Monday, November 26, 2007

FOKUS

KNOWLEDGE, THE POWER OF DREAMS

Artinya : “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak mereka ketahui.” (QS. Al-Alaq : 1-5)

Jika antum antunna perhatikan ayat di atas yang merupakan wahyu pertama, maka terlihat betapa besar perhatian Allah pada manusia. Kata “insan” dalam wahyu pertama tersebut sampai dilafalkan 2 kali. Jujur saja, seharusnya tidak ada seorang muslimpun yang bodoh. Sebab perintah yang datang pertama kali kepada Muhammad adalah “membaca”. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa wujud perhatian Allah pada manusia adalah ilmu yang disebarkan-Nya di muka bumi untuk dicari. Sebenarnya berbicara tentang ilmu tidak lepas dari peran pikiran manusia itu sendiri. Ilmu-pikiran-belajar, terserah bagaimana antum antunna mau membuat hubungannya. Dan ilmu itu sendiri ada berbagai macam jenisnya. (Kalo yang ini, rasanya hampir mustahil untuk disebutin satu persatu)
Nah, untuk menggapai ilmu itu sendiri, Allah telah memberi “tool”-nya kepada manusia yaitu akal pikiran. Hanya manusia yang diberi “tool” ini. Makhluk lain tidak. Setelah itu tindakan untuk menggapai ilmu adalah dengan belajar. Belajar tidak harus dengan membaca namun kebanyakan orang menganut dogma bahwa belajar adalah membaca. Bukankah qta juga bisa belajar dari pengalaman yang merupakan guru terbaik qta?
Sesuai hal yang tersurat dalam ayat di atas (membaca), potensi ini besar artinya bagi manusia. Manusia akan mendapat ilmu dari potensinya sehingga bisa berkembang maju, membangun peradaban dan memakmurkan bumi. Tanpa ilmu, manusia hanya akan menjalani hidup berdasarkan insting saja.
Untuk itulah Allah menurunkan Al Qur’an sebagai sumber ilmu. Dan Al Qur’an pula yang menjadi kerangka penguat dan pemisah antara ilmu mana yang diridhoi Allah untuk dikembangkan. Karenanya salah besar jika ada yang menganggap Al Qur’an sebagai penghambat gerak kehidupan dan kreativitas manusia.
Agama sama sekali tidak membelenggu kebebasan berpikir. Sebab dengan begitu justru memunculkan ide-ide atau ilmu-ilmu baru. Bayangkan saja jika Allah membelenggu kebebasan berpikir, agama tak pernah berkembang dan manusia tetap bodoh. Walau ilmu manusia hanya setetes dari ilmu Allah yang seluas samudra namun pikiran manusia diberi wewenang di urutan ketiga atau dalam bahasa arabnya,”Ijtihad.” Banyak penetapan ilmu fiqih, aqidah, akhlak dan ilmu tafsir merupakan hasil “Ijtihad.” (Kita harus ucapkan Alhamdulillah untuk satu ini) Selain itu ada ijma’, maslahah mursalah, bahkan madzhab pemikiran. Tidak ada satu ajaranpun yang tak boleh dijamah akal. Justru dengan cara ini hukum syari’at terus berkembang.
Para ilmuwan, filsuf dan imam besar adalah contoh nyata bahwa ilmu adalah hal mutlak yang harus ada pada pribadi manusia. Orang yang tidak tahu ilmu atau sedikit ilmu, ia hanya semakin jauh dari Allah. Justru dari ilmu itulah manusia mengenal ALLAH. Ilmuwan masa lampau bahkan lebih tangguh keagamaan mereka dibanding para kaum agamis. Mereka kenal benar dengan ALLAH melalui hasil temuan mereka. Tak ada yang menafikan kekuasaan ALLAH terhadap ilmu yang mereka miliki.
Singkatnya, semakin tinggi ilmu seseorang seyogianya semakin tunduklah mereka pada ALLAH. Antum antunna mesti pernah dengar denngan slogan “knowledge is power”.Jika antum antuna pahami maknanya maka slogan itu adalah arti terdalam sebuah ilmu.Jika dicermati lebih dalam lagi, slogan ini sebenarnya menjadi jawaban mengapa bangsa lain khususnya Eropa menjadi bangsa yang amat maju dan mengapa umat islam zaman Dinasti Ummayyah maupun Dinasti Abbasiyah jauh lebih berkembang daripada umat islam sekarang.
Jadi, jelaslah semua betapa berarti ilmu bagi setiap insan. Ilmu yang membuat manusia itu ‘menjadi manusia’ dan dengan ilmu itu pula mereka (manusia.red) mengenal siapa Pencipta mereka.
Terakhir, Antum antunna dan sobat KARISMA semua kagak perlu khawatir bagaimana dengan ilmu yang sudah diperoleh di SMA kita yang tercinta ini. “Untuk apa?” mungkin itu yang pernah terpikir di benak kita. Pada disiplin ilmu tertentu mungkin telah antum antuna ketahui jawabnya. Pada ilmu-ilmu yang lain kita cuma bisa menerka-nerka. Tapi, yakinlah bahwa entah suatu saat ilmu yang kita peroleh itu bisa kita aplikasikan walau sekali saja.

AKHLAKUL KARIMAH

Sobat karisma, tema qta kali ini khan ilmu….So, qta harus taw yang namanya ilmu.Ilmu itu adalah sesuatu petunjuk untuk melakukan sesuatu.
Cara qta untuk mendapat ilmu adalah dengan belajar. Ada beberapa penyebab terganggunya qta dalam belajar, a.l:
· Memikirkan pacar dalam belajar.
· Dalam keadaan sakit
· Kurang konsentrasi
· Tidak berniat belajar, tetapi dalam keadaan menerima pelajaran.
· Suasana yang tidak kondusif
· Pengajar yang kurang professional ketika mengajar
Untuk meminimalisir gangguan tersebut, maka diperlukan beberapa cara:
Ø Awalilah belajar dengan niat, tanpa niat pelajaran sulit ditangkap.
Ø Cari suasana yang kondusif untuk belajar
Ø Jaga kesehatan jasmani n rohani
Ø Cobalah untuk berkonsentrasi
Di dalam AL-QUR’AN, ilmu yang bermanfaat adalah amalan yang gak kan terputus walau kita sudah mati. Tanpa ilmu kita tidak kan bisa menjalani hidup dengan baik. Seprti pepatah,”Ilmu adalah pelita hidup”
Belajar adalah suatu kewjiban bagi seorang manusia, terutamabagi pelajar. Belajar dan menuntut ilmu adalh suatu bekal atau pendorong kita untuk meniti masa depan. Adapun kiat-kiat untuk sukses dalam belajar bagi siswa antara lain:
§ Dahului niat dan membaca do’a sebelum belajar
§ Carilah motivator untuk meningkatkan belajar kita
§ Kalau bisa tinggalkan yang namanya “pacaran”
§ Cari teman belajar yang bisa diajak belajar bersama
§ Berusahalah membagi waktu antara belajar dengan kegiatan yang lain.

Teladan dan hikmah

Abu Hurairah dan Pencuri

Sekilas judul di atas gak ada koneknya dengan pertanyaan berikut (tapi jangan terlalu cepat berkomentar). Ada yang tahu rahasia atawa manfaat dari ayat kursi??? Alhamdulillah jika ada yang sudah tau. Kalau belum tau, dengerin nih kisahnya.Diceritakan, bahwa pada suatu hari Abu Hurairah mendapat amanat dari Rasulullah SAW untuk menjaga gudang zakat di bulan suci Ramadhan. Abu Hurairah dengan sigap menyanggupi tugas itu. Ia pun bersiap-siap.
Malam hari, tanpa diduga oleh Abu Hurairah ada pencuri berhasil masuk ke gudang. Mengetahui hal ini, Abu Hurairah bersiap-siap menangkap pencuri ulung itu. Karena kesiap-siagaannya, ia pun berhasil menangkap pencuri itu. “Akan kulaporkan kau pada Rasulullah.” Ancam Abu Hurairah.Mendengar ancaman Abu Hurairah, pencuri itu pun takut sambil merengek minta belas kasihan. “Aku ini orang miskin, banyak anggota keluarga yang menjadi beban tanggunganku. Sementara ini aku sangat membutuhkan makanan untuk mereka.”
Karena merasa kasihan, lalu pencuri itu dilepaskannya. Keesokan harinya dia laporkan kejadian semalam pada Rasulllah yang kemudian menanyainya,”Apa yang dilakukan tawananmu semalam,hai Abu Hurairah??”. Dijawab oleh Abu Hurairah,”Ia mengeluh Yaa Rasulullah, ia berkata kalau dirinya keluarga miskin dan keluarga yang harus ditanggungnya sangat butuh makanan. Dan karena aku merasa kasihan, aku membebaskannya.”
“Sesungguhnya dia itu pembohong, lihatlah nanti malam dia akan kembali”,kata Nabi. Karena itu, penjagaan pun lebih ditingkatkan lagi. Dan benarlah kata Nabi, pencuri itu kembali beraksi. Akan tetapi kali ini pencuri ditangkap lagi oleh Abu Hurairah sendiri.
“Akan kulaporkan kau pada Rasulullah”, ancam Abu Hurairah seperti malam sebelumnya. Dan sekali lagi pencuri itu pun meminta belas kasihan,”Aku ini orang miskin dan keluarga yang menjadi tanggunganku sangat butuh bahan makanan. Aku berjanji besok aku tak akan kembali lagi ke sini.”Rupanya Abu Hurairah tersentuh perasaannya mendengar keluhan pencuri itu. Lalu diampuninya, apalagi dia telah berjanji. Abu Hurairah pun kembali menceritakan kejadian semalam.Beliau pun menanyai hal yang sama seperti kemarin. Setelah mendapat jawaban yang sama, Nabi menegaskan bahwa pencuri itu berbohong dan akan kembali lagi seperti yang sudah-sudah.
Pada malam berikutnya, Abu Hurairah benar-benar waspada dan bertekad akan menawannya. Ia sungguh telah merasa geram karena dipermainkan pencuri kelas teri.Ketika malam semakin larut, tiba2 ada bayangan hitam menuju gudang zakat. Ia bergumam apa yang dikatakan Rasulullah terbukti kembali. Dengan hati-hati ia dekati pencuri itu dan ia pun berhasil menangkapnya kembali.“Kali ini kau pasti akan kulaporkan pada Rasulullah. Aku tidak mau lagi kau perdaya karena sudah dua kali kau membohongiku.”,gertak Abu Hurairah dengan tegas. Pencuri itu memohon kembali, namun sia-sia saja. Abu Hurairah teguh pada pendiriannya. Dengan putus asa sang pencuri pun berkata,”Tolonglah, engkau lepaskan aku. Nanti tuan akan saya ajari sesuatu yang sangat berharga.”
Karena tertarik pada tawaran sang pencuri, ia pun bertanya,”Sesuatu apakah yang akan kau ajarkan padaku??”.Pencuri pun menjawab,”Apabila tuan hendak tidur, maka bacalah ayat kursi. Niscaya tuan akan dijaga oleh ALLAH dan tidak ada satu setan pun yang berani mengusik tuan hingga pagi.” Akhirnya pencuri pun dilepaskannya, tampaknya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya daripada nalurinya sebagai penjaga gudang.
Esok hari ia laporkan kejadian semalam pada Rasulullah. Beliau pun bertanya apa yang telah diajarkan sang pencuri pada Abu Hurairah. Ia pun menjawab,”Katanya, jikalau aku hendak tidur, maka aku disuruhnya membaca ayat kursi. Dengan begitu, ALLAH akan menjagaku sampai pagi dan tak ada setan yang berani mengusik tidurku.” Rasulullah menanggapinya seraya berkata,”Pencuri itu telah berkata benar, meskipun ia sebenarnya seorang pembohong.” Lalu lanjut Beliau,”Tahukah kau wahai Abu Hurairah, siapa sebenarnya sosok pencuri yang kau tangkap tiap malam itu??”
Abu Hurairah yang memang tak tahu menahu tentang hal itu balik bertanya,”Siapa wahai Rasulullah??”. Rasulullah menerangkan,”Dia adalah iblis yang menyerupai wujud seorang laki-laki.”

FIQIH

RAMALAN BINTANG

Menurut Dr. Yusuf Qaradhawi, cendikiawan muslim asal Doha, Qatar, ramalan bintang (astrologi/horoskop) adalah ilmu reka-rekaan orang yang menghubung-hubungkan pergerakan atau perubahan perbintangan dalam sistem tata surya dengan nasib atau sesuatu yang akan terjadi kemudian dalam kehidupan manusia. Tujuan ramalan bintang yang notabene untuk mengetahui perkara gaib merupakan ilmu jahiliyah yang jelas. Jelas ditolak oleh Islam. Menurut Islam, bintang-bintang itu tidak lain hanyalah sebagian dari makhluk Allah SWT yang tundak akan sunnah-Nya.
Dalam istilah Arab, ramalan bintang sama dengan ilmu nujum. Ilmu nujum yang didasarkan pada tanggal kelahiran merupakan ide jahiliyah yang tidak didukung oleh dalil naqli (wahyu), aqli (rasio), dan Iptek.
Oleh karena itu, orang yang mempercayai Ramalan Bintang sebagai sesuatu yang benar, maka dia termasuk orang yang kufur. Lebih parah lagi bagi orang yang menekuni atau mencoba-coba mempelajari bidang ini.
“Barang siapa mendatangi ahli nujum (dukun/paranormal) kemudian ia mempercayai terhadap apa-apa yang diucapkan, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.” (Al Qur’an dan Sunah) (HR. AL Bazzar)
So, Islam melarang umatnya mempercayai ramalan yang tidak didasarkan pada dalil wahyu, akal sehat maupun Iptek. Sesungguhnya, perkara ajaib mutlak utusan Allah. Nabi Muhammad saja tidak tahu tentang perkara gaib.
Persoalan nasib, jodoh, rezeki, mati dan hari baik itu yang tahu hanyalah Allah. Manusia diberi kesempatan oleh Allah untuk merencanakan dan berusaha semaksimal mungkin agar mendapatkan hasil yang terbaik. Itu artinya, kita bisa merancang masa depan nasib, jodoh, rezeki-kecuali mati- dengan kemampuan yang baik pula. Kalau sudah berusaha maksimal, baru tawakal kepada Allah.
Gimana dengan kamu? Pilih PD atau Ramalan Bintang? Kalau mau PD dan membekali kemampuan dalam menghadapi masa depan, isnya Allah akan sukses.

NISA’

KEWAJIBAN WANITA DALAM PENDIDIKAN

Assalamu’alaikum . . . sobat karisma!!??
Ukhti. . . apakah antunna sudah merasa memiliki ilmu yang cukup untuk menghadapi dunia ini??? Dunia yang penuh dengan masalah, tanpa ilmu kita tidak dapat menyelesaikan masalah itu dengan baik!
Sobat karisma. . . kaum wanita (akhwat) berhak untuk mendapatkan pengajaran dan pendidikan.
Pada zaman jahiliyah kaum wanita tidaklah boleh keluar rumah, mereka tidak tahu akan kemajuan zamannya, mereka tidak boleh mengenyam pendidikan di luar rumahnya. Setelah Islam datang Rasulullah memproklamirkan akan risalah yang dibawanya. Di antaranya yang diplokamirkan ialah untuk belajar. Dengan belajar seseorang akan mengerti sesuatu yang dicarinya, dengan belajar akan terbukalah wawasan luas alam pikirannya, dengan belajar mereka akan mengetahui akan hakikat dirinya yang sebenarnya, dan pada akhirnya dengan belajar seseorang akan mengetahui siapa sebenarnya yang menciptakan dirinya & alam sekitarnya.
Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Abdilbar : “THOLABUL ‘ILMI FARIDDLOTUL ‘ALLA KULLI MUSLIMIN WA MUSLIMAT” artinya : “menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim laki-laki & muslim perempuan.
Berangkat dari sabda Rasulullah SAW yang sudah beratus-ratus tahun silam, bangsa kita Indonesia khususnya telah mencanangkan gerakan wajib belajar pada usia 7 tahun.
Kita sekarang hidup di zaman modern, serba canggih. Untuk bisa mengimbangi kita dituntut memiliki pengetahuan & berwawasan luas. Dengan berbekal ilmu pengetahuan yang tinggi & kecerdasan akal pikiran, maka kini kaum wanita banyak yang menduduki pos-pos yang terpenting dalam roda kehidupan berwarga negara ini, misalnya kini kita jumpai adanya menteri perempuan, dokter perempuan, presiden perempuan bahkan ada perempuan yang baik ke bulan. Memang Allah memberi penghargaan kepada orang-orang yang berpengetahuan ini dengan derajat/pangkat yang tinggi.
Dalam surat Al-Mujadalah ayat 11, Allah berfirman : “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman & orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” Dalam surat Az Zumar ayat 9 Allah berfirman : “. . . katakanlah (hai Muhammad). Adakah sama orang-orang yang mengetahui ndengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.”
Tuh khan ukhti. . . apa yang menghalangi kita untuk tidak belajar & menuntut ilmu, menuntut ilmu itu wajib bagi perempuan juga laki-laki. Nah. . . maka dari ayo donk kita tingkatin semangat kita tuk belajar jangan malah bolos sekolah. . . maen ke sana kemari yang tidak ada manfaatnya. . . mending baca buku biar luas wawasan kita sobat!!!
OK!!! Buat sobat Karisma semuanya met belajat & menuntut ilmu. GOOD LUCK!!!
Wassalamu’alaikum . . .

Ensiklopedi

Bintang IndiA Shakhrukh Khan main film lawan Islamofobia

Enam orang ditangkap. Mereka dituduh berencana melakukan aksi terror di sejumlah bandara internadsional,Enam tahun pasca tragedy WTC .Tapi alasan penangkapan itu adalah karena mereka muslim. Dan memiliki nama seorang muslim yang kemudian memunculkan kecurigaan petugas imigrasi dan keamanan di bandara.
Tunggu dulu,…Tulisan di atas bukan fakta tapi hanya episode awal film India berjudul “My Name is Khan”. Film ini menampilkan fenomena islamofobia dan sikap rasialis yang dialami kaum muslimin pasca tragedy WTC. Film ini akan diputar pada awal tahun depan di layer lebar Bollywood.
Dalam keterangan pers yang dikutip harian Mombay terbitan India, pemeran utama film ini adalah Shakhrukh Khan. Menurutnya ia sangat menghayati sekali saat memainkan peran di film ini. Sebabnya dia mengatakan,”Karena memang setiap kali saya tiba di bandara London, Saya mengalami pemeriksaan ekstra,setelah mereka mengetahui nama saya.”
Di banyak bandara, tambah Khan, cukup karena memiliki nama seorang muslim, bisa dituduh berencana melakukan terror. Menurut organisasi HAM, perlakuan rasis yang menimpa umat islam pasca traged WTC menyebabkan sekitar 500 orang wisatawan islam dilarang memasuki wilayah AS setiap hari. Dan pelarangan itu bisa saja karena dugaan yang belum terbukti.
Khan, bintang film India yang sudah main di lebih dari 50 film mengatakan, ,”Sebelum peristiwa WTC, ia sangat mudah memasuki negara Eropa dengan hanya menyebutkan nama saja.Bahkan seringkali ada orang yang menawarkan ingin membawa koper saya Tapi hari ini, saya mendapat pemeriksaan ketat hanya karena nama saya.Dan tak satu pun orang sukarela mengangkat koper saya.”
Menurut Khan lagi, peristiwa seperti itu tidak akan dialami di bandara India. Meskipun negara sekuler, tambahnya, India tak menetapkan kebijakan rasis seperti itu.Semua pengalaman itulah yang memunculkan inspirasi filmnya yang paling baru. Karena semua peristiwaitu terkait dengan namanya yang berbau islam. Maka jadilah film itu. Berjudul “My Name is Khan”

Tentara Israel:Kami Tuhan yang Bisa Berbuat Apa Pun Terhadap Orang Palestina

Disebabkan media2 besar dunia, juga nyaris seluruh kantor berita internasional, dikusai jaringan Zionis internasional, maka kekejaman dan kebiadaban tentara Zionis-Israel tidak diketahui banyak orang.Termasuk bagaimana cara dan perasaan tentara penjajah ini saat menyiksa warga Palestina, baik itu bayi dan anak2 kecil, para gadis dan para muslimah, dsb.
Sebuah foto dimuat dalam situs Kavkazcenter.com. Situs perjuangan mujahidin Cechnya ini pada hari Kamis(25/10) pukul 12.51, waktu Cechnya merilis sebuah foto yang sangat menyesakkan dada di mana seorang muslim akhwat Palestina sedang dikeroyok tidak kurang dari 3 tentara Israel dan tangnan si muslimah tersebut sedang digigit anjing besar yang dibawa oleh para biadab tersebut.
Terkait hal itu, Harian Observer(21/10) memuat kesaksian seorang psikolog Klinik Universitas Hebrew bernama Nufar-Yishai Karin. Psikolog tersebut memeriksa dan mewawancarai 18 tentara Zionis Israel yang banyak bertugas di daerah pendudukan. ”Mereka banyak yang mengaku senang bisa menyiksa orang2 tersebut.”
Beberapa jawaban yang disampaikan tentara Zionis kepada Psikolog sungguh sangat memprihatinkan. Dan memperlihatkan bahwa mereka memang bukan manusia, namun makhluk biadab yang justru jauh lebih kejam daripada iblis terkejam di jagad ini. Inilah sebagian kutipannya :
“Menyiksa mereka seperti minum anggur yang lezat…”
“Jika saya ditugaskan ke Rafah atau daerah yang mana banyak Orang Palestinanya dan tak menyiksa mereka, sepekan saja, maka saya merasakan badan ini kurang sehat.”
Beberapa tentara Israel bahkan mengakui bahwa menyiksa orang Palestina ini merupakan bagian dari keimanan mereka.
Kamu akan merasa kamu adalah hukum itu sendiri. Kamu adalah hukum. Kamu bebas untuk berbuat apa saja, bahkan terhadap anak2 kecil dan tentu saja perempuan muda….”
“Saya pernah melakukan yang amat saya suka. Seorang pemuda Palestina saya tendang kemaluannya. Saya pecahkan, hingga dia tidak akan pernah punya anak.” Seorang tentara Israel lainnya dengan bangga bercerita bagaimana dia menyiksa seorang muslimah Palestina,” Saya pukul wajahnya dengan gagang senjata ini hingga hancur dan dia tidak bisa lagi meludahi saya sampai kapanpun…”
Yang lain berkata,” Kami sedang patroli di Rafah. Tidak ada anjing2 di jalanan, yang ada hanya seorang bocah kecil tengah bermain dengan pasir. Dia sedang membuat rumah dari pasir. Teman kami mulai membidikkan senjatanya,tapi komandan kami melarang dan berkata,’Jangan, dia hanya anak2. Tidak perlu ditembak. Patahkan saja leher atau tulang rusuknya.’ Lalu kami hampiri dia dan mematahkan tulang-tulangnya. Kami pergi meninggalkan anak itu…”

INFO

Hukum Rajam : Kejam…?

Bro, dah pada tahu kan kalo dalam hukum Islam itu, orang yang berzina musti dirajam? Sepintas… kaya’ yang kejam gitu loh. Tapi ternyata ada sebab-sebabnya yang bisa dilihat secara ilmiah gitu lho…
Begini ceritanya : Badan manusia tuh setiap saat ngeluarin sel-sel darah putih atau antibiotic yang dapat melawan penyakit. Dan sel-sel ini terdapat di dalam tulang belakang, berdekatan dengan sumsum tulang manusia.
Lelaki yang belom menikah, dia akan dapat mengeluarkan beribu-ribu sel ini, sedangkan lelaki yang sudah menikah hanya dapat mengeluarkan 10 unit sel ini sehari. Sebabnya ialah, karena sel-sel lain akan hilang karena (sorry neh…?) hubungan suami istri. So… jelaslah bila lelaki yang belum menikah di dapati salah karena zina, hendaklah dicambuk sebanyak cepek kali alias 100 kali (bayangin aja, 100 kali?). Ini adalah apabila dia dicambuk di belakangnya, suatu hukuman tentang kesakitan itu akan mengakibatkan atau membuahkan penghasilan beribu sel antibiotic yang dapat melawan virus HIV-AIDS. Jika virus itu sekiranya udah ada dibadannya, nah…boleh dipercaya boleh ngga’ (tapi, mending percaya aja deh!?) kalo dengan itu, dapatlah antibiotic melawan virus HIV itu.Tetapi jika lelaki itu sudah menikah walaupun dicambuk 100 kali, ia akan tetap menghasilkan 10 unit antibody saja. Jadi dengan itu hukumannya dirajam hingga mati agar ia tidak dapat merebakkan virus HIV itu. Subhanallah, sungguh bener-bener hukum agama kita itu juga komprehensif dengan ilmu kesehatan

TAKON (TAnya KONsultasi)

Pertanyaan :
Apa maksud dari ta’wil dan apa tujuannya?
Jawaban :
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Ta’wil ialah pemahaman atau pemberian pengertian atas fakta-fakta tekstual dari sumber-sumber suci (Al Qur’an dan Al Sunnah) sedemikian rupa, sehingga yang diperlihatkan bukanlah makna lahiriyah kata-kata pada teks sumber suci itu, tapi pada “makna dalam” (batin, inward meaning) yang dikandungnya. Metode serupa ini (ta’wil) telan muncul sejak masa-masa diri sejarah Islam (jika tidak malah sejak masa Rasul Allah SAW sendiri, sebagaimana dikatakan kalangan Islam tertentu).
Karena itu persoalan interpretasi metamorfosis, mempunyai saham cukup besar dalam timbulnya perselisihan di kaum muslim.
Maka salah satu tujuan tulisan ini ialah menumbuhkan keinsyafan tentang bibit-bibit perselisihan paham dalam Islam, so qita harus tau/bisa menempatkan diri dalam kancah perselisihan itu secara adil.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Bila ada pertanyaan yang menyangkut agama bisa hubungi nomor 085642230112.

DIK RISMA

Sehabis melaksanakan sholat Dhuhur Dik Risma pergi ke kamar untuk mengerjakan PR dan tugas yang diberikan oleh Bu Guru di sekolah. Selang 2 jam Dik Risma keluar kamar dan duduk di depan TV sambil memainkan tombol remote TVnya. Tak lama Kak Afwan datang.
“Dik kok siang-singan cuma bengong? Keluar sana supaya dapat pelajaran!”
“Eh, Kak Afwan. Nggak ah Kak. Tadi saya sudah belajar. Dan yang namanya belajar ya di sekolah kan kak?”
Kak Afwan duduk disamping Dik Risma berkata sambil tersenyum. “Aduh ne Dik Risma belum paham ya?. . Gini, belajar/menerima pelajaran itu tidak cuma di sekolah saja!”
“Maksudnya Kak?!!” ujar Dik Risma tambah bingung.
“Dik Risma pernah mendengar kan pepatah “pengalaman itu adalah guru yang paling berharga”. Jadi misalnya Dik Risma itu tidak pernah mencari pengalaman dengan orang lain di luar yang salah satunya pelajaran yang dapat diambil adalah bersosialisasi dengan orang lain dan hanya mengandalkan sekolah sebagai tempat mendapatkan/mencari ilmu itu salah! Memang sekolah adalah ladang ilmu tapi itu sama saja Dik Risma mendapat teori dan tidak melaksanakan prakteknya, hal tersebut dapat dinamakan menyembunyikan!” ujar Kak Afwan panjang.
“Menyembunyikan, apa Kak?”
“Ya menyembunyikan ilmu yang sudah Dik Risma punya. Dan itu dapat menyebabkan dosa!”
“Oh gitu Kak. . .!” syukron ya kak, sekarang ya Kak, sekarang Dik Risma mengerti!”
“Sama-sama dik. . . . !” ya udah ya ne Kak Afwan mau pergi ikutan Karang Taruna! Dik Risma mau ikut apa tidak?”
“Ikut. . .!”
Semoga Dik Risma bisa mendapatkan pelajaran dan ilmu yang banyak dan baik ya!”
Amien. . .

Resensi Buku

ESQ (Emosional Spiritual Quotient) oleh Ary Ginanjar Agustian
ESQ : Emosional Spiritual Quotient
Berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam
Penerbit : Arga (305 hal)

Membaca buku ini, seperti menguak tabir rahasia tentang adanya korelasi yang sangat kuat antara dunia usaha, profesionalisme dan manajemen modern, dalam hubungannya dengan intisari Islam, yaitu Rukun Iman dan Rukun Islam. Pemahaman dan pendalaman kedua unsur inti ini, telah melahirkan sebuah pemikiran baru yang segar yang dinamakan ESQ atau Kecerdasan Emosi dan Spiritual. Penulis buku ini, Ary Ginanjar, adalah seorang pengusaha muda yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal mengenai keagamaan atau psikologi. Ia mendalami bidang keagamaan dengan mandiri melalui metode “kemerdekaan berpikir”. Dalam buku ini, ia berusaha menggabungkan Emotional Intelligence (EQ) yang didasari dengan hubungan antara manusia dengan Tuhannya (SQ), sehingga menghasilkan ESQ : Emosional Spiritual Quotient. Ary Ginanjar memaparkan pemikirannya melalui sebuah ESQ model, yang menggambarkan seluruh pemahaman dan fenomena secara komprehensif. Bermula dari titik fitrah, berlanjut kepada pembangunan prinsip hidup yang membangun mental, hingga ketangguhan social yang dirangkumkan secara berintegrasi.
Buku ini terdiri dari empat bagian yang masing-masing memakarkan mengenai unsur-unsur yang terdapat pada ESQ model. Pada bagian satu (Zero Mind Process-Penjernihan Emosi), penulis mengharapkan pembaca dapat berpikir secara jernih terlepas dari belenggu pemikiran yang selama ini menghalangi kecerdasan emosi manusia. Hasil dari penjernihan emosi ini dinamakan “God-Spot” atau fitrah. Pada bagian kedua (Mental Building), Ary Ginanjar menjelaskan tentang arti pentingnya alam pikiran. Di tahap ini, penulis menjabarkan mengenai cara membangun alam berpikir dan emosi secara sistematis berdasarkan Rukun Iman yang diperkenalkan dengan istilah Enam Prinsip, yaitu:
Star Principle – Prinsip Bintang (Iman kepada Allah)
Angle Principle – Prinsip Matahari (Iman kepada Malaikat)
Leadership Principle – Prinsip Kepemimpinan (Iman kepada Nabi dan Rasul)
Learning Principle – Prinsip Pembelajaran (Iman kepada Al Quran)
Vision Principle – Prinsip Masa Depan (Iman kepada Hari Kemudian)
Well Organized Principle – Prinsip Keteraturan (Iman kepada Ketentuan Allah)
Pada bagian ketiga (Personal Strength-Ketangguhan Pribadi), berisi mengenai penjabaran mengenai tiga langkah pengasahan hati yang dilaksanakan secara berurutan dan sangat sistematis berdasarkan Rukun Islam. Langkah ini dimulai dengan Mission Statement (Dua Kalimat Syahadat), dilanjutkan dengan Character Building (Shalat 5 Waktu) dan diakhiri dengan Self Controling (Puasa). Dengan melakukan tiga langkah ini, pembaca diharapkan dapat memiliki ketangguhan pribadi. Menurut penulis, ketangguhan pribadi perlu diimbangi dengan ketangguhan social yang dapat diwujudkan dengan pembentukan dan pelatihan untuk melakukan sinergi dengan orang lain atau dengan lingkungan sosialnya. Pelatihan yang diberikan dinamakan Strategic Collaboration atau Langkah Sinergi (Zakat) dan Total Action atau Langkah Aplikasi Total (Haji).
Inti dari buku ini adalah untuk menjadi seorang yang sukses, tidak hanya dibutuhkan intelegensi yang tinggi tapi juga kecerdasan emosi yang tidak hanya berorientasi pada hubungan antar manusia semata tapi juga didasarkan pada hubungan manusia dengan Tuhannya. Buku ini mensinergikan kebenaran ajaran Islam dengan penemua ilmiah dan teori-teori dari para pakar ilmu pengetahuan di “Barat”, khususnya ilmuwan di bidang EQ atau kecerdasan emosi.
Buku yang perlu dibaca, tidak hanya oleh kalangan agamawan atau ilmuwan tetapi juga oleh masyarakat umum. Dan hendaknya dijadikan bahan acuan pemikiran dan langkah bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan umat Islam khususnya demi kemajuan bangsa dan Negara secara keseluruhan.

Sumber: Pustaka IPTEKnet

Mukhasabah

Ilmu
Senjata dunia akhirat

Sobat Karisma yang dimuliakan Allah S.W.T,Apa sih arti hidup bagi antum semua?
Ber-foya2, menghamburkan uang? Menikmati kesenangan yang fana tanpa mengingat Tuhn???Oo…Atau menghabiskan uang yang bisa didapat hanya dengan meminta hanya untuk ber-sms ria saat antum tengah menerima pelajaran???Sungguh sia2 dan betapa akecilnya arti hidup bagi antum.Ingatlah kembali bahwa hidup itu perjuangan di dunia untuk mencapai kebahagiaan di akhirat.Antum memang belum merasakannya saat ini.Tapi sungguh terlalu mereka yang menyia-nyiakan kesempatan mencari ilmu dan menukarnya dengan kesenangan tiada arti.
Padahal, paginya berangkat dan pamit untuk belajar.Namun kenyataan berkata lain.Itukah yang kita lakukan ketika menuntut ilmu?? harus belajar.Tak peduli dengan masa mendatang.Ohh…Kasihan.Sedangkan ora
Sobat Karisma, di zaman modern ini banyak sekali dari kita yang tidak mau ambil pusing dengan masalah ilmu.Capek jika nngtua qta susah-susah cari uang dengan harapan agar anaknya mampu menjadi seseorang dan berbakti pada orang tua, hingga kadang harus terbelit utang.
Menulis di atas batu jauh lebih mudah daripada di atas air.Ayolah,…Kita masih muda, kita dianugrahi ALLAH pikiran yang masih segar dan mampu untuk menerima ilmu dengan mudah.Bandingkan dengan orang tua yang sudah sulit untuk menerima ilmu untuk dicerna di dalam otak.Akankah kita teruskan kebiasaan lama qta yang cenderung menghalangi ilmu untuk masuk di otak qta ini??
Sobat Karisma, bayangkan betapa beratnya kita harus menerima ilmu jika otak qta tidak dibuat mini oleh Sang Pencipta.Beruntunglah otak qta dirangkum dalam bentuk sebesar tempurung kepala qta ini.Sejujurnya, anda telah menyia-nyiakan amanat dari ALLAH jika antum tidak mau mencari ilmu padahal qta telah diberi alatluar biasa semacam itu.
Barang siapa yang mencari ilmu, maka ALLAH akan memudahkan jalannya menuju surga.Sobat Karisma, sadarilah kalau ilmu itu adalah suatu senjata yang bisa digunakan di dunia dan bisa membahagiakan qta di akhirat kelak. Tanpa ilmu, apa yang kelak digunakan untuk memerangi kebodohan??Apa yang kelak membuat ibadah qta jadi bermakna??
Maka dari itu,hargailah waktumu dan manfaatkan ilmumu agar kita selamat dunia akhirat.

Friday, September 14, 2007

Mutiara Hadits

Diriwayatkan dari Sahl r.a. bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda :

“Di surga ada sebuah pintu bernama Ar Rayyan yang kelak pada hari kiamat akan dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa, tanpa ada seorang pun selain mereka yang memasukinya. Dikatakan pada hari itu “Mana orang-orang yang berpuasa? Maka mereka pun bangkit untuk memasuki pintu itu tanpa seorang pun selain mereka yang memasukinya. Ketika mereka sudah masuk semua pintu itu ditutup dan tidak ada lagi seorang pun yang memasukinya”.

(Hadist Riwayat Al Bukhari)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. dia berkata :

Rasulullah SAW pernah bersabda,” Siapa yang berpuasa tanpa meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta / jelek, maka Allah tidak membutuhkan puasa”.

(Hadist riwayat Al Bukhari)

Info

Mengapa Al Qur’an Berbahasa Arab????


Assalamu’alaikum Wr.Wb

Taw gak se… mengapa Al-Quran Harus Berbahasa Arab?

Setelah periode satu kaum satu nabi dan satu kitab suci serta satu bahasa, pada bagian akhir dari masa kehidupan manusia, Allah SWT berkehendak untuk menyatukan semua bangsa-bangsa di dunia dengan hanya satu nabi, satu kitab suci dan tentunya satu bahasa kitab suci.

Untuk itu diperlukan satu bahasa yang memang punya kapasitas dan karakteristik yang unik, universal, serta istimewa. Cukup satu bahasa saja yang digunakan, namun bahasa ini adalah bahasa yang paling istimewa dari semua sisinya. Baik dari jumlah kosa-katanya, sampai kepada strukturisasi gramatikanya.

Yang pasti, bahasa sebuah kitab suci itu harus punya kemampuan prima dalam penyampaian pesan. Tiap kata yang digunakan benar-benar kata pilihan, gak asal sebut aja. Karena kitab suci itu akan menjadi sumber rujukan syariah sepanjang zaman. So, kata-kata yang digunakan berupa pilihan kata dari bahasa yang sangat sangat kuat sisi bahasanya.

Dan barangkali bahasa selain Arab tidak punya padanannya, sehingga ketika diterjemahkan, akan kehilangan rasa dan kekuatannya.

Emang se.. tiap bahasa punya idiom khas yang gak bisa diterjemahin secara sederhana ke dalam bahasa lain. Tetapi idiom dalam bahasa arab jauh lebih sempurna, banyak, serta bervariasi. Semua menggambarkan perasaan, pemikiran, ekspresi, sikap, pola pikir, budaya, moral, etika, seni dan budaya umat manusia.

Yang juga tidak kalah penting adalah faktor keindahan bahasa itu ketika dibunyikan. Agar jangan sampai kitab suci ini tidak enak didengar telinga, akhirnya just jadi ensiklopedi yang tersusun rapi di rak tanpa pernah disentuh, apalagi dibaca.

Semakin tua usia bahasa maka akan semakin luas kosa kata. Dengan demikian kapasitas bahasa itu untuk menyampaikan pesan menjadi jauh lebih lebar dan luas.

Adapun bahasa Arab uda dikenal sejak zaman nabi Ismail bin Ibrahim As. Bahkan sebagian ahli bahasa berpendapat bahwa nabi Adam sudah berbahasa Arab. Logikanya, karena beliau diciptakan di surga, sedangkan dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa bahasa penduduk surga adalah bahasa Arab. Tentunya sejak masih di surga beliau sudah bercakap-cakap dengan isterinya, Hawwa. Dan ketika keduanya mendarat di muka bumi yang saat itu belum ada makhluk cerdasnya, bahasa Arablah yang digunakan oleh generasi pertama manusia di muka bumi.

Wallahua'lam bishshawab, Wassalamu 'alaikum Wr.Wb.

Mukhasabah

Tak terasa Ramadhan kembali menyapa. Bulan penuh rahmat, kemuliaan, dan penuh ampunan. Namun mari kita renungkan sejenak. Sudahkah qta memanfaatkan semaksimal mungkin bulan Ramadhan kemarin??? Dah sempurnakah ibadah qta???

Sobat Karisma, mungkin selama ini puasa qta hanya sekedar menahan lapar dan dahaga. Makan sahur sebelum subuh, berbuka setelah adzan maghrib berkumandang. Bahkan melakukan serangkaian ibadah bukan karena Allah SWT, why??? mungkin dalam benak hati qta ada perasaan gengsi, takut dicemooh, bahkan hanya ikut-ikutan, Astaghfirullah……..

Akhi dan ukhti yang disayangi Allah, selama ini mungkin kita kurang menyadari betapa besar pahala yang dijanjikan Allah di bulan Ramadhan ini. Misalnya, Allah SWT akan membebaskan qta dari api neraka bahkan Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah qta perbuat, hanya dengan memberikan makanan untuk orang yang hendak berbuka puasa dengan hati yang ikhlas walaupun hanya dengan segelas air putih. Subhanallah….pahala yang sangat besar untuk amalan sekecil itu.

Tak hanya itu saja, masih banyak lagi hikmah-hikmah yang terkandung di bulan Ramadhan. Mulai dari qta mendidik kesabaran qta, sampe qta bias merasakan apa yang saudara-saudara kita yang tak seberuntung qta. Seharusnya qta bersyukur karena Allah masih memberikan kesempatan kepada qta berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan. Bulan yang selalu dinanti-nantikan oleh seluruh umat Islam. Bulan dimana qta diberi kesempatan untuk menyiapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupan kelak diakhirat. Tapi kenapa qta masih saja kurang memaksimalkan kesempatan emas ini, padahal masih banyak orang-orang yang tidak bias menikmati indahnya bulan suci ini.

Nah Sobat, mulai hari ini mari qta niatkan dalam hati, memperbaiki segala amalan di bulan Ramadhan yang masih belum sempurna. Qta jadikan tonggak optimalisasi ibadah dibula-bulan berikutnya. Manfaatkan semaksimal mungkin kesempatan emas ini, janga sia-siakan lagi!!! Karena qta tidak tahu kapan qta dipanggil oleh-Nya. Jangan tunda lagi Sobat, selamat berjuang….

Fiqih

Tiga Cara Bersyukur

''Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'' (QS An Nahl: 18).

Bersyukur merupakan salah satu kewajiban setiap orang kepada Allah. Begitu wajibnya bersyukur, Nabi Muhammad yang jelas-jelas dijamin masuk surga, masih menyempatkan diri bersyukur kepada Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan, Nabi selalu menunaikan shalat tahajud, memohon maghfirah dan bermunajat kepada-Nya. Seusai shalat, Nabi berdoa kepada Allah hingga shalat Subuh.

Bersyukur merupakan salah satu ibadah mulia kepada Allah yang mudah dilaksanakan, tidak banyak memerlukan tenaga dan pikiran. Bersyukur atas nikmat Allah berarti berterima kasih kepada Allah karena kemurahan-Nya. Dengan kata lain, bersyukur berarti mengingat Allah yang Mahakaya, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Penyantun.

Pertama, bersyukur dengan hati nurani. Kata hati alias nurani selalu benar dan jujur. Untuk itu, orang yang bersyukur dengan hati nuraninya sebenarnya tidak akan pernah mengingkari banyaknya nikmat Allah. Dengan detak hati yang paling dalam, kita sebenarnya mampu menyadari seluruh nikmat yang kita peroleh setiap detik hidup kita tidak lain berasal dari Allah. Hanya Allahlah yang mampu menganugerahkan nikmat-Nya.

Kedua, bersyukur dengan ucapan. Lidahlah yang biasa melafalkan kata-kata. Ungkapan yang paling baik untuk menyatakan syukur kita kepada Allah adalah hamdalah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, ''Barangsiapa mengucapkan subhanallah, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca la ilaha illallah, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdulillah, maka baginya 30 kebaikan.''

Ketiga, bersyukur dengan perbuatan, yang biasanya dilakukan anggota tubuh. Tubuh yang diberikan Allah kepada manusia sebaiknya dipergunakan untuk hal-hal yang positif. Ada tujuh anggota tubuh yang harus dimaksimalkan untuk bersyukur. Antara lain, mata, telinga, lidah, tangan, perut, kemaluan, dan kaki. Seluruh anggota ini diciptakan Allah sebagai nikmat-Nya untuk kita. Lidah, misalnya, hanya untuk mengeluarkan kata-kata yang baik, berzikir, dan mengungkapkan nikmat yang kita rasakan. Allah berfirman,


''Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).'' (QS Ad Dhuha : 11).

Teladan dan Hikmah

Al Auza’iy dan Penguasa


Abdullah bin Ali Al Abbasy menaklukkan kota Damaskus. Keangkuhannya bahkan membuatnya tak pernah tersenyum. Dalam sesaat ia membunuh sekitar 36.000 muslim. Baghol dan kuda dikandangkan di dalam Masjid Jami’ Bani Umayyah. Ia duduk dikelilingi banyak orang, kepada para menterinya ia bersuara lantang, “Adakah yang menentangku ?”, tanyanya angkuh. “Tidak!!” jawab para menterinya. “Apakah menurut kalian ada yang mungkin menentangku ?” tanyanya lagi mencari kemungkinan. “Kalaulah ada dialah Al Auza’iy” terka para menteri. “Panggil dia kemari !!” perintahnya.

Para tentara kemudian segera menjemput Al Auza’iy. Ulama karismatik itu tak beranjak dari tempat duduknya. “Abbdullah bin Ali memanggilmu !!” teriak para tentara. “Hasbunallah wabi’mal wakil, tunggu sebentar !” jawabnya penuh percaya hati dan tawakal.

Al Auza’iy bergegas memenuhi panggilan. Ia mandi dan memakai kain kafan, disusul baju pada lapisan luar. Ia sadar, persoalan berat terhampar didepan mata. Persoalan yang terkait dengan kematian, pembunuhan dan pertumpahan darah. Al Auza’iy bergumam, “Sekaranglah waktunya wahai Al Auza’iy uantuk menyampaikan kebenaran, janganlah engkau takut pada celaan para pencela jika kau ada dijalan Allah !.”

Al Auza’iy masuk dan mendapati para tentara berjajar dua shof seperti tiang sambil menghunuskan pedang. Ia pun lewat dibawah pedang-pedang itu dan sampailah ia dihadapan Abdullah bin Ali. Dia duduk diatas singgasana sambil menenteng tombak. Keningnya berkerut marah. Al Auza’iy sama sekali tidak ingat sesuatu pun, baik keluarga, harta maupun istri. Yang ia ingat hanyalah Arsy Ar Rahman ketika ditampakkan bagi manusia di hari hisab.

Abdullah berkata “ Wahai Al Auza’iy, apa pendapatmu tentang darah yang kami tumpahkan dan kami alirkan ?” Al Auza’iy menjawab “Telah menyampaikan kepada kami si fulan…telah menyampaikan kepada kami Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah SAW bersabda “Tidaklah halal darah seseorang muslim yang bersaksi bahwa tiada Illah selain Allah dan aku adalah Rasulullah, kecuali karena 3 perkara, seorang yang telah menikah lalu berzina, qisosh (hukuman bagi orang yang membunuh orang lain) dan orang yang meninggalkan diennya (murtad), keluar dari jama’ah”. Maka jika orang-orang yang telah kau bunuh termasuk salah satu dari ketiganya, engkau benar. Tetapi jika salah, maka darah mereka menjadi tanggunganmu!”

Raja menjatuhkan tombaknya, dan Al Auza’iy mengangkat sorban menunggu tebasan pedang. Abdullah bin Ali bertanya, “Lalu bagaimana pendapatmu tentang harta kekayaan ?” Ia pun menjawab, “Jika halal akan dihisab, jika haram akan diiqab (dibalas)!!”

Ambillah bungkusan ini” perintahnya sambil menyodorkan kantong penuh emas. “Aku tidak butuh harta!!” jawab Al Auza’iy. Seorang menteri membujuknya untuk menerimanya agar raja tidak memiliki alasan untuk membunuhnya. Ia memungut kantong tersebut dan dibagikan isinya kepada seluruh tentara sampai habis, lalu kantong itu dibuan. “Hasbunalla wani’mal wakil!!”

Nisa'

Indahnya Ramadhan


Assalamu’alaikum temen2 smua…khaifa khaluk ?? Gimana perasaannya di bulan Ramadhan ini ?? Haruz seneng dunk !!! Oya buwat temen2 jadikan Ramadhan kali ini lebih indah dari pada Ramadhan-ramadhan sebelumnya, coz qta gak taw apakah masih diberi kesempatan berjumpa dengan Ramadhan selanjutnya. So, keep spirit Oukey !!!

Sobat Karisma, kami ada THR nich alias Tips Hari-hari Ramadhan boeat temen2 semua, eittss… Ini ga cuman buwat akhwat lho.. tapi juga ikhwan. Biyar antum dan antunna semua tetep fit ngejalanin puasa and ibadah lain di bulan penuh berkah ini. So check this out…

  • Niat : Motivasi tak tertandingi

Telah diketahui kadar asam lambung bagi yang menetapkan niat berpuasa ternyata lebih rendah dari orang yang sekedar lapar. Ini terjadi karena niat menyebabkan penekanan pusat lapar diotak siap menahan sampai waktunya berbuka.

  • Arti penting sahur

Sahur sangat penting untuk cadangan energi dalam beraktifitas. Tanpa sahur, seseorang akan mudah mengalami Boglikemia, yaitu turunnya kadar gula dalam darah. Sehingga berakibat tubuh menjadi cepat lesu, loyo dan mengantuk, bahkan mudah marah.

  • Sahur jangan bergula

Makanan and minuman yang banyak mengandung kadar gula akan memacu tubuh memproduksi insulin guna menetralkan kadar gula dalam darah. Akibatnya badan jadi cepat lemah. Saat sahur utamakan makan makanan yang berprotein, karena protein akan diolah lebih lambat ketimbang jenis makanan lain.

  • Gigi dan mulut

Ketika berpuasa kegiatan makan dan minum berhenti, sehingga aktifitas kelenjar di mulut berkurang, mulut jadi cepat asam dan berbau. Karenanya, gosok gigi segera setelah menikmati santap sahur.

  • Olahraga

Buat temen2 yang hoby banget ama olahraga, salah satu penyebab cepat lelah dan cape’ ketika berpuasa adalah kebiasaan olehraga yang salah waktu (usai sahur/pagi/siang). Waktu yang paling tepat adalah beberapa jam (1-3 jam) sebelum berbuka puasa.

  • Segera berbuka

Nah.. untuk berbuka puasa makanlah makanan yang manis (korma, kolak, dll) terlebih dulu. Karena makanan yang manis lebih cepat diubah menjadi energi. Makan minum secukupnya. Jika terlalu banyak, menyebabkan sebagian besar darah mengalir ke alat pencernaan, aliran darah ke otak jadi berkurang. Maka tubuh menjadi lemah, mengantuk, malas berfikir dan beraktifitas.

Boeat antum and antunna praktekin dech THR diatas….Insya Allah puasa menjadi lebih lancar dan bersemangat teruzz….

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Dik Risma

Assolatu Kairu. Eitss….eits… itu bukan adzan subuh lho.. coz sekarang masih jam 2 pagi. Suara itu nada alarm yan dipilih Dik Risma untuk membangunkannya melaksanakan shalat lail. Dik Risma akhirnya terbangun juga, perlahan ia membuka matanya…dengan langkah sempoyongan ia harus maju 3 langkah dari tempat tidurnya untuk mengambil HP. “Uaahh…Astagfirullahaladzim Audzubillahiminasyaitanirrajim… Ayo semangat !!! Walaupun ngantuk ayo semangat !!! Yah.. begitulah Dik Risma menyemangati dirinya sendiri. Udara dingin masih menyelimuti sekelilingnya. Sayup-sayup dari kamar Dik Risma terdengar suara ikhwan tilawah Al Qur’an. Ternyata suara itu berasal dari kamar sebelah (kamarnya kak Afwan geto….) Kak Afwan memang baru saja pulang kampung kemarin sore dari Jogja. Setelah mengambil air wudhu, Dik Risma mendirikan shalat tahajjud dilanjutkan shalat witir dan tilawah Al Qur’an. Tepat jam 3 pagi, ummi mengetuk pintu kamar Dik Risma “Assalamualaikum….ayo sahur dulu, makanannya sudah siap…Kak afwan diajak sekalian, Ummi tunggu dimeja makan yaaa…” kata ummi dari luar kamar. “Wa’alaikumsalam iya ummi sebentar lagi…” Jawab Dik Risma.

“Kak ayo sahur, dah ditunggu tuh ama abah dan ummi tuh..!!!” kata Dik Risma kepada kakaknya. “ Sodaqaullahaladzim” kak Afwan menutup tilawahnya. Belum sempat Kak Afwan menjawab, Dik Risma bertanya “Kak ni daftar apaan se..??Target-target dibulam Ramadhan??? Maksudnya paan see…?? ”Oh.. itu, itu target-target kakak di bulan Ramadhan ini, coba aja baca”:

Target ana dibulan Ramadhan ini :

  1. Qiyamullail minimal 4 kali seminggu

  2. Tilawah khatam Al Qur’an 3 kali

  3. Shalat dhuha setiap hari

  4. Hafalan juz 30

  5. Riyadhah (olahraga) 3 kali seminggu

  6. Tadabur Al Qur’an 10 ayat perhari

  7. Membaca buku Islami 1 buku perminggu

  8. Tadarus bersama masyarakat 3 kali seminggu

  9. Mukhasabah/renungan everytime

  10. Silaturahim minimal ke temen-temen deket en tetangga

  11. Infaq pokoknya lebih dari hari-hari biasa

  12. Ikut iktikaf di 10 malam terakhir Ramadhan

“Ada yang kurang gak menurut kamu dik ???” Tanya kak Afwan. “Kakak curang nee… masak buat target kok ga bilang-bilang seee…..kan Dik Risma juga pengin buat target ibadah Ramadhan ini!!! Palagi Dik Risma udah kehilangan beberapa hari di bulan Ramadhan dehh!!!”rengek Dik Risma setelah paham isi kertas itu.

Rengek Dik Risma ternyata membuat kaget kak Afwan “Yah…afwan dek…maap geto…?? Kak Afwan kan baru saja pulang kampong ya mana sempet cerita-cerita ama kamu. Kakak kira Dik Risma dah punya target kayak gitu. Eh adek kecilku ini juga harus punya pikiran kedepan dunk !!!” jawab kak Afwan.

“Truz gimana ??” Tanya Dik Risma. “Yah….kan gak ada kata terlambat untuk membuat target-target sesuai kemampuan kamu adikku yang imut. Sistematikannya nyontek punyae kak Afwan gak papa koq!!” jawab kak Afwan.

“Lho….kok masih pada ngerumpi disini ?? ayo segera kemeja makan , kita sahur bareng, Abi dah nunggu lama tuh!!!” ajak ummi.yang dah kelamaan nunggu anak-anaknya. Akhirnya, Dik Risma makan sahur dengan ditemenin bolpoin and secarik kertas bowat nulis apa yang menjadi targetnya di bulan Ramadhan ini. Yaahhh…udah de, qta doain aja moga moga target yang dibuwat sedemikian hingga, bias terlaksana dengan baik. Amin…

Saturday, September 8, 2007

TaKon

Pertanyaan :
Bagaimana hukumnya kalo kotoran manusia (tinja) dijadikan Biogas dan digunakan untuk memasak ?
Jawaban :
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Afwan ya, baru bisa ngasih jawaban, nich jawabannya :
Ø Pada dasarnya segala sesuatu adalah halal, kecuali yang dilarang oleh Allah SWT.
Ø Pada dasarnya seluruh bentuk ibadah itu haram, kecuali ibadah yang diperintahkan Allah SWT.
Jadi walaupun itu tinja, kotoran sapi, pada dasarnya itu halal, karena “tidak ada larangan” didalamnya.
Tapi walaupun dihalalkan (boleh), qta juga harus berfikir manfaat atau tidak barang tersebut. Sehingga tidak mungkin qta langsung memanfaatkannya mentah-mentah tanpa melalui proses terlebih dahulu. Dengan kata lain, qta memanfaatkannya dengan teknik penemuan Biogas tersebut. Setelah diproses dan menjadi biogas, maka hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia sebagai sumber energi alternatif, so, hal itu tidak memberikan kemudharatan bagi manusia. OKE...Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Fokus

Realita dan Seni Dalam Dakwah Zaman Modern

“ Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musryik.”
Setelah melihat dan membaca petikan ayat Al-Qur’an di atas, antum dan antunna sekalian pasti sudah taukan tema pada edisi kali ini ?? Benar, tema kali ini adalah Dakwah. Ana yakin antum dan antunna sekalian dah ngetri maksud ayat di atas, begitu juga dengan sebab musabab turunnya ayat tersebut. Ayat diatas amatlah sederhana, namun dalam pelaksanaannya tidaklah sesederhana itu.
Sebelum membahas “ ngalor-ngidul “ tentang Dakwah, kiranya perlu sekali mengerti apa itu Dakwah. Definisi umumnya, Dakwah adalah berjihad ( berjuang geto...)
Dengan jalan menyampaikan dan menyeru (mengajak) pada amar ma’ruf nahi munkar. Yang perlu ditegaskan di sini ialah penyampaian, yaitu bukan asal menyampaikan tanpa memperhatikan tata cara seperti yang pernah dicontohkan Rasulullah SAW.
Di zaman modern seperti ini, Dakwah dan beragam medianya juga lebih modern . sekarang Dakwah sudah bisa kita akses via internet maupun SMS (Wuiiih.....canggih bener!!!). Bisa kita dengarkan melalui radio, melihat tayangan di TV atau kajian-kajian yang diadakan di sekeliling kita, serta tidak lupa pula melalui media tulisan. Sehingga bisa dikatakan kalau Dakwah masa kini sangat terang-terangan.
Meskipun demikian, semakin tinggi pohon semakin kencang angin meniupnya. Dakwah bukan tanpa hambatan. Walau media Dakwah sekarang semakin beragam dan gencar, ”Westernisasi” tetap melanda bahkan dengan arus lebih kuat. Cukup terbukti dengan menyaksikan tingkah polah dan gaya hidup masyarakat terutama pelajar sekolah. Lha, wong frekuensi antara menyaksikan “westernisasi” dengan mendengarkan petuah Ilahi kurang imbang seehh....
Sobat Karisma, setelah keluhan itu membahas sedikit realita dan Dakwah di sekitar kita, mungkin ada keluhan yang kerap kita alami (entah sengaja atau tidak terbesit di benak kita). Keluhan itu antaranya :
1) Menerima metode yang sama dari generasi ke generasi.
2) Mengkaji hal sama dari waktu ke waktu tanpa merasakan ilmu “Baru”.
3) Kadang merasa kurang internatif dalam suatu kajian.
4) Terkesan acak-acakan, “ngalor-ngidul” yang entah “ngalor-ngidul”nya ke mana.
Dan pada akhirnya, semua keluhan itu bermuara pada satu kata. BOSAN . Antum dam antunna sekalian, rasa bosan tersebut bsa diminimalisir ato bahkan bisa dihilangkan kalau énte mau aktif mengikuti berbagai kajian dari sumber yang berbeda dan melalui apa énte bisa menikmati kajian (seperti yang sudah disinggung di atas, banyak sekali media Dakwah yang bisa kita nikmati). Setelah énte mersa “enjoy” maka ikuti secara rutin (kontinyu_red). Nah, antum dan atunna udah tau bagaimana kita menjadi obyek Dakwah.
Lalu, berdakwah itu sendiri jangan diartikan sempit denagn menyamakannya dengan ceramah/menjadi pembicara atau semacamnya. Kalau antum dan antunna berbagi (sharing) ilmu agama dan kawan-kawan itu juga sudah cukup bisa dikatakan Dakwah (seperti Rasulullah SAW saat masih berdakwah secara sembunyi-sembunyi). Rasulullah mencontohkan bahwa Dakwah tidak boleh memaksa bahkan tdak boleh diwarnai kekerasan. Dengan cara yang halus dan sopan dan tanpa dibubuhi ejekan pada kaum lain. “Rasulullah selalu mengulangi perkataannya sebanyak tiga kali agar dapat dipahami.” (H.R: Bukhari)
Nah sobat Karisma dah taw lebih jauh tentang Dakwah. Kita menerima ilmunya dahulu baru disampaikan. Bukan sebaliknya. Sebab dakwah sungguh berguna besar dalam mendidik generasi penerus agar punya akidah agama yang lebih keras dari baja. Dakwah adalah jalan pendidikan paling efektif ketika kekerasan dianggap melanggar HAM. Jazakumullah Khairan Katsiran.

Mukhasabah

Memaknai Ibadah Sholat Sebagai ‘Masterpiece’ Amal

Sobat karisma yang dimuliakan Allah, Sebagai siswa SMA kita adalah remaja yang berusia beberapa belas tahun. Mungkin, kita baru saja merasakan apa yang namanya remaja. Namun, yang perlu kita ketahui dan perhatikan bersama adalah apakah sejauh ini, ketika kita sebagai mukallaf, dalam sholat merasakan bagaimana khusuknya sholat, walau hanya satu rekaat saja? Merasakan dampak nyata dari sholat kita? Atau sudahkah kita sholat menjadi control dalam setiap tindak-tanduk kita?
Akhi n ukhti sekalian, sholat adalah senjata bagi kita sebagai seorang muslim. Namun, kita jarang memakainya. Sholat adalah pelita ditengah gelapnya malam, namun kita tidak menghiraukan pelita itu dan malah bertahan ditengah gelapnya gulita. Sholat ibarat oase ditengah gurun pasir yang kering dan kerontang, namun kita lebih memilih fatamorgana. Betapa sering kita memaknai sebuah ibadah nan agung itu sebagai sebuah rutinitas belaka, tanpa mengindahkan fadillah akbar yang tersirat didalamnya. Mungkin bahkan, kita belum menjadikan sholat sebagai sebuah sarana berkomunikasi dengan sang khalik, Allah Yang Maha Kuasa.
Sobatku, mungkin untuk sholat tepat pada waktunya saja kita masih sulit. Kita lebih mementingkan urusan dunia. Kita lebih sering memilih yang fana daripada yang abadi. Cobalah merenung sejenak sobat! Hanya menyisihkan waktu 10 menit saja, untuk menetapi seruan-Nya, kita ogah-ogahan. Namun, coba bayangkan betapa banyak nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepada kita. Nafas kita, kesehatan kita, kelapangan kita, harta kita, adalah karunia-Nya. Apakah dengan hanya menyisihkan waktu 10 menit saja, akan membuat kita susah, jatuh miskin, atau mengganggu kehidupan kita.
Kita terlalu durhaka kepada Allah SWT jika berkata demikian. Apakah selalu terbesit dalam pikiran ini bahwa sholat adalah ibadah nan agung yang diperintahkan secara langsung oleh Allah SWT kepada umat Muhammad SAW di Sidratul Muntaha? Apakah kita selalu terngiang dalam telinga kita bahwa sholat adalah amal yang pertama kali dihisap di akhirat kelak? Sobat Karisma, Sholat adalah masterpiece dan pionir dari amal kita. Sholat adalah kunci dari amalan kita, jika sholat kita baik maka sudah barang tentu segala amal kita baik, Begitupun sebaliknya.
Sobat karisma, tidak ada kata terlambat untuk mulai memperhatikan ibadah sholat kita dan tidak ada kata “tidak” untuk menjadikan prinsip bahwa sholat adalah tiang agama kita. Sekarang jugalah saatnya kita ukir di lubuk hati kita bahwa sholat adalah bagian terpenting dari aktivitas kita setiap hari. Jangan tunggu esok, lusa atau menjelang senja. Toh kita tidak tahu kapan kita menutup mata dari kehidupan yang fana ini. Selamat berjuang!!

Akhlakul Karimah

TAWADHU’
Gambaran Keagungan Jiwa

Assalamu’alaikum, Sobat Karisma!! Di edisi ini kita akan membahas tentang sifat tawadhu.Tawadhu’ adalah lawan daripada sifat sombong. Ia berasal dari lafad Adl-Dla’a yang berarti rendah hati dan lemah lembut terhadap sesama manusia. Namun, tidak semua sikap merendahkan diri dikatakan tawadhu’. Ada sikap merendahkan diri yang dibenci oleh Rasulullah SAW, bahkan dianggap sebagai amalan yang kontra dengan keimanan. Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang menghinakan dirinya dengan suka rela, tanpa terpaksa, maka ia bukan dari (golongan)ku”. (H.R. Thabrani).
Untuk lebih jelasnya, ada beberapa sikap dan perilaku yang menjadi indikator sifat tawadhu’, antara lain :
1. Mau mengaku kesalahan dan kekurangan diri, meski hal itu dapat mengancam reputasinya. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Umar bin Khattab r.a. berpidato untuk membatasi mahar wanita. Kemudian sorang wanita berdiri dan berkata, “Wahai Umar, apa urusanmu dengan mahar kami, padahal Allah SWT berfirman,’….. Sedang kamu telah memberikan kepada seorang diantara mereka harta yang banyak…..’ (An-Nisa : 20)”. Menanggapi itu Umar r.a. berkata, “Benarlah wanita itu dan Umar salah. Semua orang lebih fiqih dari Umar.”
2. Mudah menerima nasihat dari siapa pun juga dan berterima kasih kepada orang yang memberikan nasihat, meski nasihat itu disampaikan dengan cara yang kurang baik.
3. Tidak suka menghina orang lain karena kekurangannya, baik dalam urusan dunia maupun urusan agama. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum lainnya (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)……” (Al Hujarat : 11)
4. Tidak menyukai orang yang berdiri untuk memberi penghormatan kepadanya. Para ‘ulama menyatakan, “Dianjurkan berdiri untuk menghormati kedua orang tua, pemimpin yang adil, dan orang-orang yang terhormat. Ini dianjurkan untuk orang yang berdiri memberi penghormatan. Namun, orang yang diberi penghormatan, hendaklah membenci hal tersebut dan menganggap bahwa ia tidak berhak mendapat perlakuan seperti itu.
5. Tidak suka ada orang yang berjalan di belakangnya (mengikutinya). Abu Drda’ berkata, “Seorang akan jauh dari Allah selama (ia menyukai) orang yang berjalan di belakangnya.”
6. Tidak merasa jijik duduk dengan orang-orang yang cacat, miskin, dan berkelas sosial rendah.
7. Bergaul dengan seluruh lapisan masyarakat dan tidak berpaling dari mereka, serta melunakkan suara bila berbicara dengan mereka.
8. Menyayangi orang-orang lemah, seperti : para janda, anak-anak, kaum fakir miskin, dll. Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ans bin Malik r.a. bahwa ia melewati beberapa anak kecil lantas mengucapkan salam kepada mereka, kemudian ia berkata, “Adalah Rasulullah SAW melakukan hal tersebut.”
9. Suka membantu keluarga mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah, seperti manjahit pakaian, mencuci, bersih-bersih, dan lain sebagainya.
10. Memulai mengucapkan salam bila bertemu dengan muslim lain, mudah memaafkan, mudah menerima udzur dari orang yang melakukan kesalahan dan lain sebagainya.
Nah, itu sedikit gambaran mengenai orang yang tawadhu’. Sekarang giliran kita untuk mengamalkannya.
“Beruntunglah orang yang tawadhu’ tanpa cacat dan merendahkan diri tanpa menghinakannya.” (HR. Thabrani).

Karisma News

o Bagi adek-adek kelas X yang ingin masuk ekskul Karisma, Karisma masih membuka kesempatan untuk mendaftar lhooo... Adek-adek dapat ngedaftarin diri kepengurus Karisma yang adek kenal ato dateng aja langsung ke Masjid Al Kautsar setiap hari Rabu sepulang sekul OK!!!! Ditunggu yach.....!!!
o Alhamdulillah hari Rabu tanggal 15 Agustus 2007, udah dilaksanain serah terima jabatan or regenerasi kepengurusan Karisma dari Akhi Fajar Sumiyarso (Ketua Angkatan 2006/2007) ke Akhi Fachri Arsyadani (Ketua Angkatan 2007/2008)
o Dianjurkan kepada seluruh kelas agar setiap hari Jum’at melaksanakan infaq. Infa yang sudah terkumpul bisa diserahkan kepada pengurus Karisma terdekat.

Mutiara Hadits

“Sampaikanlah dariku, meskipun hanya satu ayat.” (Al Hadits)
Dari Abu Sa’id Al Khudsi, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah bersabda: “Barang siapa diantara kalian yang melihat kemungkaran maka hendaklah ia cegah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu maka dengan hatinya dan yang demikian itu termasuk keimanan yang paling lemah.” (HR.Muslim).

