Thursday, July 5, 2007

MUKHASABAH


MENYIKAPI KEHIDUPAN

Saudaraku muslimin wal muslimat. Coba kita abaikan sejenak kepenatan dan kegelisahan duniawi yang saat ini mungkin sedang kita alami. Coba kita tengok kembali fragmen-fragmen kehidupan ini. Pernahkah kita merasa sebagai orang yang paling tidak beruntung? pernahkah kita menilai sesuatu yang kita dapat tak sepadan dengan usaha kita? lantas apakah anda berputus asa?

Marilah kita renungkan sejenak !

Dalam detik ini kita masih bernafas, kita masih mendengar, kita masih melihat, kita masih dapat menikmati rahmat Allah yang tiada terkira. Sampai kapankah hal ini masih bisa kita rasakan?

Sobat Karisma, manusia terlahir bukan tanpa bekal, manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di muka bumi. Andaikan kita seorang musafir yang sedang berada di negeri orang, lalu kita kehilangan arah dan kendali. Bukankah kita bahagia bila seorang yang jujur menggambarkan jalan menuju tujuan kita? Bukankah kita bergembira meskipun jalan yang kita tempuh dipenuhi batu sandungan, gunung menjulang dan puluhan rintangan. Bagaimana tidak karena dengan adanya rintangan itu berarti kita tidak salah jalan.

Terkadang kitapun berhadapan dengan kenyataan dan pilihan. Hidup memang harus memilih. Seseorang tak mampu memastikan dan menentukan kehidupanya dimasa depan, ia hanya mampu untuk merencanakan dan berusaha semampunya. “....Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (Q.S At Thalaaq : 65)

Akhi dan ukhti sekalian tidaklah pantas bagi kita untuk terhanyut dalam sikap pesimis dan keputus-asaan. Allah SWT berfirman dalam Q.S Al Hijr : 56

Artinya: “Ibrahim berkata : Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang sesat." Disinilah ketawakalan kita diuji, kesabaran dan ketabahan akan membawa kabar gembira bagi kita. Dan Allah tidak akan memberi sesuatu yang kita tidak mampu untuk menerimanya.

Artinya: “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S Al Baqarah : 216)

Dengan demikian segala sesuatu sudah dibuat ukuran Apa yang digariskan bagi kita adalah yang terbaik bagi diri kita. Maka saat ini juga ucapkanlah Alhamdulillah dengan hati yang ikhlas apapun yang kita terima.

Mudah-mudahan kita termasuk golongan yang dicintai-Nya. Amin ya Robbal’alamin.

No comments: