskin, dan berkelas sosial rendah.
7. Bergaul dengan seluruh lapisan masyarakat dan tidak berpaling dari mereka, serta melunakkan suara bila berbicara dengan mereka.
8. Menyayangi orang-orang lemah, seperti : para janda, anak-anak, kaum fakir miskin, dll. Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ans bin Malik r.a. bahwa ia melewati beberapa anak kecil lantas mengucapkan salam kepada mereka, kemudian ia berkata, “Adalah Rasulullah SAW melakukan hal tersebut.”
9. Suka membantu keluarga mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah, seperti manjahit pakaian, mencuci, bersih-bersih, dan lain sebagainya.
10. Memulai mengucapkan salam bila bertemu dengan muslim lain, mudah memaafkan, mudah menerima udzur dari orang yang melakukan kesalahan dan lain sebagainya.
Nah, itu sedikit gambaran mengenai orang yang tawadhu’. Sekarang giliran kita untuk mengamalkannya.
“Beruntunglah orang yang tawadhu’ tanpa cacat dan merendahkan diri tanpa menghinakannya.” (HR. Thabrani).

Karisma News

o Bagi adek-adek kelas X yang ingin masuk ekskul Karisma, Karisma masih membuka kesempatan untuk mendaftar lhooo... Adek-adek dapat ngedaftarin diri kepengurus Karisma yang adek kenal ato dateng aja langsung ke Masjid Al Kautsar setiap hari Rabu sepulang sekul OK!!!! Ditunggu yach.....!!!
o Alhamdulillah hari Rabu tanggal 15 Agustus 2007, udah dilaksanain serah terima jabatan or regenerasi kepengurusan Karisma dari Akhi Fajar Sumiyarso (Ketua Angkatan 2006/2007) ke Akhi Fachri Arsyadani (Ketua Angkatan 2007/2008)
o Dianjurkan kepada seluruh kelas agar setiap hari Jum’at melaksanakan infaq. Infa yang sudah terkumpul bisa diserahkan kepada pengurus Karisma terdekat.

Mutiara Hadits

“Sampaikanlah dariku, meskipun hanya satu ayat.” (Al Hadits)
Dari Abu Sa’id Al Khudsi, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah bersabda: “Barang siapa diantara kalian yang melihat kemungkaran maka hendaklah ia cegah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu maka dengan hatinya dan yang demikian itu termasuk keimanan yang paling lemah.” (HR.Muslim).

Teladan dan Hikmah

PELAJARAN DAN IBRAH BERGAUL
DENGAN ORANG SHOLEH
Suatu hari Syafiq Al-Balkhi (seorang dokter ahli jiwa) berkata kepada muridnya Hatim a-Asham, ”Apa yang kau pelajari selama tinggal bersamaku (30 tahun)?” Hatim al-Asham menjawab,”Ada enam perkara yang dapat aku ambil:
Pertama, Aku melihat orang-orang selalu ragu dalam menyikapi masalah ketentuan rizki, tidak satupun dari mereka kecuali bersikap kikir terhadap harta yang dimilikinya dan tamak dalam memperolehnya. Namun, aku bertawakal kepada Allah karena firmanNya, ”Dan tidak ada satu binatang melata (seluruh mahluk Allah yang bernyawa) pun dibumi ini melainkan Allahlah yang menjamin rizkinya. … (Al-Huud: 6)” Oleh karena itu aku termasuk binatang melata, maka hatiku tidak merisaukan sesuatu yang sudah dijamin Allah ynag Maha Perkasa dan Maha Kuat. Sang Guru berkata,”Bagus.
Kedua, Aku melihat setiap orang mempunyai teman untuk mencurahkan rahasia dan mengadukan permasalahan kepadanya, namun teman mereka itu tidak mampu menyimpan rahasia dan tidak mau saling tolong-menolong. Maka aku menjadikan amal shalehku sebagai teman, supaya dia menjadi penolongku saat hari perhitungan (hisab), meneguhkan diriku dihadapan Alllah dan menemaniku saat menuju shirat. Sang Guru berkata,”Bagus.”
Ketiga, Aku melihat setiap orang mempunyai musuh dan saat kucermati diriku, ternyata musuhku bukanlah orang yang menggunjingku. Tidak pula orang yang menzalimi dan menyakitikun tetapi musuhku adalah orang yang ketika aku sedang taat kepada Allah, ia menggodaku dengan perbuatan maksiatnya. Aku melihat bahwa yang berbuat demikian adalah iblis, jiwa, dunia dan hawa nafsu. Aku menjadikan mereka semua itu sebagai musuh, aku menjaga diri dari mereka dan aku mempersiapkan diri untuk memerangi mereka. Aku tidak akan membiarkan salah satu pun dari mereka mendekatiku. Sang Guru berkata,”Bagus.”
Keempat, Aku melihat bahwa setiap mahluk yang hidup senantiasa dibuntuti malaikat maut. Maka akupun mempersiapkan diriku untuk menemuinya bila ia datang, aku pergi bersamanya tanpa halangan. Sang Guru berkata,”Bagus.”
Kelima, Aku melihat orang-orang saling mencinta dan saling membenci dan aku melihat orang mencintai tidak memiliki sesuatu untuk keasihnya. Aku merenungkan sebab percintaan dan kebencian mereka, maka aku tahu bahwa penyebabnya adalah fisik(jasad). Aku menafikan (sebab fisik) dengan cara menafikan hubungan-hubungan antar jiwa dan jasadku, yaitu hubungan syahwat. Maka aku mencintai semua orang, aku tidak merelakan sesuatu atas mereka kecuali apa yang aku ridhai untuk diriku. Sang Guru berkata,”Bagus.”

Keenam, aku melihat bahwa setiap orang akan meninggalkan tempat tinggalnya dan nasib setiap orang akan kembali kekubur. Maka akupun mempersiapkan semua amal perbuatan yang mampu aku lakukan dan yang akan aku lakukan dan yang akan membahagiakanku ditempat tinggal baruku itu, yang tiada satupun dibaliknya kecuali syurga dan neraka.
Sang Guru Syafiq al-Bakhi menimpali,”Cukup dan laksanakan (enam perkara) itu sampai mati

Fiqih

Mengubur Rasa Takabur

Takabbur (sombong) adalah salah satu penyakit hati. Bahaya, dan terlalu bahaya kalau dibilang. Sebab sombong bisa menghalangi kita masuk surga.
“Apakah q-ta sudah menjadi orang yang tawadu’?” Jika jawabnya “ya”, berarti q-ta masih memiliki sifat tersebut. Karena merasa menjadi orang yang tawa’du adalah salah satu bentuk ketakabburan.
Nah, antum dan antunna sekalian, bagaimana cara ampuh menjauhi rasa takabbur? So, look at carefully.
1. Menyadari kedudukan dihadapan Allah. “Siapa saya? Mengapa saya lebih baik dari orang lain?” itulah pertanyaan yang harus sering kita ajukan pada diri kita. Kita hanya berasal dari setetes air mani. Dan Allah juga menyebutkan bahwa manusia di mata Allah sejajar. Jikalau kita memiliki kelebihan, maka itu adalah suatu karunia sekaligus takdir uji keimanan.
2. Ingat Mati. Bukan berarti mengekang untuk beraktivitas. Akan tetapi maksudnya manusia itu punya kelemahan, kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok. Yang kemarin kuat tahu-tahu terbaring lemah tak berdaya di R.S. Manusia tak punya kuasa untuk mengatur takdir mubram.
3. Tawakal. Sudah di bahas di edisi sebelumnya. Segalanya kita pasrahkan kepada Allah namun kita juga wajib berusaha. Tidak mungkin Allah tidak menghargai usaha hamba-Nya. Yakinlah bahwa usaha antum dan antunna akan dibalas, entah cepat atau lambat.
4. Mengusir sebab timbulnya takabbur. Ada tujuh hal penyebab manusia menjadi takabbur, yaitu kekayaan, jabatan, ilmu, ketampanan/kecantikan, bentuk fisik yang sempurna, reputasi, dan pula agama. Mengusirnya bukan berarti menghilangkan karunia yang telah diberikan Allah, namun harus mensyukuri dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah.
5. Meresapi rahasia sujud. Sujud bukan semata-mata rukun sholat yang wajib dilakukan. Lebih dari itu sujud adalah simbol penghambaan kita kepada Allah, menunjukkan bahwa kita hanya bergantung pada-Nya. Menyadari kalau kita sebenarnya tak punya daya selain kekuatan Allah. Orang yang tidak mau bersujud tampak sekali kesombongannya pada Allah.
6. Banyak beramal shaleh. Orang yang suka amar ma’ruf nahi munkar dan mau beramal shaleh selalu mengerti bahwa iblis akan terus menerus menggoda maka dari itu iblis akan sulit mendekati sehingga sifat sombong si iblis akan menular kepada orang tersebut.
Nah itu tadi kiranya langkah-langkah yang tidak rumit dan muda diikuti antum dan atntunna sekalian agar tidak terbawa ketakabburan. Mari kita coba Jazakumullah khairan katsiran.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Info

The Story Of Transfigurasi Lidah Buaya
Hubungan Darah ‘n Lidah Buaya

Alkisah taon 2500SM terjadi peperangan dahsyat di dunia yang banyak memakan korban jiwa. Didaerah pertempuran, transfusi darah sangat, sangat, dan sangat dibutuhkan untuk menolong para prajurit yang kekurangan darah. Darah jadi most wanted thing. Pihak medis tidak bisa menyediakan kantung-kantung darah dalam jumlah banyak, apalagi dalam waktu yang singkat. Mereka sangaaat kebingungan. Sementara itu, para tentara yang terluka terus berjuang ‘n menantikan kedatangan tim medis. Akhirnya tim medis yang ditunggu-tunggu datang, tapi apa yang terjadi????? Para tentara yang terluka tidak diberi transfusi darah, melainkan transfusi ekstrak lidah buaya.
Emang udah ada penelitian kalo ekstrak lidah buaya bisa jadi cairan pengganti darah sementara. Penelitian ini emang belum 100% berhasil. Seenggak-enggaknya, tim peneliti udah nyoba beberapa kali percobaan. Korbannya???? Ya apalagi kalo bukan langganan binatang percobaan, yaitu tikus. Hiks…hiks…kasiyan yach…..
Ø Percobaan pertama, ada 20 ekor tikus yang diambil sebagian darahnya terlebih dahulu. Trus yang 10 ekor tikus dikasih cairan garam, yang 10 lagi dikasih cairan yang mengandung jus lidah buaya. Apa yang terjadi?? Setelah didiemin selama 4 jam, 5 dari 10 ekor tikus yang dikasih cairan garam bisa bertahan, ‘N dipihak laen ada 8 dari 10 ekor tikus yang dikasih cairan jus lidah buaya masih bisa bertahan hidup (Wow...hebat ya...!!)
Ø Percobaan kedua, masih pake tikus (sadis ya!!!). Kali ini ada 29 tikus yang diambil darahnya lebih banyak. Sama juga ada yang dikasih cairan garam, ada yang dikasih jus lidah buaya. And The Fact (walah...) hanya 1 dari 14 tikus yang dikasih cairan garam bisa bertahan hidup. Sementara itu ada 5 dari 15 tikus yang dikasih cairan jus lidah buaya yang bisa bertahan hidup.
Dari dua percobaan ini, akhirnya sampe pada satu kesimpulan, kalo ekstrak lidah buaya bisa bikin darah jadi lebih licin. (So whattt.....???) Karena licin itu, tekanan yang diperlukan darah untuk bergerak melalui pembuluh darah bisa dikurangi, apakah peningkatan kelicinan itu juga bisa meningkatkan resiko pendarahan ???? Itu yang jadi masalah, kenapa percobaan ini belum diterapkan pada tubuh manusia. Walopun begitu, bisa juga menjadi satu alternatif penyembuhan bagi penderita penyakit jantung, stoke, dan diabetes. Penelitian ini masih harus dikembangakan. Siapa yang mau jadi peneliti neeehhh......????

Buta Warna
Semua anjing tu buta warna !!!! (yang bener..???) Insya Allah bener...anjing tu gak bisa ngebedain warna. Hewan ini hanya menggantungkan indera penciumannya untuk membedakan sesuatu. Nah, kalo bagi kucing semua warna adalah kelabu. So...apa ada binatang yang gak buta warna ???? Satu-satunya Cuma ala kulli haal, yang menurut pemikiran Darwin sebagai nenek moyangnya manusia. Siapa dia ??? Yup dia adalah Monyet...

Nisa'

WANITA MUSLIMAH DAN KEWAJIBANNYA
TERHADAP SAUDARA DAN TEMANNYA

1. Mencintai dan Menjalin Persaudaraan dengan Mereka karena Allah
Orang mukmin dengan mukmin yang lainnya laksana bangunan yang tersusun rapi yang antara satu dengan yang lainnya saling memperkuat.
Rasulullah SAW bersabda:
“Demi zat yang jiwaku berada di tangannya, sesungguhnya kalian tidak akan masuk Jannah sehingga beriman dan tidak beriman sehingga kalian saling mencintai, maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang apabila kalian kerjakan kalian akan saling mencintai, sebarkanlah salam di antara kalian semua.” (H.R. Muslim).
2. Tidak Memutuskan Hubungan dengan Saudaranya
“Tidak dibolehkan bagi seorang muslim untuk mendiamkan saudaranya lebih dari 3 hari, keduanya bertemu saling memalingkan muka dan yang paling baik dari keduanya adalah yang mulai mengucapkan salam.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
3. Pemurah dan Pemaaf terhadap Saudara-Saudaranya
Allah SWT, berfirman :
“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit. Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Q.S. Ali Imran:134).
4. Menemui Saudaranya dengan Wajah Ceria
Rasulullah S.A.W. bersabda yang bunyinya : “Tabasumuka akhika shodaqoh” yang artinya : “Senyummu di hadapan saudaramu adalah shodaqoh.”


JALIN PERSAHABATAN DENGAN SALAM
ERATKAN UKHUWAH DENGAN SEDEKAH
KUATKAN AKIDAH DENGAN DA’WAH
TEGAKKAN KALIMAH SYAHADAH
DENGAN JIHAD FISABILILLAH

Resensi Buku

Selalu ada fajar, sebagaimana selalu ada cahaya setelah kegelapan. Kondisi umat yang menyedihkan ini tidak boleh dibiarkan, apalagi kita larut didalamnya. Perubahan harus segera dilakukan!!
Sungguh pemuda adalah generasi yang akan menentukan nasib ummat dan bangsa ini kelak. Ilahul-ummah (perbaikan ummat) harus melibatkan pemuda didalamnya.
Buku ini mengupas tuntas tentang panduan dakwah di sekolah (SMU N 1 Yogyakarta). Buku ini disusun seaplikatif mungkin, untuk diterap. Di dalam buku ini juga terangkum konsep global da’wah sekolah lhoo..!!
So!! Bagi antum dan antunna yang penasaran dengan kelanjutan isi buku ini!! Buruan …. Baca!! Buku ini dapat dijumpai di permisi!!!
Judul Buku : Menuju Teladan Daarusalaam
Jenis Buku : Non fiksi
Penerbit : Daarusalaam Press
Penyusun : Tim riset dan Pengembangan Da’wah Yayasan Daarusalaam
Tahun Terbit : Desember 2002
Tebal Buku : 88 Halaman

Dik Risma

Perkenalkan! Aku Arism si “Burung Gereja”. Mungkin diantara kalian ada yang sudah menjumpaiku. Aku sering mengunjungi tempat ini, tempat yang mereka sebut Masjid. Lihat….!!! Lagi-lagi wanita yang memakai penutup kepala itu berkumpul dipelataran Masjid ini. Sepertinya mereka sedang bercakap-cakap. Aku jadi penasaran nich…!! Apa sich yang mereka bicarakan, sampai betah banget berlama-lama duduk disana. Ku putuskan untuk terbang dan hinggap lebih dekat dengan posisi mereka, agar aku bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
Berda’wah itu wajib hukumnya bagi setiap muslim, sesuai dengan firman Allah SWT dalam Q.S Ali Imran ayat 104 yang artinya : “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar. Meraka itulah orang-orang yang beruntung.”
“Kita bisa mengumpamakan da’wah dan menuntut ilmu itu seperti makanan, bias bayangin gak?? Kalo kita makan, trus tanpa dikeluarin, wah…wah…! Bisa bulet donk q-ta. Begitu juga kalo dikeluarin terus tanpa ada pemasukan, bias jadi lemes dech tubuh q-ta…!!! Jadi segala sesuatu itu musti seimbang, begitu juga dengan da’wah dan menuntut ilmu,” Jelas salah seorang yang terlihat berbeda warna penutup kepalanya dari yang lain.
“Ukh…. kadang ana mungkin segan berda’wah kepada orang yang lebih tua dari kita, nggak usah jauh-jauh misalnya aja kepada ortu q-ta. Ntar, q-ta dibilang anak ingusan yang sok tau… trus gimana ya Ukh cara menanggapinya?” Tanya salah seorang dari mereka. Wajahnya tampak tak asing lagi bagiku, kalau tidak salah namanya Risma, yup Dik Risma.
“Good question!!! Berda’wah itu memang gampang-gampang susah ya adek-adek. Jangankan ama orang yang lebih tua, sama temen sebaya aja kadang sulit bagi kita untuk menegakkan syariat Islam. Mbak Nurul punya beberapa tips berda’wah ke orang tua q-ta. Pertama, q-ta bisa meletakkan buku yang berhubungan erat dengan tausiyah yang q-ta sampaikan, ditempat ortu kita biasa duduk-duduk santai, misalnya di ruang TV. Cara kedua, berikan alasan-alasan rasional yang sifatnya umum, usahain nggak ngehubung-hubungin dulu ama agama. Ketiga, dengan mencontohkan secara langsung. Jadi, langsung aja dech kita beramal dan memberikan teladan, buktikan aksimu…..!!! Dan yang terakhir q-ta bisa melontarkan opini ke mereka. Usahain senatural mungkin tanpa ada kesan menggurui ‘n pilih suasana yang ngefrend ama mereka. Yah… satu pesen Mbak Nurul, jangan pernah menyerah sebelum mencoba. Keep positive thinking…. OK!!!” jelas Mbak Nurul. Ehmmm…. Yah begitulah wanita berjilbab biru itu membahasakan dirinya.
Belum sempet aku mendengarkan percakapan mereka lebih jauh, ibuku sudah memanggilku. Aku akan mempraktekkan tips-tips tadi ke ibuku. Teman… doakan aku ya…!!!