Teladan dan Hikmah

PELAJARAN DAN IBRAH BERGAUL
DENGAN ORANG SHOLEH
Suatu hari Syafiq Al-Balkhi (seorang dokter ahli jiwa) berkata kepada muridnya Hatim a-Asham, ”Apa yang kau pelajari selama tinggal bersamaku (30 tahun)?” Hatim al-Asham menjawab,”Ada enam perkara yang dapat aku ambil:
Pertama, Aku melihat orang-orang selalu ragu dalam menyikapi masalah ketentuan rizki, tidak satupun dari mereka kecuali bersikap kikir terhadap harta yang dimilikinya dan tamak dalam memperolehnya. Namun, aku bertawakal kepada Allah karena firmanNya, ”Dan tidak ada satu binatang melata (seluruh mahluk Allah yang bernyawa) pun dibumi ini melainkan Allahlah yang menjamin rizkinya. … (Al-Huud: 6)” Oleh karena itu aku termasuk binatang melata, maka hatiku tidak merisaukan sesuatu yang sudah dijamin Allah ynag Maha Perkasa dan Maha Kuat. Sang Guru berkata,”Bagus.
Kedua, Aku melihat setiap orang mempunyai teman untuk mencurahkan rahasia dan mengadukan permasalahan kepadanya, namun teman mereka itu tidak mampu menyimpan rahasia dan tidak mau saling tolong-menolong. Maka aku menjadikan amal shalehku sebagai teman, supaya dia menjadi penolongku saat hari perhitungan (hisab), meneguhkan diriku dihadapan Alllah dan menemaniku saat menuju shirat. Sang Guru berkata,”Bagus.”
Ketiga, Aku melihat setiap orang mempunyai musuh dan saat kucermati diriku, ternyata musuhku bukanlah orang yang menggunjingku. Tidak pula orang yang menzalimi dan menyakitikun tetapi musuhku adalah orang yang ketika aku sedang taat kepada Allah, ia menggodaku dengan perbuatan maksiatnya. Aku melihat bahwa yang berbuat demikian adalah iblis, jiwa, dunia dan hawa nafsu. Aku menjadikan mereka semua itu sebagai musuh, aku menjaga diri dari mereka dan aku mempersiapkan diri untuk memerangi mereka. Aku tidak akan membiarkan salah satu pun dari mereka mendekatiku. Sang Guru berkata,”Bagus.”
Keempat, Aku melihat bahwa setiap mahluk yang hidup senantiasa dibuntuti malaikat maut. Maka akupun mempersiapkan diriku untuk menemuinya bila ia datang, aku pergi bersamanya tanpa halangan. Sang Guru berkata,”Bagus.”
Kelima, Aku melihat orang-orang saling mencinta dan saling membenci dan aku melihat orang mencintai tidak memiliki sesuatu untuk keasihnya. Aku merenungkan sebab percintaan dan kebencian mereka, maka aku tahu bahwa penyebabnya adalah fisik(jasad). Aku menafikan (sebab fisik) dengan cara menafikan hubungan-hubungan antar jiwa dan jasadku, yaitu hubungan syahwat. Maka aku mencintai semua orang, aku tidak merelakan sesuatu atas mereka kecuali apa yang aku ridhai untuk diriku. Sang Guru berkata,”Bagus.”

Keenam, aku melihat bahwa setiap orang akan meninggalkan tempat tinggalnya dan nasib setiap orang akan kembali kekubur. Maka akupun mempersiapkan semua amal perbuatan yang mampu aku lakukan dan yang akan aku lakukan dan yang akan membahagiakanku ditempat tinggal baruku itu, yang tiada satupun dibaliknya kecuali syurga dan neraka.
Sang Guru Syafiq al-Bakhi menimpali,”Cukup dan laksanakan (enam perkara) itu sampai mati

Fiqih

Mengubur Rasa Takabur

Takabbur (sombong) adalah salah satu penyakit hati. Bahaya, dan terlalu bahaya kalau dibilang. Sebab sombong bisa menghalangi kita masuk surga.
“Apakah q-ta sudah menjadi orang yang tawadu’?” Jika jawabnya “ya”, berarti q-ta masih memiliki sifat tersebut. Karena merasa menjadi orang yang tawa’du adalah salah satu bentuk ketakabburan.
Nah, antum dan antunna sekalian, bagaimana cara ampuh menjauhi rasa takabbur? So, look at carefully.
1. Menyadari kedudukan dihadapan Allah. “Siapa saya? Mengapa saya lebih baik dari orang lain?” itulah pertanyaan yang harus sering kita ajukan pada diri kita. Kita hanya berasal dari setetes air mani. Dan Allah juga menyebutkan bahwa manusia di mata Allah sejajar. Jikalau kita memiliki kelebihan, maka itu adalah suatu karunia sekaligus takdir uji keimanan.
2. Ingat Mati. Bukan berarti mengekang untuk beraktivitas. Akan tetapi maksudnya manusia itu punya kelemahan, kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok. Yang kemarin kuat tahu-tahu terbaring lemah tak berdaya di R.S. Manusia tak punya kuasa untuk mengatur takdir mubram.
3. Tawakal. Sudah di bahas di edisi sebelumnya. Segalanya kita pasrahkan kepada Allah namun kita juga wajib berusaha. Tidak mungkin Allah tidak menghargai usaha hamba-Nya. Yakinlah bahwa usaha antum dan antunna akan dibalas, entah cepat atau lambat.
4. Mengusir sebab timbulnya takabbur. Ada tujuh hal penyebab manusia menjadi takabbur, yaitu kekayaan, jabatan, ilmu, ketampanan/kecantikan, bentuk fisik yang sempurna, reputasi, dan pula agama. Mengusirnya bukan berarti menghilangkan karunia yang telah diberikan Allah, namun harus mensyukuri dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah.
5. Meresapi rahasia sujud. Sujud bukan semata-mata rukun sholat yang wajib dilakukan. Lebih dari itu sujud adalah simbol penghambaan kita kepada Allah, menunjukkan bahwa kita hanya bergantung pada-Nya. Menyadari kalau kita sebenarnya tak punya daya selain kekuatan Allah. Orang yang tidak mau bersujud tampak sekali kesombongannya pada Allah.
6. Banyak beramal shaleh. Orang yang suka amar ma’ruf nahi munkar dan mau beramal shaleh selalu mengerti bahwa iblis akan terus menerus menggoda maka dari itu iblis akan sulit mendekati sehingga sifat sombong si iblis akan menular kepada orang tersebut.
Nah itu tadi kiranya langkah-langkah yang tidak rumit dan muda diikuti antum dan atntunna sekalian agar tidak terbawa ketakabburan. Mari kita coba Jazakumullah khairan katsiran.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Info

The Story Of Transfigurasi Lidah Buaya
Hubungan Darah ‘n Lidah Buaya

Alkisah taon 2500SM terjadi peperangan dahsyat di dunia yang banyak memakan korban jiwa. Didaerah pertempuran, transfusi darah sangat, sangat, dan sangat dibutuhkan untuk menolong para prajurit yang kekurangan darah. Darah jadi most wanted thing. Pihak medis tidak bisa menyediakan kantung-kantung darah dalam jumlah banyak, apalagi dalam waktu yang singkat. Mereka sangaaat kebingungan. Sementara itu, para tentara yang terluka terus berjuang ‘n menantikan kedatangan tim medis. Akhirnya tim medis yang ditunggu-tunggu datang, tapi apa yang terjadi????? Para tentara yang terluka tidak diberi transfusi darah, melainkan transfusi ekstrak lidah buaya.
Emang udah ada penelitian kalo ekstrak lidah buaya bisa jadi cairan pengganti darah sementara. Penelitian ini emang belum 100% berhasil. Seenggak-enggaknya, tim peneliti udah nyoba beberapa kali percobaan. Korbannya???? Ya apalagi kalo bukan langganan binatang percobaan, yaitu tikus. Hiks…hiks…kasiyan yach…..
Ø Percobaan pertama, ada 20 ekor tikus yang diambil sebagian darahnya terlebih dahulu. Trus yang 10 ekor tikus dikasih cairan garam, yang 10 lagi dikasih cairan yang mengandung jus lidah buaya. Apa yang terjadi?? Setelah didiemin selama 4 jam, 5 dari 10 ekor tikus yang dikasih cairan garam bisa bertahan, ‘N dipihak laen ada 8 dari 10 ekor tikus yang dikasih cairan jus lidah buaya masih bisa bertahan hidup (Wow...hebat ya...!!)
Ø Percobaan kedua, masih pake tikus (sadis ya!!!). Kali ini ada 29 tikus yang diambil darahnya lebih banyak. Sama juga ada yang dikasih cairan garam, ada yang dikasih jus lidah buaya. And The Fact (walah...) hanya 1 dari 14 tikus yang dikasih cairan garam bisa bertahan hidup. Sementara itu ada 5 dari 15 tikus yang dikasih cairan jus lidah buaya yang bisa bertahan hidup.
Dari dua percobaan ini, akhirnya sampe pada satu kesimpulan, kalo ekstrak lidah buaya bisa bikin darah jadi lebih licin. (So whattt.....???) Karena licin itu, tekanan yang diperlukan darah untuk bergerak melalui pembuluh darah bisa dikurangi, apakah peningkatan kelicinan itu juga bisa meningkatkan resiko pendarahan ???? Itu yang jadi masalah, kenapa percobaan ini belum diterapkan pada tubuh manusia. Walopun begitu, bisa juga menjadi satu alternatif penyembuhan bagi penderita penyakit jantung, stoke, dan diabetes. Penelitian ini masih harus dikembangakan. Siapa yang mau jadi peneliti neeehhh......????

Buta Warna
Semua anjing tu buta warna !!!! (yang bener..???) Insya Allah bener...anjing tu gak bisa ngebedain warna. Hewan ini hanya menggantungkan indera penciumannya untuk membedakan sesuatu. Nah, kalo bagi kucing semua warna adalah kelabu. So...apa ada binatang yang gak buta warna ???? Satu-satunya Cuma ala kulli haal, yang menurut pemikiran Darwin sebagai nenek moyangnya manusia. Siapa dia ??? Yup dia adalah Monyet...

Nisa'

WANITA MUSLIMAH DAN KEWAJIBANNYA
TERHADAP SAUDARA DAN TEMANNYA

1. Mencintai dan Menjalin Persaudaraan dengan Mereka karena Allah
Orang mukmin dengan mukmin yang lainnya laksana bangunan yang tersusun rapi yang antara satu dengan yang lainnya saling memperkuat.
Rasulullah SAW bersabda:
“Demi zat yang jiwaku berada di tangannya, sesungguhnya kalian tidak akan masuk Jannah sehingga beriman dan tidak beriman sehingga kalian saling mencintai, maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang apabila kalian kerjakan kalian akan saling mencintai, sebarkanlah salam di antara kalian semua.” (H.R. Muslim).
2. Tidak Memutuskan Hubungan dengan Saudaranya
“Tidak dibolehkan bagi seorang muslim untuk mendiamkan saudaranya lebih dari 3 hari, keduanya bertemu saling memalingkan muka dan yang paling baik dari keduanya adalah yang mulai mengucapkan salam.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
3. Pemurah dan Pemaaf terhadap Saudara-Saudaranya
Allah SWT, berfirman :
“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit. Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Q.S. Ali Imran:134).
4. Menemui Saudaranya dengan Wajah Ceria
Rasulullah S.A.W. bersabda yang bunyinya : “Tabasumuka akhika shodaqoh” yang artinya : “Senyummu di hadapan saudaramu adalah shodaqoh.”


JALIN PERSAHABATAN DENGAN SALAM
ERATKAN UKHUWAH DENGAN SEDEKAH
KUATKAN AKIDAH DENGAN DA’WAH
TEGAKKAN KALIMAH SYAHADAH
DENGAN JIHAD FISABILILLAH

Resensi Buku

Selalu ada fajar, sebagaimana selalu ada cahaya setelah kegelapan. Kondisi umat yang menyedihkan ini tidak boleh dibiarkan, apalagi kita larut didalamnya. Perubahan harus segera dilakukan!!
Sungguh pemuda adalah generasi yang akan menentukan nasib ummat dan bangsa ini kelak. Ilahul-ummah (perbaikan ummat) harus melibatkan pemuda didalamnya.
Buku ini mengupas tuntas tentang panduan dakwah di sekolah (SMU N 1 Yogyakarta). Buku ini disusun seaplikatif mungkin, untuk diterap. Di dalam buku ini juga terangkum konsep global da’wah sekolah lhoo..!!
So!! Bagi antum dan antunna yang penasaran dengan kelanjutan isi buku ini!! Buruan …. Baca!! Buku ini dapat dijumpai di permisi!!!
Judul Buku : Menuju Teladan Daarusalaam
Jenis Buku : Non fiksi
Penerbit : Daarusalaam Press
Penyusun : Tim riset dan Pengembangan Da’wah Yayasan Daarusalaam
Tahun Terbit : Desember 2002
Tebal Buku : 88 Halaman

Dik Risma

Perkenalkan! Aku Arism si “Burung Gereja”. Mungkin diantara kalian ada yang sudah menjumpaiku. Aku sering mengunjungi tempat ini, tempat yang mereka sebut Masjid. Lihat….!!! Lagi-lagi wanita yang memakai penutup kepala itu berkumpul dipelataran Masjid ini. Sepertinya mereka sedang bercakap-cakap. Aku jadi penasaran nich…!! Apa sich yang mereka bicarakan, sampai betah banget berlama-lama duduk disana. Ku putuskan untuk terbang dan hinggap lebih dekat dengan posisi mereka, agar aku bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
Berda’wah itu wajib hukumnya bagi setiap muslim, sesuai dengan firman Allah SWT dalam Q.S Ali Imran ayat 104 yang artinya : “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar. Meraka itulah orang-orang yang beruntung.”
“Kita bisa mengumpamakan da’wah dan menuntut ilmu itu seperti makanan, bias bayangin gak?? Kalo kita makan, trus tanpa dikeluarin, wah…wah…! Bisa bulet donk q-ta. Begitu juga kalo dikeluarin terus tanpa ada pemasukan, bias jadi lemes dech tubuh q-ta…!!! Jadi segala sesuatu itu musti seimbang, begitu juga dengan da’wah dan menuntut ilmu,” Jelas salah seorang yang terlihat berbeda warna penutup kepalanya dari yang lain.
“Ukh…. kadang ana mungkin segan berda’wah kepada orang yang lebih tua dari kita, nggak usah jauh-jauh misalnya aja kepada ortu q-ta. Ntar, q-ta dibilang anak ingusan yang sok tau… trus gimana ya Ukh cara menanggapinya?” Tanya salah seorang dari mereka. Wajahnya tampak tak asing lagi bagiku, kalau tidak salah namanya Risma, yup Dik Risma.
“Good question!!! Berda’wah itu memang gampang-gampang susah ya adek-adek. Jangankan ama orang yang lebih tua, sama temen sebaya aja kadang sulit bagi kita untuk menegakkan syariat Islam. Mbak Nurul punya beberapa tips berda’wah ke orang tua q-ta. Pertama, q-ta bisa meletakkan buku yang berhubungan erat dengan tausiyah yang q-ta sampaikan, ditempat ortu kita biasa duduk-duduk santai, misalnya di ruang TV. Cara kedua, berikan alasan-alasan rasional yang sifatnya umum, usahain nggak ngehubung-hubungin dulu ama agama. Ketiga, dengan mencontohkan secara langsung. Jadi, langsung aja dech kita beramal dan memberikan teladan, buktikan aksimu…..!!! Dan yang terakhir q-ta bisa melontarkan opini ke mereka. Usahain senatural mungkin tanpa ada kesan menggurui ‘n pilih suasana yang ngefrend ama mereka. Yah… satu pesen Mbak Nurul, jangan pernah menyerah sebelum mencoba. Keep positive thinking…. OK!!!” jelas Mbak Nurul. Ehmmm…. Yah begitulah wanita berjilbab biru itu membahasakan dirinya.
Belum sempet aku mendengarkan percakapan mereka lebih jauh, ibuku sudah memanggilku. Aku akan mempraktekkan tips-tips tadi ke ibuku. Teman… doakan aku ya…!!!

Sunday, July 15, 2007

About Karisma

NAON ATU KARISMA…???

Sepintas, mungkin yang terlintas dipikiran kita setelah denger kata-kata Karisma adalah motor “Karisma”. Klo nggak “Karisma FM” atau mungkin toko buku “Karisma”. Tapi Karisma yang kita obrolin kali ini adalah kependekan dari “Kreatifitas Remaja Islam Masjid Al-Kautsar”. So,nggak ada hubungannya dech ama yang tadi ane sebutin.

Cikal bakal Karisma sebenernya udah ada sejak kali pertama Masjid Al-Kautsar SMANSA Boyolali ini berdiri. Cuma nama “Karisma” baru nongol di lingkungan SMANSA ini sekitar tahun 92-an. Dan mereka yang ikut andil mendirikan Karisma ini kemudian banyak yang sukses di ITB, UI, UGM, dan PTN lain yang oke punya.

Karisma berkedudukan sebagai salah satu ekskul di bawah naungan OSIS SMANSA. Namun ekskul ini sebenarnya merupakan organisasi yang bergerak di bidang dakwah islam yang sasarannya adalah pelajar islam SMANSA khususnya dan semua pelajar pada umumnya.

TRUZ MAUNYA NGAPAIN.....???

Awalnya sich cuma buat ngewadahin temen-temen yang perhatian sama masjid Al-Kautsar. Klo diperhatikan malah lebih mirip sebagai sebuah kelompok belajar. Kemudian berkembang menjadi Sebuah organisasi islam yang tujuannya mewujudkan SMA N 1 Boyolali yang “Islami” tanpa mendiskreditkan temen-temen yang beragama lain.

STRUKTUR ORGANISASI

Beda sama organisasi-organisasi lain di SMANSA, pengurus Karisma hanya terdiri dari kelas XI sebagai pengurus serta kelas XII sebagai penasehat dan siswa kelas X sebagai anggota sekaligus calon pengurus karisma. Kereaktifan dalam setiap kegiatan Karismalah yang menentukan berhak tidaknya anggota menjadi pengurus Karisma pas udah naik ke kelas XI nanti.

Selain punya ketua, sekretaris, dan bendahara, Karisma juga memiliki 6 divisi khusus yang memiliki tugas sendiri-sendiri. Setiap divisi akan dikoordinatori oleh siswa dari kelas XI. D1 (Divisi Ibadah), D2 (Divisi Kreatifitas dan Seni Islam), D3 (Divisi Humas), D4 (Divisi Sosial), D5 (Divisi Nisa’), dan D6 (Divisi Kaderisasi).

KAMAR KARISMA & PERMISI

Di tempat lain mungkin sering disebut sekretariat atau base camp. Di tempat inilah arsip-arsip penting dan inventaris Karisma disimpan, mulai dari tikar sampai sound system. Disebut kamar soalnya emang dalemnya mirip kamar belajar.

Selain punya kamar, Karisma juga punya PERMISI (Perpustakaan Mini Islami). Klo temen-temen pengen minjem buku yang bernuansa islam atau mungkin ingin memperbanyak pengetahuan tentang islam, buruan datang aja ke sini...!!

MAIL BOX

Masih pengin tau tentang KARISMA nich? Atawa belom jelas penjelasan diatas? Klik aja ke karisma-smansaboy.blogspot.com. Kalo adik2 pengin kasi kritik, saran, curhat, juga mau ngirim naskah buat Manzilah ‘n Buletin KARISMA silakan masukin ‘input’ kamu di kotak saran ato ke email kami di karisma_smansaboy@yahoo.co.id. Kami tunggu loh!!!

What's theJob

KEGIATAN2 KARISMA :

Mau tau kegiatan2 KARISMA apa aja? KARISMA ngadain kegiatan2nya dibagi per divisi, adapun kegiatan2nya sbb:

1. Divisi 1 (Divisi Ibadah)

Ø MAI (Mentoring Agama Islam)

Merupakan kajian Islami yang diadain tiap pekan sekali. Kegiatan yang bertujuan agar para siswa punya bekal akhlak mulia ini bekerja sama dengan Sohib Center. Kegiatan ini wajib buat adik2 kelas X dan akan mempengaruhi nilai Pelajaran Agama Islam di kelas.

Ø INFAQ

Tiap sepekan sekali yaitu hari Jum’at, KARISMA ngadain infaq per kelas, so buat adik2 yang nambah pahala isi aja kotak infak yang bakal diedarin tiap Jum’at.

Ø KAJIAN HARI SABTU

Insya Allah tiap hari Sabtu habis pulang sekolah diadain kajian Islam. Kegiatan ini ga’ wajib, tapi buat adik2 yang pengin dapet siraman rohani secara gratis ‘n materi kajian yang variatif, tongkrongin aja tiap Sabtu sepulang sekolah di Masjid Al Kautsar.

Ø SHOLAT JUM’AT

Tiap hari Jum’at di Masjid Al Kautsar tercinta ini diadain sholat Jum’at berjamaah. Tiap kelas bakal dapet giliran Sholat, tapi selain yang dijadwal, buat adik2 yang rumahnya jauh atawa yang kegiatannya lagi mepet di hari Jum’at bisa sholat di sini.

Ø TALK SHOW & SEMINAR

Kegiatan ini biasa untuk menyambut hari2 besar tertentu. Kegiatan besar ini juga menghadirkan peserta dari sekolah2 lain, baik SMA maupun SMP di lingkar Boyolali. Kegiatan ini selalu bekerjasama dengan lembaga2 dakwah Islam di Boyolali. Dengan materi yang seru dan pembicara yang atraktif, menjadikan adik2 rugi kalo ga’ ikutan!!

Ø AHLIM (Dakwah Muslim) & WASILAH (Wadah Silaturahmi Muslimah)

Kegiatan semacam seminar ini diadain setahun sekali pas bulan Ramadhan yang diadain dengan kerjasama dengan OSIS. Kegiatan ini wajib buat adik2 kelas X!

2. Divisi 2 (Divisi Kreatifitas)

Ø MANZILAH (Madingnya KARISMA)

Terpampang tepat di sebelah selatan Masjid ada papan buat Majalah Dinding. Na….hh Mading ini khusus buat nampilin kreatifitas ‘n ide2 anak2 KARISMA khususnya ‘n temen2 semua.

Ø BULETIN KARISMA

Tiap sebulan sekali kamu bakalan dapet yang namanya Buletin KARISMA. FREE alias Gak Usah Bayar. Orisinil made in KARISMA. Bentuknya kayak buku saku (Portable GITU LOH !!). Sow, bisa dikoleksi pula.

3. Divisi 3 (Divisi Humas)

Ø PERMISI (Perpustakaan Mini Islami)

Kalo kabupaten punya perpustakaan daerah, sekolah punya perpustakaan sekolah, Karisma juga punya dunk! Permisi namanya! Kalau adik2 pengin pinjem buku2 islami, disinilah tempatnya. Tinggal daftar + Rp.500,- dapet kartu anggota truz pinjem buku mana aja yang kalian suka.

Ø GARWAKU (Gerakan Wakaf Buku)

Garwaku merupakan salah satu program KARISMA dilakuin tiap setahun sekali. Program ini bertujuan buat nambah koleksi buku Islami di Permisi. So, bagi yang punya buku2 Islami bisa nyumbangin bukunya ke Permisi.

4. DIVISI 4 (Divisi Sosial)

Ø Dana Sosial

Misalnya ada kabar duka cita, KARISMA ikut membantu. Truzzz ada juga kegiatan rutin tahunan yg di-“handel” langsung ama Divisi 4 yaitu Baksos singkatan dari Bakti Sosial.

5. Divisi 5 (Divisi Nisa’)

Ø Divisi ini khusus ngurusin kegiatan2 akhwat2(cewek gitu loh!!) KARISMA. Sow, kegiatan akhwat KARISMA dikoordinasi oleh divisi ini. Divisi Nisa’ juga membantu terlaksananya program Jilbab Peduli yaitu pemberian jilbab kepada siswi yang ingin berjilbab. Sow, bagi temen2 yang ingin berjilbab, hubungin aja KARISMA, INSYA ALLAH kami bisa bantu.

Selain itu, Divisi Nisa’ juga mengurusi kebersihan mukena di masjid kita tercinta, Masjid Al Kautsar.

6. Divisi 6 (Divisi Kaderisasi)

Ø Divisi yang baru lahir tahun ini adalah divisi yang agak berbeda dengan divisi lainnya. Divisi yang beranggotakan kelas XI aja ini gak punya kegiatan besar. Divisi ini bertugas memeriksa & mengawasi kinerja KARISMA serta menjaga akhlakul anak2 KARISMA.