Thursday, July 5, 2007

NISA

Sensasi kain nylon... langkah-langkah kecilku terhenti. Tangan yang sedari tadi menyibakkan kain satu demi satu meraba dan merasakan kehalusan teksturnya, lantas sekedar mencium aromanya. Kini ku terpaku kepadanya....Sejenis kain nylon mengingatkanku pada peristiwa dua puluh tahun yang lalu. Ketika untuk pertama kali aku berjilbab, yah... nekat berjilbab. Lekat benar dalam benakku aroma nylon, jenis kain favoritku kala itu. Baju muslim dan kerudung yang pertama kali kumiliki. Semua dari kain nylon.

Aku bukan berasal dari keluarga kaya, tapi juga tidak miskin. Bukan dari keluarga taat beragama, tetapi bukan pula keluarga yang tak mengenal agama. Ayahku kerap mengajak keluarga salat Maghrib di rumah. Tapi sayang itu semua baru sebatas pembiasan, bukan kesadaran. Kutahu kewajiban salat justru dari sekolah.

Ayah memang melarang keinginanku untuk berjilbab. Berderet argumen beliau sampaikan semuanya untuk mematahkan keinginanku untuk berjilbab. Sementara ibu tak banyak komentar. Tidak melarang tidak juga mendukung. Tapi ibu rela menjahit sendiri kedua baju muslim pertamaku. Bagiku itu kekuatan besar. Akupun mantap dengan jalan baru pilihanku.

Di sekolah kondisi tidak jauh beda, keinginanku dianggap aneh. Maklum sekolah negeri favorit di Malang yang tidak seorang pun ada yang berjilbab. Beruntung seorang teman mendukungku. Walau hanya satu orang tapi itu sangat berharga sekali bagiku. Yang sangat disayangkan bahkan gurupun sangat sedikit yang memberi dukungan.

Yakin......tidak....yakin....ragu-ragu. Begiulah proses naik turun kemantapan hatiku. Hingga beberapa bulan tak ada jawaban memuaskan. Dari rumah, sekolah, maupun teman. Seabreg kegitan religius ku ikuti, perlahan tapi pasti. Aku mantap berjilbab. Bulat sudah 100%.

Semua memang tinggal kenangan, sangat berkesan. Apalagi ketika tercium aroma kain nylon yang baru. Sensasinya bukan main. Cukup untuk membangkitkan kembali gairah perjuangan yang memang harus selalu dipompa. Perjuangan....perjuangan tahun 80-an.

Dikutip dari : Gara-gara Jilbabku ( Asma Nadia dkk )

Subhanallah......... dari cerita singkat di atas dapat kita ketahui betapa sulitnya perjuangan seorang akhwat untuk menunaikan kewajiban dari-Nya.

Tapi.....bukanlah jaman dan pandangan orang-oarng tentang jilbab kini sudah berubah ?

Bukankah perjuangan kita tidaklah sesulit mereka , dimana wanita berjilbab diterima oleh masyarakat umum dam tudak lagi dikucilkan. Lalu bagaimana dengan kita ?

No comments: