Friday, May 4, 2007

FOKUS

“Mengingat Kematian”

Sebuah seni dalam mencapai kemulian hidup

“Katakanlah : Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya . maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu , kemudian kamu akan dikembalikan kepada ( Allah ) yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. ( Q. S Al- jumuah : 8)

Sobat karisma yang mulia, Mungkin hari ini adalah hari–hari yang sibuk bagi kita. Bukan hanya bagi kakak–kakak kelas XII yang sibuk menyiapkan untuk ujian sekolah atau SPMB. Namun, bagi kita kelas X dan XI yang sibuk dengan seabrek aktivitas ekstrakurikuler dan ulangan yang bertubi–tubi. Hal ini memang wajar–wajar saja bagi kita sebagai seorang siswa. Apalagi bagi antum dan antunna sekalian yang menjadi aktivis di sekolah, tak terbayang dech betapa sibuknya. But, yang pasti kita ingat bahwa tujuan utama kita hidup bukan untuk mengejar materi dunia atau prestise semata, Lebih dari itu kita hidup di dunia ini hanya untuk mengabdi kepada–Nya. Memang sih, untuk dapat beribadah kepada sang khalik tak harus duduk seharian di dalam masjid ataupun seharian penuh mengkaji ayat–ayat Nya. Tetapi yang sering dilupakan sebagian besar orang (termasuk kita) adalah menjaga keseimbangan antara urusan duniawi dan ukhrowi atau mengintegrasikan nilai–nilai islam dalam setiap aspek kehidupan kita, atau lebih tepatnya hal–hal yang kita lakukan seharian penuh kurang bernilai ibadah. Bahkan, mungkin aktivitas yang kita lakukan jauh dari apa itu ibadah atau lebih mengarah kepada maksiat.

Nah, berhubungan dengan hal itu semua diakibatkan oleh satu sebab. Atau mungkin dapat kita analogikan air yang mengalir di sungai pada dasarnya hanya berasal dari satu sumber. Benar, hal itu semua diakibatkan bahwa kita kurang dapat mengingat kematian. Mungkin bagi antum dan antunna sekalian yang sudah paham dengan agama berpandapat lain, namun kami (redaksi) punya alasan mengapa mengingat kematian punya urgensi yang sangat penting. Antara lain:

1. ingat mati berarti ingat hidup.

Mungkin antum dan antunna sekalian bertanya. Ingat mati kok ingat hidup. Jangan bingung dulu yang dimaksud disini hidup dalam artian hidup sesudah mati (hidup di akhirat kelak). Dengan mengingat kematian berarti kita selalu ingin membuat kehidupan kita kelak lebih baik daripada kehidupan di dunia. n’ otomatis hal ini mendorong kita untuk melakukan berbagai kebaikan.

2. mengingat kematian membuat kita rendah hati

Hal ini dapat kita pahami bahwa bekal yang kita bawa di akhirat kelak bukan harta tetapi amal kita. n’ harta yang kita miliki akan sirna kecuali harta yang kita sedekahkan. Selain itu orang tua, saudara kita tidak akan ada yang dapat menentukan bagaimana kita kelak. Dari hal itu semua dapat membuat kita terhindar dari pamer harta atau materi serta pamer kedudukan orang tua atau bahkan sombong. Yang pada dasarnya tiada manfaatnya untuk kehidupan kita kelak. Malah dengan mengingat kematian kita hanya terfokus pada hal–hal yang mendatangkan manfaat bagi kita.

3. mengingat kematian berarti kita terjaga

Sebelumnya hal ini dapat dijelaskan dengan satu pernyataan bahwa kemungkinan kita dapat menghembuskan nafas esok adalah 50 : 50. baik itu bagi orang tua renta ataupun muda belia seperti kita. Hal ini dapat kita analogikan dengan buah kelapa yang ada dipohon adalah hidup dan yang jatuh adalah kematian. Buah kelapa pun yang masih muda banyak yang jatuh apalagi yang sudah tua. Begitu juga dengan kematian dia akan datang kapanpun jika memang sudah waktunya. Hal ini sesuai dengan firman Nya dalam Q.S An–Nisa ayat 78 :” Dimana kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati kamu berada dalam benteng yang tinggi lagi kokoh….”. Nah, apabila kita sudah sadar dengan hal ini pasti kita sebagai generasi muda pun turut menyiapkan bekal untuk kematian. Karena kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput. Entah nanti, esok, lusa atau minggu depan. Pokoknya kita tetep bersiap dan terjaga menyambut datangnya izroil. Semua itu menyebabkan kita terdorong untuk melakukan amal yang baik agar bila izroil datang kita dalam keadaan baik (khusnul khotimah )

4. mengingat mati berarti kita pandai

Tahu gak orang pandai itu siapa? Jika jawabannya adalah para ilmuan dan professor. Jawabannmu mungkin benar tapi masih kurang sempurna. Karena orang pandai yang sesungguhnya adalah orang yang mengingat kematian. Hal ini dapat kita pahami sebagai berikut ketika para ilmuan belajar seharian mereka tidak mengintegerasikan denagan ibadah. Berbeda dengan orang yang mengingat kematian, Mereka selalu mengisi hari–harinya dengan hal-hal yang bernilai ibadah. Termasuk belajar, yang juga merupakan ibadah. Namun nilai belajar orang yang mengingat kematian mempunyai nilai yang tinggi karena menyangkut ibadah dan mungkin bila kedua orang tersebut melakukan penelitian yang sama akan lebih baik orang yang sering mengingat kematian karena 100% penelitiannya karena ibadah. Mungkin kalo ilmuan yang lain di barengi dengan niat mencari prestise dan profit semata.

Nah, gimana sobat karisma . dah tahu kan mengapa mengingat kematian itu penting . mungkin bila dikaji lagi seluruh lembar dalam buletin ini tak akan muat. Selain itu, juga keterbasan ilmu dari kami (redaksi). Untuk lebih lengkapnya antum dan antunna dapat membaca buku yang berkaitan dengan kematian ataupun tanya kepada guru atau ustadz yang antum kenal. Dan jangan lupa kalo dah tahu ilmunya dipraktekkan ya!

No comments: