Thursday, May 3, 2007

Akhlakul karimah

Kemuliaan itu berasal dari amanah

Assalamualaiakum, sobat! Kaifa khaluk? Moga tetap semangat dalam menggapai ridho ilahi. Yup, ini adalah rubrik baru yang akan membimbing akhlak kita menuju akhlakul karimah. So, kita semua dapat menjadi pribadi muda yang berakhlak mulia dan menunjukkan jati diri kita sebagai muslim sejati. Bukan sekedar muslim KTP atau muslim kartu pelajar aja, tapi kita akan menjadi the real Moslem.

Nah, di edisi kita akan bahas tentang Amanah. Yah , sebuah kata yang ringan di ucapkan namun sulit untuk kita realisasikan. Mungkin sobat karisma sekalian dah tahu yang namanya amanah. That”s right! Amanah adalah dapat menyampaikan sesuatu kepada yang berhak atau dalam ruang lingkup yang lebih kecil lagi amanah adalah dapat dipercaya. N’ disamping itu semua amanah juga berarti dapat bertanggung jawab atas apa yang kita perbuat. Karena pada dasarnya segala apa yang kita lakukan di alam fana ini adalah amanah. Mulai dari waktu kita, usia kita, kesehatan kita, keterampilan kita, kecerdasan kita. Semua adalah Amanah Allah SWT yang semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya oleh sang khalik. N’ Ana dan kita yakin pasti ketika membaca artikel ini dengan ikhlas dan niat mencari ilmu, Pada dasarnya kita juga melaksanakan amanah usia dan kesempatan kita, yang insya Allah kita telah menunaikan amanah usia dan kesempatan dengan benar. Lalu bagaimana dengan aktivitas kita yang lain , misalanya nongkrong yang tiada gunanya, bersenda gurau yang tak jelas, berduaan dengan seseorang yang bukan muhrim, malas menuntut ilmu atau menyia-nyiakan waktu yang tak jelas tujuannya, apakah itu semua yang dinamakan amanah? Atau sudah tepatkah amanah usia dan kesempatan kita laksanakan dengan baik?

Melaksanakan Amanah butuh perjuangan

Sobat karisma, bagaimana dah jelaskan apa yang dinamakan amanah baik dalam arti sempit atau luas. Pasti sobat sekalian berpikir kalau amanah itu ada disekililing kita dan berat melaksanakannya. Namun stop! La taiasu wa La tahzan (jangan putus asa dan bersedih). Kita harus tetap berusaha karena itu semua adalah bentuk ketaatan kita kepada Allah dan rosul. Selain itu bila dilihat lebih dalam itu semua adalah bentuk ibadah. Bukankah itu tugas atau misi kita sebagai manusia untuk beribadah kepadaNya. Asalkan kita ikhlas dan dengan niat yang benar melaksanakan amanah baik yang berasal dari Allah ataupun amanah dari orang lain ,InsyaAllah hal ini bukan perkara yang sulit.

Bagaimana caranya ?

Bukannya ana su’udzon, tapi mungkin sobat karisma berpikir kalo ikhlas dan niat yang benar masih solusi yang umum dan sobat sekalian ingin tahu yang lebih spesifik. Iya kan? Kalo begitu ana akan kasih tahu

1. Kita harus benar–benar yakin kalo berlaku amanah adalah kewajiban kita yang nantinya dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S An-Nisa’ ayat 58 yang artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kalian menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.” Dan juga sabda Rosul Saw :” “Tunaikanlah amanah kepada siapa yang memberikan amanah kepadamu, dan janganlah engkau mengkhianati orang yang mengkhianatimu.” (HR. at-Tirmîdzî)

Dengan keyakinan yang bulat , kita dapat melaksanakan amanah.

2. Tahu dan sadar akan kemampuan diri kita. Hal ini penting berkaitan dengan amanah yang menyangkut amanah keduniaan. Misalnya jika kita tahu bahwa diri kita tak mampu menjadi pemimpin di suatu organisasi, maka kita jangan ikut pencalonan, atau kita berani menolaknya bila kita diminta. Bukankah hal ini akan juga dimintai pertanggung jawabannya di akhirat kelak? Sebagaimana Rosul SAW pernah menolak permintaan Abu Dzar akan sebuah jabatan karena mengerti karakternya yang tidak sesuai dengan jabatan yang diminta. Beliau berkata, “Wahai Abu Dzar, engkau itu lemah sedang ia adalah amanah. Sesungguhnya pada hari kiamat nanti ia adalah kehinaan dan penyesalan. Kecuali siapa yang mengambilnya dengan haknya dan menunaikan (kewajian) atasnya dalam hal tersebut.”

3. Harus sportif dan dapat bekerjasama dengan orang lain. Sobat karisma,pasti tahu pepatah yang menyatakan berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Hal itu pula berlaku pula dalam menunaikan amanah. Bila kita dapat bekerja sama dengan orang lain dan tentunya teman yang bersifat amanah. Pasti segala amanah kita dapat kita laksanakan dengan lebih ringan.

4. Kenali area dan fokus. Pasti , kita sudah dapat membedakan mana yang penting dan yang tidak. Prinsip itu pulalah yang kita lakukan dalam melaksanakan amanah. Kita harus tanggap terhadap kondisi kita dan fokus terhadap amanah yang paling penting dan fundamental. Karena ana yakin kita semua selain sebagai siswa , kita adalah anggota keluarga dan anggota masyarakat ,apalagi kalo kita aktivis. pasti amanah yang kita emban sekarang ini sangat kompleks namun waktu kita terbatas. Kalo sobat karisma dapat menggunakan prinsip dalam ekonomi yang telak kita modifikasi yaitu “dengan waktu yang sesingkat-singkatnya tunaikan amanah sebanyak–banyaknya”.

5. Jujur dan ikhlas. Memang dua sifat tersebut tak dapat dipisahkan dari amanah. Kedua sifat tersebut harus terintegrasi dalam diri kita bila kita ingin melaksanakan amanah dengan baik. Dengan sifat jujur kita akan selalu sadar akan amanah kita dan kita selalu berupaya untuk melaksanakan atau menyampaikannya. Dengan ikhlas kita dapat mengendalikan nafsu kita dan InsyaAllah godaan setan dapat diminimalisir, Bukankah setan akan jauh dari orang-orang yang ikhlas. Dengan demikian melaksanakan amanah dapat berjalan dengan mudah dan amanah tidak akan menjadi bumerang bagi kita yang dapat menjatuhkan ke lembah neraka.

Saatnya melaksanakan amanah!.

Gimana sobat? Dah tahukan seluk beluk tentang amanah? Kita sekarang kan dah tahu ilmunya, tugas kita selanjutnya adalah mengamalkannya. Karena ilmu tanpa amal bagaikan pohon berbuah, yang tiada manfaatnya. Bahkan, dapat menjadi bumerang bagi kita. Untuk mengamalkannya, Kita dapat mulai dari hal-hal kecil seperti memanfaatkan waktu dengan baik dan belajar atau menuntut ilmu dengan baik. N’ ana yakin bila kita melaksanakan amanah kita akan menjadi orang yang terpercaya dan berkridibelitas tinggi , dan InsyaAllah akan bermuara kepada kemuliaan . Selamat menunaikan amanah!

No comments: