Thursday, May 3, 2007

MUTIARA AL-QUR’AN


Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.

(Q.S. Ali Imran : 185)

Ayat di atas merupakan sebuah ayat yang menceritakan sebuah perjalanan atau kepergian yang berat. Memang wahai temanku..! Perjalanan ini adalah perjalanan menuju akhirat. Perjalanan yang kita harapkan mempunyai tujuan akhir di surga. Karena keagungan perjalanan ini Rasulullah pernah bersabda :

“Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (Muttafaq’alaih)

Maksudnya demi Allah yang tiada Tuhan yang hendak diibadahi selain Dia. Jika kita mengetahui hakikat kematian dan kedashsyatannya, alam kubur dan kegelapannya, hari kiamat dan segala kesedihannya, shirath (titian) dan segala rintangannya, kemudian jika kita memperhatikan surga dan segala kenikmatannya, neraka dan kobaran apinya, niscaya keadaan kita akan segera berubah.

Akan tetapi terkadang kita lupa atau pura-pura lupa dengan perjalanan tersebut dan malah memilih dunia yang nilainya di sisi Allah tidak lebih dari sehelai syap nyamuk.

Barangkali wahai temanku.. Engkau berada di hadapan kematian ini, malaikat maut tepat di atas kepalamu, nafasmu tersengal, nyawamu meregang, mulutmu terkunci, anggota badanmu lemas, tubuhmu berkeringat, di sekitarmu penuh dengan suara tangisan dan rintihan, sedang engkau dalam kesedihan yang mendalam. Tiada yang dapat menyelamatkan dan menghindarkanmu darinya. Dan apakah kalimat terakhir yang kau ucapkan adalah Laa Ilaa ha Illallah? Lalu apakah engkau akan berubah? Jika surga telah dipersiapkan untukmu, itu terserah engkau yang memiliki hati. Hati yang diciptakan untuk memahami rasa, makna, dan semua yang diberikan di kehidupan ini. Kehidupan yang fana, yang begitu mempesona tetapi tidaklah kekal. Tidak sekekal kehidupan akhirat yang tidak pernah ada mata yang melihat, telinga yang mendengar, dan hati yang merasakan.

No comments: