Ajal Pasti Datang
Kemarin sekolah dik Risma gempar dengan meninggalnya teman sekelas di Risma. Padahal sehari sebelumnya dia masih bercanda tawa dan beraktifitas seperti biasanya. Tetapi siapa sangka hari itu adalah hari terakhirnya.
“Assalamu’alaikum” sapa dik Risma kepada Zahra temannya, tapi ia tak kunjung menjawab, sampai dik Risma mengulangi salamnya sambil menepuk bahu Zahra dan duduk di sampingnya.
“Assalamu’alaikum” salam dik Risma.
“Wa’alaikumsalam” jawab Zahra sambil tergagap.
“Ada apa Ra, kok ngelamun sampai aku ucap salam gak kunjung kamu jawab ?”
“Af1 ya Ris, aku Cuma berfikir kemarin dia yang meninggal, tapi bagaimana kalau jika detik berikutnya atau hari berikutnya giliranku?”
“Zahra, kamu tahukan, kalau hidup dan mati itu di tangan Allah ?”
“Iya sih, tapi kemarin dia masih periang, masih bercanda bersama kita, tapi kita tidak menyangka, secepat itu dia meninggalkan kita.” Jawab Zahra.
“Kita tidak boleh meratapi kematian seseorang secara berlebihan. Kita harus berusaha untuk mengikhlaskannya.” kata di Risma.
“Kamu bener Ris, tapi aku bener-bener takut, bagaimana kalau besok tiba giliranku?”
“Manusia pasti akan mati, tapi ada yang harus kita lakukan selama masih diberi kesempatan bernafas, yaitu, kita tambah keimanan kita, kita perbaiki perlakuan kita yang buruk, kita manfaatkan waktu yang kapan kita tidak bisa perkirakan akan habis.Kita harus lebih mendekatkan diri kepada Allah. Bukan karena kita takut mati dan masuk neraka, tapi karena Dia memang pantas disembah.
“Iya, berarti melamun itu gak ada gunanya ya Ris ?, lebih baik kita mendoakan agar ia diterima segala amal perbuatannya dan ditempatkan ditempat terbaik disisi-Nya, dan kita dijauhkan dari godaan syetan.”
“Iya kamu bener” Jawab dik Risma.
Kemudian merekapun pergi ke masjid karena masih jam istirahat, untuk salat Dzuhur.
No comments:
Post a Comment